Mengejar Cinta, Istri Kecilku..

Mengejar Cinta, Istri Kecilku..
Bagian 81 Stefan!!!


__ADS_3


Happy reading 🥰


Trimester awal sudah di lalui. Kini Bella di izinkan untuk pergi meski tidak boleh terlalu sering. Bagian perut mulai sedikit membesar dengan nafsu makan yang tidak biasa.


Sejak awal kehamilan, Bella sangat jarang merasa mual bahkan bisa di bilang tidak pernah mual. Itu membuatnya bisa makan dengan nyaman dengan jumlah porsi yang lebih banyak.


"Kak aku lapar." Rengek Bella duduk di sofa ruangan, sementara Daniel duduk di sampingnya seraya menunggu kedatangan relasi siang ini.


Daniel menoleh, memasang senyumannya. Dia masih ingat jika Bella baru saja makan, bahkan bungkus makanan masih tergeletak di meja.


"Biar Putri yang membelikan ya."


"Tidak!" Tolak Bella cepat." Aku tidak mau pesan! Tidak mau Putri ataupun yang lainnya. Aku mau Kak Daniel yang membelikannya." Imbuhnya duduk memunggungi.


"Oke aku belikan di kantin perusahaan ya, sebentar."


"Aku mau ayam krispi yang biasa Kak Daniel beli." Bella memutar tubuhnya menghadap ke arah Daniel.


"Relasi ku datang sebentar lagi sayang. Bagaimana jika nanti kita beli sekalian pulang dan sekarang, aku belikan di kantin dulu." Daniel menarik nafas panjang, menyadari manik Bella yang mulai berkaca-kaca. Sungguh hati Bella berubah menjadi setipis tisu yang mudah terluka hanya dengan sebuah penolakan.


"Tidak jadi lapar!" Bella bergegas berdiri.


"Mau kemana." Segera saja Daniel ikut berdiri.


"Pulang! Urusi relasi mu tidak perlu mengurusku!! Hiks." Isak Bella mendorong dada Daniel dan menolak rangkulannya." Kau bilang harta tidak penting. Jabatan! Kedudukan! Tapi kau menolak keinginanku hanya karena relasi. Mana buktinya katanya aku lebih penting dari segalanya." Daniel mendekap tubuh Bella, tidak memperdulikan dengan penolakan yang Bella tunjukkan.


"Iya maaf sayang." Dia menangis lagi.. Sudah lima kali dia menangis sejak tadi pagi...


"Maaf terus.. Maaf lagi ... Kak Daniel jangan menyentuhku! Aku malas!!" Daniel tidak melepaskan dekapannya hingga Bella menyerah dan melemaskan tubuhnya.


"Ampuni aku sayang. Jangan malas padaku. Oke ku belikan. Pertemuannya bisa di tunda."


"Hm sekalian pulang." Jawab Bella sudah tersenyum lagi namun jawabannya membuat Daniel kembali merasa di lema.


"Oh ku antarkan pulang lalu aku kembali ke sini."


"Tidak. Kita pulang. Kita Kak. Bukan aku saja."


"Bagaimana dengan pertemuannya sayang." Tanya Daniel lirih.


"Kak Daniel tidak dengar aku bicara tadi?" Daniel tersenyum aneh dan lebih memilih berpura-pura tidak mendengar daripada Bella kembali menangis.


"Iya sayang. Kamu bilang apa tadi?"


"Kita pulang, aku mengantuk."


Ahh Tuhan.. Tentu saja hehe.. Aku semakin tidak sabar bertemu dengan si kecil yang sangat membuat Bella ku semakin menggemaskan..


Tok..Tok...Tok ..


"Masuk." Bella mengeratkan pelukannya seraya mendongak menatap Daniel.


"Mereka sudah tiba Tuan." Ucap Lucas seraya membawa berkas di tangan. Matanya melirik ke arah tangan Bella yang seolah mengunci.


"Aku tidak bisa Lucas. Ada hal nomer satu yang harus ku urus." Lucas tersenyum seraya mengangguk." Sampaikan salam ku pada mereka." Imbuh Daniel.


"Baik Tuan. Permisi." Lucas kembali menutup pintu seiring dengan tangan Bella yang merenggang.


"Bagaimana jika tidur di sini sayang."


"Aku tidak bodoh Kak. Aku tidur lalu kau pergi ke relasi itu kan. Pulang ya pulang." Daripada harus membuat hati Bella kembali buruk, Daniel lebih memilih tidak banyak bicara dan segera mengiring Bella untuk keluar ruangan.


Setibanya di lobby, terdengar kericuhan yang berasal dari pintu masuk. Lisa marah-marah karena posisinya sudah di gantikan oleh orang lain. Sehingga satpam berusaha menyeretnya keluar.


"Sebaiknya Non Lisa pulang saja." Ucap satpam.


"Tidak bisa begini Pak. Saya sudah bertahun-tahun kerja di sini tapi malah di perlakukan tidak adil."


"Kau liburan hei Lisa! Aku sudah ke rumahmu tapi kau tidak ada." Jawab teman Lisa yang kini menduduki posisi Lisa.


"Pak Daniel!!" Teriak Lisa meminta bantuan." Tolong saya Pak. Kenapa posisi saya di duduki orang lain?" Protes Lisa ingin menuntut keadilan.


"Itu karena kau menggoda Suamiku." Jawab Bella membuat semua orang melihat ke arah Lisa termasuk Daniel.

__ADS_1


"Menggoda Pak Daniel maksudnya?" Tanya staf lainnya.


"Iya. Dia memang pantas di keluarkan." Jawab Bella mengangguk-angguk.


"Astaga Lisa. Ck ck ck.."


"Pak Daniel tolong bilang jika itu tidak benar. Tolong beri saya perkerjaan lagi." agar aku bisa menikmati ketampanan Pak Daniel setiap harinya..


"Sayang kasihan dia, biar ku berikan perkerjaan lain. Bukankah aku jarang ke perusahaan?"


"Beri saja lalu pergi bersamanya jangan bersamaku!!" Jawab Bella tegas.


"Oke.. Oke.. Maaf em Lisa, urus pesangonmu ke Bu Eka biar semua di siapkan."


"Aku mau perkerjaan Pak bukan pesangon."


"Cari di tempat lain. Ayo sayang." Daniel melanjutkan langkahnya bersama Bella yang sempat menjulurkan lidahnya ke arah Lisa.


"Pak! Pak Daniel." Teriak Lisa ingin menyusul namun di sergap cepat oleh satpam.


"Sebaiknya Non Lisa pergi daripada saya berbuat kasar."


Sial!! Sial!!! Kenapa aku kemarin liburan sih!! Agh!! Daniel ku!!!


Di mobil...


"Kapan dia akan bergerak ya Kak." Bella mengusap perutnya lembut seraya menatap lurus ke depan.


"Aku tidak tahu sayang, tapi dia sudah tumbuh besar." Daniel mengulurkan tangannya dan ikut mengusap perut Bella." Besok kan kita periksa, kita bisa bertanya pada dokter soal itu." Bella memegang jemari Daniel agar tidak mengangkat tangannya.


"Laki-laki atau perempuan Kak."


"Terserah Tuhan memberikan apa, asal kamu dan dia sehat. Kalau kamu bagaimana?" Tanya Daniel kembali.


"Laki-laki lalu perempuan, seperti aku dan Kak Bastian."


"Dua saja tidak cukup sayang. Kita buat rumah kita ramai nantinya. Tidak memiliki saudara itu sangat kesepian. Aku tidak ingin anakku merasakan hal yang sama denganku."


"Iya Kak. Jika aku mampu pasti akan ku beri."


"Makan di sini dan di bungkus Kak."


"Oke siap sayang." Hehe padahal tadi sudah makan sebanyak itu tapi masih saja ingin makan lagi dan lagi..


Keduanya berjalan beriringan masuk, Daniel menggeser sebuah kursi dan menyuruh Bella duduk di sana sementara dia memesan makanan.


"Tunggu di sini."


"Jangan lama-lama Kak." Tangan Bella mulai memegang jemari Daniel erat.


"Tidak antri jadi pasti sebentar."


"Hmm.." Bella menunjuk kening. Daniel tersenyum dan menempelkan bibirnya di sana." Jangan nakal-nakal, aku melihatnya dari sini." Imbuhnya masih tidak juga melepaskan genggaman tangannya.


"Iya. Lepas dulu."


"Iya ini di lepas." Bella mencium punggung tangan Daniel sedikit lama sehingga membuat Daniel cukup lama berdiri.


"Sudah?"


"Iya. Bye Kak Daniel. Hati-hati ya." Daniel terkekeh bahkan orang di sekitar ikut tersenyum.


"Aku akan berhati-hati agar tidak menabrak kursi nantinya."


"Cium jauh dulu Kak." Tanpa bertanya, Daniel melakukan apa perintah Bella.


"Muach sayang."


"Muach Kak. Cepat Kak, lama sekali." Tarikan nafas berhembus dengan kaki melangkah ke arah kasir untuk membuat pesanan. Sesekali Daniel menoleh, bahkan melambai padahal jarak keduanya hanya sekitar lima meter.


Aku benar-benar kembali muda..


Saat Daniel fokus pada pesanan, Bella tidak sengaja menangkap sesuatu yang selalu di ingatnya hingga sekarang.


"Stefan!!" Gumamnya memicingkan mata melihat Stefan tengah berbincang hangat dengan seorang wanita. Awas ya!!!

__ADS_1


Bella beranjak dari tempat duduknya, berjalan menghampiri Daniel.


"Kak aku ke toilet sebentar."


"Ku temani."


"Tidak Kak. Aku sendiri saja."


"Hati-hati ya."


"Hm.." Bella melangkah menuju meja Stefan untuk mendengarkan obrolan.


"Tidak perlu kuliah, langsung menikah saja. Bukankah wanita itu kodratnya menjadi seorang Ibu." Rayu Stefan. Itu rayuan yang sama sehingga membuat emosi Bella berada di ubun-ubun.


"Oh bagus ya!!!" Ucap Bella tengah berakting. Semua menatap ke arahnya tidak terkecuali Daniel." Kau menghamili aku dan sekarang merayu gadis ini!!" Stefan melebarkan matanya dengan wajah geram.


"Kau siapa?!!" Tanya Stefan kesal.


"Hei gadis! Jangan mau dengannya!! Dia buaya buntung yang tidak bermodal!"


Plaaaaaakkkkkk!!!


Si gadis langsung melayangkan tamparan pada Stefan.


"Aku tidak mengenalnya sayang."


"Kau tidak mengenalku Stefan!!" Sahut Bella menimpali.


"Dasar brengsek!!!" Si gadis langsung melangkah pergi, saat Stefan akan mengikutinya tangan Bella menarik kerah baju belakangnya dan menghempasnya hingga terduduk di lantai.


"Apa yang terjadi sayang." Tanya Daniel binggung.


"Dia yang sudah membawa lari ATM ku dulu Kak!!" Tunjuk Bella kasar.


Mata Stefan kembali melebar, dia baru mengingat siapa Bella saat Bella menjelaskan soal ATM.


Mampus aku ketahuan...


Cepat-cepat dia berdiri dan hendak melarikan diri, namun hantaman tangan Daniel melumpuhkannya hingga Stefan kembali terkapar.


"Ampun ampuni aku." Rengek Stefan menangis." Aku akan mengembalikan uangnya." Imbuhnya meringkuk.


"Bukan masalah mengembalikan! Aku tidak mau kau menipu orang lain lagi."


"Stefan!!!" Teriak seseorang yang berdiri di belakang Bella." Kembalikan uangku!!" Imbuhnya.


"Ada apa ini?" Tanya satpam yang baru saja datang.


"Dia menipuku Pak!!" Tunjuk wanita itu kasar ke arah Stefan.


"Ada buktinya Non, jangan asal menuduh."


"Ada!! Seret dia ke kantor polisi?!!" Stefan di tarik kasar, di ikuti oleh wanita yang baru saja datang.


"Seharusnya tadi bilang padaku." Protes Daniel merangkul kedua pundak Bella.


"Aku kesal Kak, sangat kesal."


"Ibu hamil tidak boleh kesal. Biarkan dia di urus wanita tadi dan sekarang kamu makan." Bella masih menatap ke arah Stefan meski Daniel menggiring menuju mejanya.


"Dia akan di hukum kan Kak?"


"Tentu saja sayang."


"Aku mau makan di rumah saja." Keinginan Bella kembali berubah padahal makanan sudah tersaji di meja. Daniel terkekeh dalam hati, tanpa berprotes dia mengambil kedua nampan di atas meja dan menyuruh para pegawai membungkus nya.


Sehat terus Nak.. Papah tidak masalah jika harus memenuhi semua keinginan mu..


~Riane


Mungkin sudah mau aku tamatin ya😭😭😭


Mampir ke ceritaku yang baru... Wanita kesayangan Tuan Eldar..


Aku pastikan tidak kalah seru..

__ADS_1


Terimakasih dukungannya 🥰


__ADS_2