Mengejar Cinta, Istri Kecilku..

Mengejar Cinta, Istri Kecilku..
Part 89 Melodi pengantar tidur untuk Demian


__ADS_3


Happy reading 🥰🥰


Bella memiringkan kepalanya, ketika Daniel mulai mencumbu. Matanya terpejam dengan tubuh kian merapat. Sesekali dia menoleh dan dengan cepat Daniel melummat bibir nya hingga dessahan lolos beberapa kali.


"Kita lakukan semalaman." Ucap Daniel tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Dia mengangkat tubuh Bella lalu menidurkannya dan menindihnya.


"Demian bagaimana?"


"Dia tidak akan bangun. Dia tahu jika Mamanya sedang kesal dan butuh sebuah permintaan maaf." Keduanya tersenyum, saling memandang kemudian saling melummat dengan kasar hingga gigi keduanya bertabrakan.


Tangan Bella menekan kuat tubuh Daniel, merasa tidak sabar dengan penyatuan kali ini. Dengan nafas memburu, Bella melepaskan kaos yang di kenakan Daniel dan mencium dada bidangnya hingga membuat Daniel melenguh.


"Ahh Baby.. Hangat sekali."


"Em Kak." Daniel melepaskan celananya, dan menyingkap dress Bella. Kain segitiga di singkirkan dan dengan sedikit kasar dia menusukkan miliknya. Bella terpekik, hingga membuat keduanya terkekeh geli.


"Kamu ingin ini sayang." Ucap Daniel lembut mulai menggerakkan miliknya seraya menikmati wajah Bella yang tengah menikmati di bawahnya. Sesekali bibirnya menddesah saat milik Bella terasa menghisapnya.


"Kak angkat aku." Pinta Bella ingin melakukannya dengan cara duduk.


"Begini?" Milik Daniel menumbuk dari bawah sementara Bella menekannya agar tumbukan terasa lebih keras.


"Em ah Kak Daniel." Dessah Bella dengan pinggang bergerak tidak beraturan.


"Iya sayang, tahan suaramu. Demian bisa bangun." Meskipun bibir Daniel berkata demikian, namun nyatanya tangannya menekan-nekan pinggang Bella hingga membuat Bella mengeluarkan dessahan yang sangat keras.


"Em Kak." Lenguhnya tertahan saat melihat Demian terganggu dengan suara percintaan mereka.


"Gigit pundak ku aku akan sampai." Bella mengigit pundak Daniel dan sesekali membuang nafas kasar. Ketika milik Daniel terasa menusuk dan mengobrak abrik dinding rahimnya.


Oksigen terasa menipis, bibirnya terlepas dari pundak Daniel lalu di gantikan dengan suara dessahan. Bella kembali lupa dengan Demian yang mungkin akan bangun.


"Em ah ah uhh Kak Daniel."


"Ugh ah nikmat sekali rasanya ahhh sayang aku sampai." Bella tersungging, melihat ke arah Demian yang masih terlelap tidur." Sudah ku katakan dia tidak akan bangun." Kepalanya di tenggelamkan pada dada bidang Daniel seraya mengatur nafasnya.


Setiap kali bertengkar, rasa percintaan lebih nikmat seperti saat malam pertama..


"Mau begini terus." Bella tidak bergeming dan hanya memberikan cumbuan lembut pada dada bidangnya. Aku suka saat dia malu-malu seperti sekarang..


Akhirnya keduanya melakukannya lagi dan lagi. Namun anehnya, Demian tidak terusik sedikitpun seolah dessahan demi dessahan yang lolos dari bibir kedua orang tuanya adalah melodi pengantar tidur.


Lalu pagi harinya...


Daniel terbangun mendengar tangisan Demian dan suara ketukan dari Bik Minah yang mencoba membangunkan. Bella masih terlelap di dekapannya, dia mencium keningnya lembut sebelum akhirnya bangun untuk mengangkat tubuh Demian dari box bayi.


"Syuuuuutttttt sayang.. Mamamu masih tidur. Tunggu sebentar ya, Papa buatkan susu untukmu." Selain ASI eksklusif, Demian kerapkali di berikan bantuan susu formula karena ASI milik Bella tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan perutnya.


Daniel berjalan keluar kamar dan terlihat Bik Minah berdiri dengan wajah cemas.


"Den Ian dari tadi nangis Tuan. Maaf jadi lancang." Ucapnya tertunduk.


"Tidak apa Bik. Saya yang kesiangan bangun. Em tolong buatkan susu untuk Demian ya."

__ADS_1


"Baik Tuan." Bik Minah pergi dan dengan lembut Daniel menutup pintu kamar. Dia tidak ingin menganggu waktu tidur Bella yang jarang di dapatkan sehingga dia sering membiarkannya terlelap seperti sekarang.


"Ain Pah.. Ain Pah.." Celoteh Demian menunjuk ruang bermainnya.


"Minum susu dulu sayang, terus mandi baru main." Jawab Daniel seraya menuruni tangga.


"Ini Tuan susunya." Demian tersenyum, melihat botol dot ada di tangan Daniel dan langsung merebutnya.


"Haus ya nak, maafkan ya." Demian tidak merespon, dia hanya bersandar pada pundak Daniel dengan mulut penuh dot." Em Bibik bisa memandikan Demian?" Tanya Daniel sekalipun tidak pernah melakukannya.


"Bisa Tuan."


"Tidak Kak, biar aku yang memandikan." Sahut Bella mulai menuruni tangga. Bik Minah tersenyum dan memutuskan untuk pergi.


"Kenapa bangun?" Bella menyerbunya dengan pelukan hangat.


"Hoaaammm.. Hanya aku yang boleh memandikannya." Gumamnya masih terlihat mengantuk.


"Biarkan Bibik saja sayang. Kamu masih mengantuk."


"Tidak Kak. Ayo sayang, sini sama Mama." Bella merebut Demian dari tangan Daniel.


"Aem Ma.. Aem Ma."


"Iya.. Setelah ini Mama buatkan bubur ya." Bella mengecup pipi kenyal Demian." Kak angkat." Pinta Bella mendongak menatap Daniel.


"Tentu saja sayang." Daniel mengangkat tubuh keduanya lalu menaiki tangga lagi dan menurunkannya di kamar.


"Hari ini ada jadwal rapat Kak." Tanya Bella seraya menyiapkan baju ganti Demian.


"Tidak ada. Mau pergi?"


"Iya kita belanja sekalian jalan-jalan."


"Aku mandikan Demian dulu." Bella menidurkan Demian di atas tempat tidur untuk melepaskan bajunya.


"Lalu kapan aku di mandikan." Gumam Daniel membuat Bella terkekeh.


"Kalau Demian sudah besar nanti ku mandikan." Jawab Bella asal bicara.


"Demian sudah besar sayang."


"Belum Kak."


"Dia anak laki-laki. Sekali-kali biar Bik Minah yang mengasuh..."


"Agar aku bisa mengasuh Papa nya. Apa begitu maksudmu Kak." Daniel terkekeh seraya mengekor Bella masuk ke kamar mandi.


"Tidak juga. Aku benar-benar serius sayang. Demian calon lelaki, jadi jangan terlalu di manjakan."


"Hm iya, tapi aku tidak bisa berhenti merawatnya. Mungkin jika aku hamil lagi bisa." Jawab Bella lirih.


"Demian sudah lebih dari cukup untukku." Jawab Daniel menghibur. Keinginan Bella untuk hamil lagi sudah terlontar sejak dulu saat Demian menginjak umur 8 bulan. Tapi hingga sekarang, keinginan itu tidak juga terpenuhi.


"Paling tidak dua anak Kak, agar Demian punya saudara."

__ADS_1


Jika harus mempertaruhkan nyawa. Lebih baik Tuhan tidak memberikan kita anak lagi sayang. Aku masih ingat bagaimana sakitnya hari itu. Di mana kamu mempertaruhkan nyawa hanya untuk melahirkan Demian ke dunia. Jika sampai hari itu kamu tidak selamat! Aku yang akan merasa menyesal seumur hidup..


"Kak Daniel.."


"Iya sayang."


"Melamun siapa?" Tanya Bella menatapnya tajam.


"Tidak melamun."


"Kenapa tidak mendengarku?"


"Apa yang kamu katakan?"


"Ish!! Tidak jadi!" Bella mengangkat tubuh Demian dari air hingga dress-nya menjadi basah. Dia akan mengambil handuk yang tergantung tapi kesulitan.


"Kenapa tidak minta tolong?" Daniel mengambil handuk dan menempelkannya pada tubuh Demian." Bajumu jadi basah semua sayang." Imbuh Daniel tidak juga memahami jika itu adalah sesuatu yang di minta Bella.


"Aku sudah memintanya tapi Kak Daniel melamun dan entah memikirkan siapa!!" Jawab Bella ketus seraya berjalan keluar.


"Ahhh cemburu lagi. Sangat menyenangkan." Gumam Daniel mengekor keluar dan duduk di samping Demian seraya memandangi wajah Bella yang kembali kesal." Kamu ternyata wanita hebat yang manja sayang." Imbuhnya tersenyum.


"Manja apa? Itu sudah ada buktinya! Kak Daniel melamun siapa hingga tidak mendengar panggilan ku!!"


"Memikirkanmu, siapa lagi."


"Aku ada di sini!! Kenapa di fikirkan!! Tidak masuk akal!!" Jawab Bella ketus. Hal itu tidak juga bisa membuat Daniel merasa kesal.


"Kamu semakin cantik dengan rambut panjang itu."


"Rambut berantakan ini!!" Menunjuk rambutnya yang di ikat sembarangan.


"Iya.. Mungkin mataku sudah buta sebab aku masih melihatmu sebagai wanita tercantik sepanjang sejarah."


"Tidak serius!! Ish!! Titip Demian, aku mau mandi." Bella segera berjalan masuk kamar mandi, meninggalkan Daniel yang tengah tersenyum seraya memangku Demian.


"Padahal Papa sudah bicara jujur tapi Mama mu tidak pernah percaya dan menyebut Papa berbohong."


"Ain Pah. Ian ain."


"Oke. Kita main sebentar lalu jalan-jalan." Daniel berdiri untuk membawa Demian ke kamar bermainnya.


~Bersambung


Mungkin sebentar lagi aku tamatin ya teman-teman 😭


Tapi tenang... Akan ada season 2 yang bakal menceritakan Demian..


Itu baru rencana sih, soalnya aku lagi nulis cerita satunya..


Semoga ide masih datang...


Hingga aku bisa memberikan part tambahan 😭😭


Terimakasih dukungannya 🥰

__ADS_1


Silahkan mampir ke cerita baruku.. Wanita kesayangan Tuan Eldar


Di tunggu jejaknya🥰🥰


__ADS_2