
Happy reading 🥰🥰🥰
Bella tersenyum begitupun Daniel, melihat pergerakan pada janin yang ada di dalam perut. Semuanya sudah terbentuk sempurna sebab umur janin menginjak 7 bulan.
"Apa jika sudah begini boleh berhubungan intim Dok." Tiba-tiba saja Daniel melontarkan pertanyaan tersebut.
Seminggu ini hujan selalu turun, membuat hasratnya kian membesar namun mampu dia kendalikan karena tidak ingin terjadi sesuatu dengan calon anaknya.
"Sejak awal memang boleh di lakukan asal pelan-pelan. Si janin nanti akan tersenyum jika Mamanya merasa senang." Bella menatap ke arah Daniel dan baru menyadari jika sudah berbulan-bulan dia tidak memberikannya jatah.
Kak Daniel tidak pernah minta jadi aku lupa...
"Jadi boleh Dok?"
"Boleh Tuan." Senyum Daniel merekah seraya membantu Bella untuk duduk.
Syukurlah... Semoga istriku bisa memberikannya padaku..
Astaga.. Apa selama ini Pak Daniel tidak pernah meminta jatah pada istrinya? Luar biasa. Sangat jarang lelaki bisa menahan hasrat selama itu...
NB. Mirip kyk suamiku sendiri😄karena kandungan lemah, aku tidak bisa melayani hingga 10 bulan lebih🤭Tapi, eh ternyata dia kuat🤣🤣🤣kisah ini ku bumbui dengan kisah nyata😁🙏meski hanya secuil🥰🥰
Setelah pemeriksaan selesai, keduanya berjalan beriringan menuju parkiran dengan di iringi gerimis yang mulai turun.
Hujan lagi... Eluh Daniel dalam hati.
Kedua tangan Bella melingkar erat dan sesekali mendongak menatap ke arah Daniel masih dengan wajah hangatnya.
"Kak maafkan aku." Ucapnya lirih.
"Maaf untuk apa?" Daniel melepaskan jaketnya untuk tameng Bella agar tidak terkena butiran gerimis.
"Tidak pernah memberikan itu."
"Hehe.. Tidak apa sayang. Em hanya saja, hujan tidak mendukung niatku untuk tidak meminta. Aku berjanji hanya satu kali, untuk obat rindu." Daniel membuka pintu mobil dan Bella pun masuk. Dia menutup pintu pelan dan segera masuk mobil lewat sisi lainnya sebab hujan semakin lebat." Sepertinya kita tidak bisa langsung pulang sayang." Setelah melihat butiran hujan, Daniel mengalihkan pandangannya ke arah Bella.
"Kak Daniel tidak pernah meminta itu jadi aku lupa." Secepat kilat Bella naik ke pangkuan Daniel dengan kedua kaki terbuka. Perutnya yang membesar, membuat tubuhnya tidak bisa menempel seerat biasanya.
"Jika kamu tidak berselera mau bagaimana lagi sayang. Aku juga melakukan itu demi calon bayi kita. Lalu, apa yang kamu lakukan sekarang."
__ADS_1
Bella mulai membuka kancing kemeja Daniel dan mengusap apa yang ada di dalamnya.
"Ini terlalu sempit sayang, jangan di sini." Daniel menelan salivanya kasar. Hasratnya seketika meronta. Dia menahannya sekuat yang dia mampu tapi jika seperti ini ceritanya, dia tidak akan mampu menolaknya.
"Bukannya Kak Daniel suka dengan sesuatu yang sempit dan sepertinya hujannya akan lama Kak." Jawab Bella mulai mendekatkan wajahnya dan mencium lembut bibir bawah Daniel.
Buat aku berselera melakukan ini Tuhan. Kasihan suamiku...
Daniel membalasnya, dengan degup jantung tidak beraturan. Dia sungguh merindukan saat seperti sekarang hingga dengan cepat dress longgar Bella di tanggalkan.
"Kak.."
"Hm sayang." Ciuman Daniel mulai turun ke leher dan pundak depan. Kedua tangannya terulur untuk melepaskan pengait bra.
Tak!!!
Pengait terlepas, Daniel dengan bebas bermain dengan bibir hangatnya tidak perduli dengan kendaraan yang berlalu lalang di sekitar.
"Jangan terlalu banyak bergerak sayang." Pinta Daniel menekan paha Bella.
"Egh.." Lenguhnya menikmati permainan bibir Daniel. Pemanasan yang terlalu singkat. Daniel tidak sanggup menahannya lagi hingga dia cepat-cepat membuka sabuk yang melingkar di pinggang lalu menurunkan celananya.
"Maaf sayang." Sebelum memasukkan miliknya, Daniel lebih dulu mengusap perut Bella untuk meminta izin." Emmmm ahh.." Lenguh Daniel memasukkan miliknya begitu pelan. Ingin rasanya dia menekan itu masuk namun nyatanya dia hanya memasukkan miliknya sebagian saja.
Bella memberi rangsangan, agar Daniel cepat mendapatkan pelepasannya. Kepalanya di condongkan meski sangat susah karena perut besarnya. Bibir mungilnya menempel di leher Daniel, mencumbunya dengan rintihan-rintihan yang sanggup membuat Daniel bersemangat.
Cepat Kak.. Rasanya aku ingin menendang mu menjauh. Ini menjijikkan!!! Umpat Bella dalam hati. Dia mencoba menahan rasa aneh yang menjalar hingga Daniel melenguh panjang dan mendapatkan pelepasannya.
"Aaaaachh Kak.." Teriak Bella mengigit pundak Daniel.
"Kenapa?"
"Lepaskan! Lepaskan!! Ini menjijikkan!!" Umpat Bella tidak bisa menahannya lagi.
Daniel tersenyum dan segera mengangkat tubuh Bella. Segera saja Bella duduk tegak lalu meraih tisu untuk membersihkan miliknya.
"Aku jijik! Maafkan aku." Ucap Bella berulang-ulang.
"Aku yang minta maaf sayang." Daniel menaikkan celana dan resletingnya lalu memiringkan tubuhnya untuk membantu Bella membersihkan.
"Itu aneh. Sangat aneh. Aku tidak berbohong."
__ADS_1
"Aku tidak menyebutmu berbohong. Jika tidak berselera kenapa di lakukan."
"Bukankah itu kewajiban ku Kak. Biar aku yang memakai, ayo pulang aku mau membersihkan ini di rumah." Daniel meletakan baju dalam Bella dan segera melajukan mobilnya menerobos hujan.
Bella hanya memakai dress miliknya dan baju dalamnya di biarkan tergeletak. Dia menoleh dan menatap wajah Daniel yang mungkin merasa kecewa dengan ucapannya tadi.
"Aku tidak bermaksud bilang Kak Daniel menjijikkan tapi ini rasanya sangat aneh Kak..."
"Hehe.. Aku mengerti sayang. Terimakasih ya sudah menahannya hingga selesai." Daniel tersenyum dengan mata sipitnya. Dia bahkan bersenandung lirih karena merasa bahagia dengan percintaan singkatnya tadi.
"Akan ku berikan setelah melahirkan." Ucap Bella lirih.
"Siap sayang. Dua bulan lagi kita bertemu dengannya. Aku tidak sabar, sangat tidak sabar." Bella tersenyum begitupun Daniel. Mereka sengaja menyuruh dokter merahasiakan jenis kelamin agar mereka bisa mengetahuinya ketika si jabang bayi sudah di luar.
"Ach dia menendang."
"Mana sayang." Daniel mengulurkan tangannya dan Bella mengiring Daniel untuk merasakan tendangan si kecil yang tengah bergerak." Astaga kuat sekali." Imbuh Daniel tersenyum. Tapi di balik senyuman nya, terbesit kekhawatiran.
Daniel merasa terbebani dan terus memikirkan tentang kelahiran anak pertamanya yang di prediksi dua bulan lagi. Melihat keadaan Bella yang masih belia, di tambah dengan ketakutannya dengan jarum suntik. Membuat Daniel merasa kasihan dan tentu takut terjadi sesuatu.
Laki-laki atau perempuan, asal anak dan istriku selamat itu akan jadi kado terindah untuk tahun ini Tuhan..
"Kak fokus jalan." Tegur Bella ketika melihat pandangan Daniel terlihat kosong.
"Iya ini fokus. Kamu ingin makan apa nanti siang, sekalian kita beli agar tidak keluar lagi."
"Aku ingin pulang. Nanti Kak Daniel beli sendiri ya. Aku mau mandi." Daniel mengangguk-angguk. Permintaan Bella yang aneh-aneh belum juga berhenti.
Tapi Daniel tidak merasa keberatan, sebab sesuatu yang akan di hadapi Bella jauh lebih besar daripada repotnya ketika dia memenuhi keinginan Bella.
~Bersambung...
Part-nya memang pendek ya😭😭😭
Aku benar-benar takut kalian bosen 😭😭😭
Terimakasih dukungannya 🥰🥰
Jangan lupa mampir ke karya baru ku Wanita kesayangan Tuan Eldar
Cus di tunggu jejaknya😁😁😁
__ADS_1
Terimakasih 🥰🥰