Mengejar Cinta, Istri Kecilku..

Mengejar Cinta, Istri Kecilku..
Bagian 80 Tes darah


__ADS_3


Happy reading 🥰🥰


Setiap kali tiba waktu untuk kontrol kehamilan. Bella selalu saja ingin menghindar dan menundanya. Rasa takut akan jarum suntik jadi alasan kenapa dia bersikap seperti sekarang.


"Ayo sayang." Rajuk Daniel untuk kesekian kalinya. Sudah setengah jam Bella hanya berdiri tidak bergerak. Kedua tangan mencengkram erat lengan Daniel dengan raut wajah tegang.


"Kak.. Tiba-tiba saja aku lemas." Karena sikap Bella sekarang, membuat keduanya menjadi sorotan.


"Hm.." Tanpa aba-aba Daniel mengangkat tubuh Bella dan masuk ke ruang pemeriksaan.


"Pagi Dok." Sapa Daniel tersenyum hangat dan membaringkan Bella ke tempat tidur yang tersedia di sana.


"Pagi juga." Dokter Ira menghampiri untuk melakukan pemeriksaan.


Asisten Dokter Ira, menutupi bagian bawah tubuh Bella dengan selimut lalu memberikan cairan lengket nan dingin ke bawah perut Bella.


"Jangan terlalu tegang Nona, agar tekanan darahnya tidak turun." Ucap Dokter Ira mulai memeriksa.


Jantung Bella berdetak tidak beraturan. Dia bahkan mengalihkan pandangannya pada Dokter Ira karena rasa takutnya yang luar biasa. Cengkraman tangannya pun semakin erat dengan nafas berat yang terbuang kasar.


Ya Tuhan.. Bagaimana jika besok dia melahirkan? Kasihan sekali istriku..


"Hm semuanya normal Nona. Keluhannya apa saja." Tanya Dokter Ira meletakan alatnya dan asistennya segera membersihkan cairan yang ada perut Bella.


"Sering lemas dan mengantuk Dok." Jawab Daniel seraya membantu Bella bangun." Tidak di suntik kan." Si asisten melirik sesekali. Tentu saja dia merasa jika Bella orang yang sangat beruntung karena selain tampan, Daniel terlihat begitu penyabar.


Jangankan di rajuk. Di suruh mengantarkan periksa saja sudah malas.. Eluh si asisten yang tidak seberuntung Bella. Suaminya bahkan sangat acuh padanya dan perkerjaan di jadikan alasan untuk itu.


"Ini pemeriksaan yang harus di lakukan Nona. Agar tahu berapa HB nya dan penyakit lainnya." Daniel mengambil secarik kertas dan menelan salivanya kasar.


"Apa ini..?"


"Iya Tuan. Tes darah." Bella menoleh, melihat secarik kertas yang di bawa Daniel dan mengalungkan tangannya seerat mungkin.


"Aku tidak mau hiks.. Sudah ku bilang aku tidak mau di suntik." Rengek Bella lirih. Bulir air mata mengalir turun dan membasahi kemeja Daniel.


"Apa tidak ada cara lain Dok?"


"Tidak ada Tuan. Itu prosedur nya."


"Istri saya takut jarum suntik Dok." Daniel semakin tidak tega. Ingin rasanya dia mengantikan posisi Bella jika memang bisa.


"Hanya sebentar Nona, tidak akan terasa sakit seperti di gigit semut." Rajuk dokter Ira.

__ADS_1


"Kak Daniel kita pulang saja. Aku tidak mau. Aku mati saja jika di suntik." Fobia Bella pada jarum suntik berawal saat dia berumur 7 tahun. Saat itu dia tengah menunggu Ayahnya yang sedang sakit. Kebetulan dia tengah sendirian, sementara Ibu Bella pulang untuk membersihkan diri dan Bastian keluar untuk mencari makan.


Tiba-tiba saja terdengar kericuhan di depan, Bella yang notabenenya anak pemberani langsung beranjak untuk melihat. Dia melongok melihat seseorang yang berada di kamar seberang tengah di tangani dokter.


Pasien itu kejang-kejang tidak beraturan hingga dokter mengeluarkan jarum suntik dan memasukkannya pada selang infus. Seketika pasien itu berhenti bernafas di ikuti tangis para keluarga.


Braaaakkkkk!!!


Bella menutup pintunya cepat, berjalan ke arah Ayahnya. Wajahnya menegang ketika seorang Dokter dan dua suster masuk dengan membawa alat suntik. Bella berteriak untuk menghalau para dokter menyentuh Ayahnya. Dia tidak ingin Ayahnya akan bernasip sama dengan pasien yang berada di depan kamarnya.


Kala itu Dokter di buat binggung, beruntung Bastian segera datang untuk merajuk Bella. Apa bisa? Ternyata kedatangan Bastian tidak bisa membuatnya tenang. Bella semakin menggila hingga tidak sadarkan diri.


Beberapa hari setelah kejadian itu, Ayahnya di nyatakan meninggal dunia. Membuat fikiran Bella tentang jarum suntik semakin buruk. Kejadian yang sama juga terjadi ketika sang Mama masuk rumah sakit. Hingga menguatkan dugaan Bella, jika semua orang yang di suntik tidak akan panjang umurnya.


"Aku benar-benar akan mati Kak. Ayo pulang saja."


"Aku temani sayang." Rajuk Daniel sebenarnya tidak tega namun itu untuk kebaikan janin yang ada di dalam perut.


"Aku tidak mau hiks.. Kak Daniel jahat sekali bicara seperti itu." Daniel memberikan isyarat pada Dokter Ira untuk memberikannya sedikit waktu.


"Agar dia sehat dan bisa bertemu dengan kita 6 bulan lagi." Bella terdiam namun terdengar masih terisak. Sementara si asisten semakin terkagum-kagum dengan sosok Daniel. Bukan dari segi wajah tapi sikap Daniel Membuatnya terserang diabetes mendadak." Aku pastikan tidak akan terjadi apapun." Rajuk Daniel lagi.


Meskipun janin masih berumur 10 Minggu, tapi Bella sudah merasakan kehadiran calon bayi yang ada dalam perutnya. Ada rasa tidak sabar untuk bertemu meski dia tahu jika itu semua akan sulit.


Ini untuk dia.. Untuk dia.. Demi dia.. Calon anakku dan Kak Daniel..


"Aku tidak mau melihatnya." Jawab Bella lirih membuat Daniel tersenyum.


"Aku semakin mencintaimu. Terimakasih." Hati si asisten meleleh, begitupun Dokter Ira." Apa bisa di lakukan dengan posisi seperti ini Dok." Tanya Daniel ingin membiarkan Bella dengan posisinya sekarang.


"Bisa Tuan. Silahkan duduk." Daniel duduk dengan tubuh Bella di atasnya.


Dokter Ira menggeser tempat duduknya ke arah tangan Bella yang masih mengalung erat.


"Saya pinjam tangannya sebentar Nona." Pintanya tidak di dengarkan namun Dokter Ira masih menunggu.


Tangan Daniel terulur lalu menurunkan tangan Bella yang sudah pasrah dengan semuanya. Kepalanya di tenggelamkan pada leher Daniel dengan degup jantung yang meledak-ledak.


"Kak.." Eluhnya ketika sebuah alat di pasangkan pada lengannya.


"Tidak akan terjadi sesuatu."


"Harus mengepal seperti ini ya Nona, nanti jika saya bilang lepaskan, Nona harus melepaskan kepalan nya." Dokter Ira belum melanjutkan sebab Bella tidak merespon keterangan.


"Kamu mengerti sayang?" Tanya Daniel mengulang. Bella hanya mengangguk merasakan ketakutan luar biasa hingga suhu tubuhnya mendingin.

__ADS_1


Jarum suntik di arahkan lalu di masukkan pada otot aliran darah. Bella terpekik saat menyadari itu. Tangannya hampir di tarik, tapi untungnya Daniel menahan lengannya agar tidak bergerak.


"Ach!! Tidak!!! Kak Daniel aku akan mati lalu kau jadi duda dan menikah lagi!!! Aku tidak mau!! Sakit sekali!!! Lepaskan Kak!! Lepaskan!!!" Teriak Bella seraya bergerak tidak beraturan. Daniel kasihan tapi juga terkekeh mendengar omong kosong yang Bella lontarkan tadi.


Dokter Ira pun tersenyum begitupun si asisten. Mereka tidak pernah menangani kejadian seperti sekarang dan rasanya mereka mendapatkan hiburan di pagi hari.


Jarum suntik di cabut, seiring dengan tubuh Bella yang melemas. Dia mengigit pundak Daniel, mengekspresikan kekesalannya.


"Sudah selesai." Ucap dokter Ira tersenyum lega begitupun Daniel.


Bella tidak bergeming dengan sesegukan, seperti seorang anak kecil yang tidak di perbolehkan membeli mainan.


"Apa hasil langsung keluar Dok."


"Bisa Tuan tapi melihat Nona seperti ini. Jadi Tuan bisa pulang dahulu dan jika hasilnya sudah keluar biar asisten saya mengabari."


"Jadi buku pemeriksaannya?"


"Biar saya simpan dulu Tuan."


"Terimakasih Dok saya permisi." Daniel berdiri dengan tubuh Bella yang masih bergelayut.


"Sweet sekali ya Dok suaminya." Ujar si asisten membereskan alat untuk pasien selanjutnya.


"Hm Tuan Daniel memang terkenal baik tapi jika semanis itu, saya juga baru mengetahuinya."


"Tidak perlu tampannya Dok. Sifatnya saja sudah bersyukur saya."


"Tukar tambah saja Suami kamu." Si asisten terkekeh begitupun Dokter Ira." Sudah. Bawa darahnya ke laboratorium untuk di tes." Pintanya.


"Siap Dok." Si asisten mengambil darah darah Bella ke laboratorium untuk di periksa.


~Bersambung


Yang nulis saja guling-guling bacanya🤣🤣


Bagaimana bisa aku mengarang tulisan seperti yang di atas..


Maaf jika berlebihan🤭


Ingat ini hanya hiburan😂😂😂


Terimakasih dukungannya 🥰🥰


Jangan lupa mampir ke novelku yang baru🤭

__ADS_1


Wanita kesayangan Tuan Eldar...


Tinggal jejak ya 🤭 di tunggu kehadirannya 😁


__ADS_2