
...RUMOR...
...(DESAS-DESUS)...
...●...
...●...
...●...
"AN! POKOKNYA HARI INI GUE BAKAL TRAKTIR LO APA PUN YANG LO MAU!" Di sepanjang jalan dari parkiran menuju ke kelas Leana mendengar sahabatnya berceloteh seakan-akan dia ingin menyenangkan hatinya saja. Gelagat Aurel hari ini terlihat begitu aneh.
"Serius Rel?"
"Ho-oh," sahut Aurel sembari menggerakkan kedua alisnya.
"Walau pun gue minta dibeliin mobil?"
Aurel menghentikan langkah kakinya. Hal yang sama juga berlaku pada Leana yang juga melakukan hal yang sama ketika sahabatnya lebih dulu melakukannya. Aurel menyengir memperlihatkan deretan gigi putihnya yang sebelas duabelas dengan warna putih porselen. "Gak gitu juga konsepnya, An."
"Lah, katanya apa pun yang gue mau. Tapi giliran gue minta mobil malah ngeluh."
"Maksud gue sesuatu yang ada di kantin doang."
"Kalau gitu gue minta dibeliin cogan yang hobi nongkrong di kantin aja Rel," ujarnya ngawur.
"Susah sih An. Jangankan nyariin cogan buat loh, orang gue aja masih jomblo."
"Thanks ya Rel," ucap Leana penuh haru diikuti gerakan sederhana menggamit lengan milik sahabatnya. "Gue bersyukur banget bisa punya sahabat sebaik elo."
"Kok thanks sih An. Kan gue belum beliin sesuatu di kantin," heran Aurel.
"Gue tahu kok, Rel. Lo ngelakuin itu untuk ngehibur gue kan?"
"Maksudnya?"
"Ayolah, Rel. Lo gak perlu belagak gak tahu. Intinya gue mau bilang makasih karena lo udah mau jadi orang yang berada di barisan paling terdepan saat gue lagi sedih."
"Tunggu sebentar! Jangan bilang kalau lo udah tahu kalau Haris..."
"Jadian sama si bule celup?" potong Leana bahkan sebelum Aurel berhasil menyempurnakan kalimat yang terlepas dari bibirnya.
"Lo tahu dari mana soal itu?" bingung Aurel.
"Orang-orang di SMA Angkasa Raya pasti udah tahu kali, Rel. Orang si Margarine sendiri yang ngumumin tentang dating mereka."
"Ngumumin?"
"Iya. Dia sendiri yang upload foto berduaan sama Haris di sosmed. Terus di caption dia nulis kalimat panjang yang intinya dia resmi pacaran."
Aurel merasa sedih dan bangga disaat yang bersamaan. Sedih karena kabar putusnya Leana dan Haris, sementara rasa bangganya karena melihat Leana yang menyikapi kabar itu dengan dewasa.
"Gue kira lo belum tahu soal itu."
__ADS_1
"Gue udah tahu dari semalam."
Aurel mengembuskan napas yang lebih mengarah pada rasa lega. "Syukurlah kalau lo udah tahu. Tapi ngomong-ngomong gue bangga banget sama lo. Lo bahkan bisa bertingkah seolah-olah gak ada yang terjadi, An." Aurel mengarahkan dua jempol ke arah sahabatnya—sebagai bentuk apresiasi atas Leana yang menyikapi permasalahan dengan sikap yang begitu dewasa.
Tentu saja Aurel merasa takjub. Pasalnya dia seperti melihat sisi baru dari diri Leana.
"Jujur kayaknya gue terlalu munafik kalau gue bilang gak sakit ngeliat rentetan kejadian yang terjadi baru-baru ini. Margarine binti bule celup benar-benar berhasil ngerampas kebahagiaan gue dalam sekejap. Tapi bukan salah Margarine sepenuhnya juga sih, Haris pun sama berengseknya dengan dia."
"I know, tentu saja hal seperti ini gak mudah buat lo jalanin. Terlebih lagi karena kejadiannya berlangsung cukup cepat. Tapi sekali lagi gue ngungkapin kalau gue beneran bangga sama sikap lo dalam menyikapi kejadian ini."
"Buat apa juga gue mikirin kejadian ini secara berlarut-larut. Selain gak guna, memikirkannya berlarut-larut hanya akan ngebuat mental gue rusak. Masih banyak hal yang jauh lebih penting buat gue pikiran. Dan yang terpenting gue masih punya sahabat sebaik lo Rel."
"Boleh peluk gak?" tanya Aurel dengan nada suara haru. Kalimat yang tersampaikan dari bibir sahabatnya berhasil menyentuh hati terdalamnya.
Leana tersenyum lalu memeluk sahabatnya dengan erat.
...●●●●●...
SEBUAH pemandangan membuat Leana mengerutkan keningnya. Baru saja perempuan itu keluar dari toilet saat gerombolan perempuan dari kelas sebelah berkerumun di koridor seolah-olah sedang menggosipkan sesuatu. Melihat itu, tentu saja Leana—yang tidak mau ketinggalan gosip terbaru—mempercepat langkah kakinya untuk nimbrung mendengar apa yang mereka gosipkan. Jiwa berghibahnya langsung menggebu-gebu.
Sepertinya ada berita hangat yang hangatnya melebihi tahu bulat yang digoreng dadakan. Sampai-sampai waktu istirahat dipergunakan untuk berghibah ria alih-alih mengisi kampung tengah dengan asupan karbohidrat yang ada di kantin.
"Ada gosip apa nih guys?" meski tidak terlalu akrab dengan para gerombolan perempuan, tetapi Leana bersikap santai seolah-olah sudah akrab. Untuk urusan kabar terbaru sepertinya perempuan bernama Leana itu akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya.
"Katanya ada murid kelas sepuluh yang terkena skandal," ujar salah satu di antara mereka yang membuat Leana mengerutkan kening semakin dalam.
"Skandal?" ucap Leana.
"Ngamuk?" Leana semakin bingung. Tampak jelas dari lipatan di dahi yang tadinya cuma samar, namun kini tampak jelas. "Kok bisa sampai ngamuk? Masalahnya apa?"
"Katanya sudah tiga hari anaknya gak pulang-pulang. Terakhir ketemu sih katanya pas anaknya berangkat sekolah."
"Serius sampai tiga hari enggak pulang-pulang? Kenapa baru datang sekarang?"
"Katanya hari ini udah ketiga kalinya datang karena pihak sekolah sepertinya angkat tangan."
"Kalau boleh tahu anaknya cewek atau cowok."
"Cewek."
"Namanya siapa?"
"Kalau enggak salah nama si murid yang hilang itu Raina. Lengkapnya Raina Wulandari."
"Nama Raina kok gak asing di pikiran gue. Eh, dia bukannya yang peringkat satu pas tes penerimaan siswa baru ya?" tebak Leana.
"Bener," salah seorang di antara gerombolan membenarkan keraguan yang tersampaikan oleh bibir Leana sebagai orang yang menanyakannya. "Dan yang gue tahu tuh anak emang pendiem banget. Pas jam kosong aja dia larinya ke perpus baca buku. Temen sekelasnya juga bilang kalau si Raina anaknya ambisius banget. Karena alasan itu sehingga spekulasi kalau dia lari sama pacarnya dipatahkan. Apalagi kata temennya si Raina enggak pernah pacaran. Tapi enggak tahu juga, siapa tahu dia pacaran diem-diem, who knows?"
"Di hari terakhir dia datang ke sekolah memangnya gimana? Maksud gue, hari itu dia emang nyampe sekolah atau enggak."
"Kata teman-temannya sih dia datang. Tapi enggak ada seorang pun yang tahu keberadaannya setelah jam sekolah berakhir."
"CCTV?" Leana mengajukan pertanyaan yang sekiranya logis untuk disampaikan.
__ADS_1
"Masalahnya CCTV mendadak gak berfungsi di hari terakhir dia terlihat di sekolah."
Leana terlihat berpikir sambil menjentikkan jarinya. "Fix, ini mah namanya konspirasi. Ada yang tidak beres dibalik kejadian ini."
...●●●●●...
"KAMU DARI MANA AJA SIH AN? TAHU GAK, DARI TADI GUE JADI KHAWATIR NUNGGU LO YANG GAK BALIK-BALIK SETELAH PAMIT KE TOILET!" merupakan kalimat yang menyambut Leana setelah kembali dari toilet. Tentu saja orang yang menyampaikan kalimat tersebut adalah Aurel, sahabatnya.
"Sorry Rel. Setelah dari toilet gue mampir dulu dengerin gosip anak kelas sebelah," Leana menjawab dilanjutkan menyeruput es teh manis pesanannya.
"Memangnya ada gosip terbaru?"
"Ada Rel. Gosip pedas. Saking pedasnya sampai kadarnya itu ngalahin pedasnya mulut tetangga yang hobi nyinyirin orang," ujar Leana hiperbola.
"Tentang apa?"
"Katanya ada adek kelas yang hilang."
"Hilang?"
"Ho-oh." Leana menyahuti. "Katanya udah gak ada kabar selama tiga hari."
"Cewek atau cowok."
"Cewek Rel. Namanya Raina Wulandari."
"Namanya kok gak asing yah di telinga gue?" pikir Aurel lewat sebuah gumaman.
"Lo ingat gak Rel, pas kita muji adek kelas. Waktu itu kan kita muji dia cantik."
"Maksud lo adek kelas yang ngeraih nilai tertinggi pada tes masuk SMA Angkasa Raya?"
Leana memperlihatkan sebuah anggukan sebagai jawaban atas pertanyaan yang dilayangkan oleh sahabatnya.
"Kok bisa?"
"Kayaknya mah ini kompilasi, eh salah, maksud gue konspirasi."
"Apa yang ngebuat lo begitu yakin kalau masalah ini adalah sebuah konspirasi?"
"Lo pikir sendiri deh Rel. Masa CCTV yang ada di sekolah kita tiba-tiba gak berfungsi di hari terakhir Raina datang ke sekolah. Gak masuk akal banget kan?"
"Hmmm, iya juga sih," pikir Aurel.
"Kita habiskan dulu makanannya. Ntar kita lanjut ngebahas ini pas sampai di kelas."
...-To be Continued-...
...●●●●●...
...HALO!...
...MAAF YA GUYS UPDATENYA AGAK LAMA (KAYAK SOSIAL DISTANCING) SOALNYA LAGI SIBUK PERSIAPAN CPNS HEHE, DOAIN YA BIAR AKU LULUS :)...
__ADS_1