Mengejar Cinta, Istri Kecilku..

Mengejar Cinta, Istri Kecilku..
Bagian 84 Welcome Demian


__ADS_3


Happy reading 🥰🥰


Dengan wajah tegang, Daniel menyerbu Dokter Ira yang baru keluar dari ruang ICU.


"Bagaimana keadaan istri saya Dok?" Tanya Daniel tidak sabar.


"Atas izin Tuhan, istri anda baik-baik saja Tuan. Dia sudah melewati masa kritisnya. Jika Nona Bella sudah sadar baru anda di persilahkan masuk."


"Terimakasih Dok."


"Sama-sama Tuan Daniel."Dokter Ira melangkah pergi. Pak Salim menghampiri Daniel dan memeluknya erat.


"Sudah Ayah katakan. Jika dia masih milikmu, semuanya akan baik-baik saja." Daniel hanya tersenyum sesekali mengusap air matanya yang jatuh karena merasa terharu.


.


.


Satu jam kemudian, Bella menyipitkan matanya. Mengedarkan pandangannya ke sekitar.


"Egh!!" Rintihnya merasakan nyeri pada luka sayatan di perut.


Dua orang suster segera melakukan pemeriksaan. Setelah melihat semuanya normal, selang bantuan pernafasan di lepas juga semua alat yang terpasang pada bagian tubuh Bella. Sementara suster yang lain memberitahu anggota keluarga.


"Anakku mana." Tanya Bella lirih.


"Anak anda baik Nona. Nanti jika Nona sudah di pindahkan ke ruangan perawatan. Nona akan bertemu dengannya."


Cklek...


Pintu terbuka, Daniel berjalan menyerbu dan berdiri di samping pembaringan.


"Hai sayang.." Sapa Daniel dengan raut wajah bahagia. Dia sangat bersyukur melihat istri kecilnya membuka mata." Bagaimana keadaanmu." Imbuhnya menunduk sejenak dan menempelkan bibirnya pada kening Bella.


"Anak kita bagaimana Kak." Bella tidak menjawab pertanyaan Daniel dan malah tidak sabar ingin bertemu anaknya.


"Dia baik dan sehat. Anak kita laki-laki, dia ada di ruangan bayi. Bagaimana keadaanmu?"


"Perutku terasa panas." Dokter Ira masuk dan memeriksa keadaan Bella. Menyuntikkan beberapa cairan pada selang infusnya. Bella berpaling, seraya menyeringai, merasakan cairan itu begitu panas melewati otot-otot saluran darahnya.


"Kamu lebih berani sekarang." Puji Daniel untuk menghibur.


"Aku berusaha berani."


"Setelah ini Nona Bella sudah bisa di pindahkan ke ruangan perawatan." Daniel tersenyum lega, meski dia masih tidak tega saat melihat kantung darah yang tergantung.


.


.


"Sus mana anakku." Tanya Bella untuk kesekian kali, padahal ranjangnya baru saja tiba di ruang perawatan.


"Baik Nona, sebentar saya bawa ke sini." Rasanya sungguh di luar dugaan, luka sayatan yang ada di perut tidak membuat Bella merintih kesakitan seperti apa yang Daniel bayangkan.


Apalagi saat terdengar suara kereta bayi di dorong ke ruangannya, membuat kesakitan Bella musnah dan terbayar dengan hadirnya buah hati.


"Bayi yang tampan astaga." Puji suster mengidolakan bayi yang saat ini tengah berada di gendongannya." Bertemu Mama ya sayang." Dengan lembut suster meletakan bayi di samping Bella.

__ADS_1


"Demian ku." Gumam Bella.


"Demian?" Tanya Daniel lirih. Sebelumnya keduanya belum menyiapkan nama namun ternyata Bella langsung memanggil nya dengan nama itu.


"Hm Demian anak kita. Kamu setuju Kak."


"Nama yang bagus sayang." Pak Salim masuk, tersenyum lega, melihat menantu dan cucunya baik-baik saja.


"Makan dulu Nak, sejak kemarin kamu belum makan." Pinta Pak Salim meletakan kotak makanan pada meja.


"Kak Daniel belum makan?" Tanya Bella lirih, sebab luka sayatan terasa sangat panas.


"Bagaimana bisa aku makan jika kamu sedang berjuang seperti itu."


"Sekarang semua sudah selesai, sebaiknya kamu makan dulu." Sahut Pak Salim berjalan menghampiri keduanya.


"Makan Kak, nanti sakit."


"Sebentar sayang."


"Nah pasti. Kalau di suruh melawan terus." Protes Bella membuat Daniel tersenyum.


"Iya aku makan." Daniel menunduk dan mencium Bella juga Damian lalu berjalan menuju sofa untuk makan.


"Cucu Ayah." Pak Salim tersenyum, tangannya terangkat dan menyentuh kening Damian dengan ujung jarinya." Sudah di siapkan namanya?" Tanya Pak Salim.


"Demian Yah."


"Nama yang bagus. Terimakasih Nak Bell, sudah memberikan kebahagiaan untuk Ayah juga Daniel."


"Ayah bicara apa sih?"


"Ayah hanya bisa berkata terimakasih. Ini keinginan Ayah sejak dulu. Melihat Daniel memiliki keluarga kecil dan bahagia. Boleh Ayah gendong?"


"Selamat Pak Daniel." Ucap Andra tersenyum melihat seorang bayi berada di gendongan Pak Salim.


"Tangan saya kotor."


"Pak Daniel lanjut makan saja. Saya hanya mau menyampaikan jika Tuan Joy dan Nona Nara tidak bisa datang dalam waktu dekat ini."


"Apa yang terjadi?" Tanya Daniel ingin tahu.


"Cuaca buruk sehingga bandara di tutup sementara."


"Tapi mereka baik-baik saja kan."


"Sangat baik Pak. Mereka memutuskan untuk kembali daripada terjadi sesuatu yang tidak di inginkan." Jawab Andra menjelaskan.


"Sebisanya saja Om, jangan terlalu di paksa." Sahut Bella ikut merasa khawatir.


"Iya Nona."


Hadirnya Demian, membuat Daniel dan Bella sedikit repot. Keduanya yang tidak seberapa tahu soal mengurus anak sering melakukan panggilan pada Pak Salim ataupun Nara jika ada sesuatu yang harus di tanyakan.


"Apa tidak sebaiknya kita pakai jasa baby sister sayang?" Tawaran seperti sekarang kerapkali Daniel lontarkan. Bukan tanpa alasan dia berkata demikian. Daniel merasa kasihan pada Bella yang terlihat begitu lelah seperti sekarang.


"Tidak Kak." Dengan perlahan Bella meletakan Demian pada box bayi setelah semalaman penuh Demian menangis dan rewel.


"Kamu lelah sekali kelihatannya." Daniel mengusap pipi Bella lembut.

__ADS_1


"Iya sedikit." Bella menyerbu Daniel dengan sebuah pelukan erat." Tapi aku menikmati nya." Imbuh Bella lirih.


Daniel mengangkat tubuh Bella dan membaringkannya di atas tempat tidur.


"Kamu istirahat sekarang. Maaf sayang, aku mungkin terlalu lelah jadi aku tidak mendengar Demian menangis." Bella memiringkan tubuhnya seraya tersenyum. Membawa tubuh Daniel ikut serta, untuk mendapatkan sedikit kekuatan dari sana.


"Syuuuuutttttt jangan berisik Kak. Apa Kak Daniel ada rapat hari ini?" Tanya Bella menenggelamkan kepalanya pada leher Daniel.


"Tidak ada. Kamu tidur saja, biar Demian aku urus."


"Lalu siapa yang mengurus aku." Jawab Bella berbisik membelai telinga Daniel.


"Hm lalu?"


"Demian jadi urusanku dan Kak Daniel mengurusku, adil kan."


"Aku mengurus kalian berdua." Bella mengangkat kepalanya dan Daniel langsung melahap bibirnya. Tubuh Bella merapat sebab dia sudah kembali seperti dulu. Selalu lupa diri dan terbawa hasrat seperti sekarang." Kapan kamu bersih sayang?" Daniel mengusap lembut paha terbuka Bella yang tengah berada di atas kakinya.


"Tinggal sepuluh hari lagi Kak." Jawab Bella dengan deru nafas berat." Jangan di lepas." Bella tersenyum merasakan milik Daniel sudah menegang.


"Ini sudah hampir dua bulan." Runtuk Daniel ingin memasukkan miliknya sekarang juga, apalagi Bella selalu saja memberikan rangsangan yang mengoyak pertahanannya seperti sekarang.


"Kemarin tidak masalah, kenapa sekarang begini."


"Ada Demian di dalam." Bella terkekeh kecil lalu menuntun tangan Daniel untuk menyentuh miliknya." Ah sayang. Kamu sudah siap." Segera saja Bella berbalik badan lalu memeluk guling di sampingnya erat.


"Aku mengantuk Kak." Godanya seraya tersenyum.


"Kamu membangunkan dia sayang, bagaimana kamu bisa bicara itu sekarang." Daniel mencoba melepaskan guling dari tubuh Bella namun sedikit sulit.


"Kak Daniel, jangan berisik." Bisik Bella tersenyum kecil.


"Demian akan ku tidurkan nanti, tapi beri aku itu." Bella menahan tawa ketika Daniel berhasil menyingkirkan guling dari tubuhnya dan melemparkannya sembarangan hingga menimbulkan suara bising.


Oeeekkk... Oeeeekkkk...


"Mama datang sayang." Harapan Daniel pupus sudah. Dia duduk lemah seraya menatap ke arah Bella yang kembali mengendong Demian.


Lucu sekali melihat Kak Daniel hehe.. Aku akan memberikannya setelah ini Kak..


~Bersambung..


Hehehehe mau di tamati malah yang komen bilang lanjuuuuuuut!!!


Aku jadi pusing sampe guling guling 🤣🤣🤣🤣🤣


Mampir ke novel sebelah yuk.. Aku akan pakai visual Cha Eun Wo lagi..


Cus di tunggu jejaknya 😁


WANITA kesayangan Tuan Eldar..


Meskipun cerita soal rumah tangga, tapi ceritanya lebih fokus pada Eldar yang harus berusaha merebut hati Alisha, yang merupakan istri dari Tama, si keong racun.


Tentu tidak akan mudah untuk Eldar sebab Alisha bukan wanita yang gampang tergoda apalagi status pernikahan masih mengikat..


Bagaimana kelanjutannya?


Intip sendiri langsung saja😁😁

__ADS_1


Terimakasih dukungannya 🥰🥰🥰


Love you all 🥰😍


__ADS_2