
Happy reading 🥰🥰🥰
Hampir 24 jam Demian terus saja rewel. Seolah dia sedang mengerjai Daniel yang setengah mati menahan hasratnya.
Bella tersenyum, menatap Daniel tengah mengendong Demian dan melantunkan lagu lirih seperti saat dia menidurkannya dulu. Sesuai bayangan, Daniel sangat pengertian dan memahami kesibukan baru Bella sekarang. Dia kerapkali menggantikan Bella seperti sekarang, bahkan rela meninggalkan perusahaan demi bisa membantu Bella menjaga Demian.
Daniel melirik jam dinding yang tergantung menunjukkan pukul sembilan malam. Dia melihat ke arah Bella yang tengah berbaring seraya melihat ke arahnya.
Ingin rasanya dia berada di sana, mencumbu Bella agar dia mendapatkan jatahnya namun, Demian seolah tidak ingin Daniel melakukan itu.
"Biar ku gantikan Kak." Bella kembali duduk namun Daniel melarangnya dengan bahasa isyarat. Dia memutar tubuhnya dan menunjukkan jika Demian sudah kembali menutup matanya.
Bella tersenyum dan kembali berbaring. Sementara Daniel dengan lembut meletakan Demian ke dalam box bayi. Bibirnya tersenyum lega lalu menghampiri Bella tanpa suara dan menindih tubuhnya tanpa aba-aba. Seolah Daniel tahu jika waktu yang di berikan Demian akan sangat singkat.
Daniel melepaskan kaos yang di pakai dan menarik lembut dress Bella lalu melemparkannya sembarangan.
Bella tersenyum menantang, membuatnya langsung mencumbu leher dengan kedua tangan yang sibuk melepas pengait bra.
Tangan kanannya terulur ke atas, menyentuh bibir Bella agar dia tidak mengeluarkan rintihan yang membuat Demian bangun.
"Egh.." Bella mengigit jari telunjuk Daniel saat merasakan kedua gundukan miliknya di manjakan.
Tubuh Bella mengelinjang, merapat erat, merasa tidak sabar. Daniel melepaskan celananya dan siap memasukkan miliknya. Kepalanya menunduk, untuk memposisikan miliknya dan mendorongnya hingga masuk sempurna.
"Ah hangat sekali." Lenguhnya mulai bergerak.
Gerakan yang sedikit brutal, hingga ranjang ikut berdecit. Bella mulai terbawa hasrat, melupakan Demian yang tengah tidur. Dia menginginkan gerakan yang lebih cepat lagi. Tangannya menekan-nekan pinggang Daniel dengan bibir setengah terbuka dan nafas terbuang kasar.
"Emm egh Kak.." Ucap Bella di tengah tumbukan Daniel yang semakin menggila. Keduanya benar-benar lupa, ada bayi yang harus di jaga. Hingga erangan saling bersahutan menggema memenuhi ruangan.
Oeeeekkkk... Oeeeekkkk... Oeeeekkkk...
Keduanya menoleh, menyadari jika Demian terganggu dengan kegaduhan yang mereka buat.
"Sebentar Kak." Bella akan beranjak namun tentu saja Daniel tidak memperbolehkannya.
__ADS_1
Oeeeekkkk... Oeeeekkkk... Oeeeekkkk...
"Biarkan saja sayang.. Ahh terus bergerak." Daniel menaikturunkan pinggang Bella yang tengah berada di atasnya.
"Kasihan Kak."
"Dia hanya sedikit manja seperti dirimu. Cepat selesaikan sayang." Daniel kembali menindih Bella, menggerakkan miliknya cepat dan tidak beraturan. Membuat Bella memejamkan mata, merasakan kenikmatan yang sudah lama tidak di rasakan.
Erangan bercampur aduk dengan tangisan Demian, menggema di seluruh ruangan dan berakhir ketika Daniel mendapatkan pelepasannya. Keduanya masih sempat berciuman meski tangisan Demian terdengar semakin nyaring.
"Ouch... Mama datang sayang. Bella meraih dress-nya yang tergeletak dan memakainya sembarangan. Dia mengangkat tubuh kecil Demian lalu duduk di pinggiran tempat tidur untuk memberikannya asi.
"Kamu harus berbagi sayang." Gumam Daniel melihat Demian kembali diam setelah menyusu." Ini milik Papa." Daniel membelai gundukan kanan Bella yang bergantung.
"Egh Kak." Daniel menunduk dan melahap bibir Bella dengan tangan yang masih aktif bermain." Dia tidak akan tidur jika Kak Daniel begini." Eluh Bella kembali terangsang.
"Kita lakukan setelah dia tidur." Daniel mengakhiri ciuman panasnya dengan kecupan singkat." Bersandar di sini agar kamu tidak lelah." Dia memposisikan tubuh Bella agar bersandar padanya.
"Lihatlah Kak, dia tampan seperti kamu." Gumam Bella menatap fokus pada Demian yang mulai memejamkan matanya lagi.
"Hmm sayang." Daniel malah sibuk menyingkirkan rambut panjang Bella lalu menempelkan bibirnya pada pundaknya.
"Emmm ah Kak.." Bella memundurkan tubuhnya lagi dan lagi tanpa perduli pada Demian yang merasa terusik.
"Letakkan dia dulu sayang, satu kali lagi. Aku masih ingin.." Pinta Daniel dengan nafas berat khasnya.
"Dia belum tidur dengan nyenyak Kak." Tangan Daniel terulur, mengusap lembut milik Bella tanpa penghalang. Darahnya berdesir, seiring bibirnya yang mendesis.
Hingga Daniel merasa tidak tahan dan melakukan suatu kegilaan. Daniel menurunkan celananya dan mengangkat tubuh Bella, memposisikan miliknya yang kembali di masukkan.
"Ini nikmat sekali sayang, aku tidak bisa berhenti." Daniel kembali menumbuk. Tangan kanannya terulur untuk menahan tubuh Demian agar tidak terlepas dari delapan tangan Bella yang mulai melemah karena perbuatannya.
Bella melemaskan tubuhnya, membiarkan Daniel bermain di bawah sana sementara Demian malah terlelap karena gerakan Daniel sekarang.
"Setelah ini, kamu harus mengikuti program keluarga berencana sayang. Aku tidak ingin kamu hamil lagi. Sudah cukup Demian saja." Ucap Daniel setelah pelepasan kembali di dapatkan. Dia mengangkat tubuh Bella lalu mendudukkannya sementara dia menaikkan celananya dan beralih membersihkan milik Bella.
"Aku mau hamil lagi tapi menunggu Demian besar." Bella yang sudah tidak memiliki rasa canggung, membiarkan Daniel membersihkan miliknya dengan tisu.
__ADS_1
"Tidak sayang. Aku tidak tega melihatmu seperti kemarin. Demian saja sudah cukup." Daniel duduk di samping Bella seraya membereskan baju dalam yang tergeletak dan memangkunya.
"Dia akan kesepian jika tidak memiliki saudara."
"Ada aku dan kamu, dia tidak akan kesepian." Daripada harus mempertaruhkan nyawanya seperti kemarin. Akan lebih baik aku mengurungkan niat untuk memiliki banyak anak.
"Aku ingin lagi Kak. Aku ingin hamil lagi dan memberikan Demian Adik." Jawab Bella tidak bisa di ganggu gugat.
"Aku hanya takut kehilanganmu.".
"Aku tidak akan kemana mana."
"Tidak sayang. Demian sudah cukup."
"Aku bilang mau hamil lagi." Daniel menarik nafas panjang seraya tersenyum. Dia masih tidak bisa menolak apapun keinginan Bella.
"Hm oke. Satu lagi saja." Tapi aku berharap Tuhan tidak memberikan anak lagi. Aku sangat takut kehilangannya...
"Iya Kak. Aku akan memindahkannya." Bella berdiri lalu meletakkan Demian ke box bayi dengan perlahan.
"Sebaiknya kamu mandi, biar aku yang menjaga." Daniel merengkuh tubuh Bella dari belakang seraya menunduk dan kembali menciumi lehernya.
"Lalu Kak Daniel sedang apa sekarang?"
"Mungkin saja sebelum mandi kau mau memberikannya lagi." Bella tersenyum kecil, memutar tubuhnya saling berhadapan.
"Aku sedikit lemas Kak, bukanlah kamu tahu semalam aku tidak tidur dan sekarang sudah pukul sepuluh malam." Daniel menarik nafas panjang seraya melirik jam dinding yang tergantung.
"Ya sudah. Cepat mandi, biar Demian ku jaga dulu."
"Besok ku berikan lagi." Bella menjinjit dan mencium pipi Daniel sejenak sebelum akhirnya berjalan masuk ke kamar mandi.
Kejadian seperti sekarang terus saja terulang. Bercinta di tengah tangisan Demian, menjadi kebiasaan baru untuk keduanya.
~Bersambung
Adegan di atas hanya boleh di lakukan bersama misua ya🤤🤣🤣
__ADS_1
Terimakasih dukungannya 🥰