Mengejar Cinta, Istri Kecilku..

Mengejar Cinta, Istri Kecilku..
Bagian 87 Kamu masih paling cantik Part 1


__ADS_3


Happy reading 🥰🥰🥰


Jadwal pertemuan yang padat, membuat Daniel tidak bisa pulang ke rumah siang ini. Sehingga Bella memasakkan sajian sederhana dan berniat mengantarkannya bersama Demian yang kini berumur satu tahun.


Demian tidak lagi merangkak, namun sudah berjalan dan itu membuat Bella harus mengawasinya lebih ekstra.


"Ian.. Jangan ke situ." Ucap Bella setengah berteriak. Bik Minah langsung mengangkat Demian agar tidak mendekati benda-benda berbahaya." Bik saya tinggal mengantarkan ini sebentar ya." Bella menggeser kotak makan yang sudah di siapkan.


"Biar Den Ian ikut Bibik Non. Bibik kasihan kalau Non Bella menggendong Den Ian." Bukan tanpa alasan Bik Minah berkata itu. Tubuh Bella yang kecil, membuatnya lebih pantas menjadi Kakak untuk Demian daripada seorang Mama.


Bella terdiam sesaat, memikirkan ide dari Bik Minah. Dia selalu kuwalahan ketika keluar rumah tanpa Daniel.


Jika Ian ku bawa, nanti malah merepotkan Kak Daniel.


"Jaganya di kamar Ian saja Bik." Bella mengangkat tubuh Ian dan berjalan menaiki tangga, di ikuti oleh Bik Minah." Ingat Bik, jangan boleh keluar kamar selama saya pergi." Celoteh Bella sebenarnya tidak tega meninggalkan Demian meski hanya sebentar.


"Iya Non siap. Anak Bibik ada lima jadi Bibik akan jaga Den Ian dengan baik." Bella tersenyum lalu menatap ke arah Demian yang tengah tersenyum ke arahnya.


"Mama pergi sebentar ya sayang. Ian sama Bibik dulu, terus tidak boleh nakal." Bella memberikan kecupan pada sekitaran wajah Demian.


"Ain Ma.." Celoteh Demian menunjuk ke keranjang mainannya. Bella segera menurunkannya dan Demian langsung berjalan perlahan ke arah mainannya.


"Titip ya Bik."


"Iya Non." Bella berjalan keluar, tidak lupa dia menutup pintunya lalu menuruni tangga. Dia memasukkan bekal Daniel pada kantung kresek lalu meraih ponselnya untuk bergegas memesan taksi.


"Ah lupa!!" Umpat Bella melupakan keadaannya yang hanya memakai dress sederhana sementara taksi sudah di pesan.


Tiiiiiiinnnnnnn!!!


"Iya Pak." Bella berjalan menuju taksi." Kalau ada Tamu, bilang tidak ada orang di rumah ya Pak." Pesan Bella pada si penjaga rumah.


"Siap Non." Bella tersenyum lalu masuk ke dalam taksi pesanannya.


Di dalam mobil, dia merapikan rambutnya dengan lima jari tangannya padahal tidak perlu di rapikan pun, rambut lurus Bella sudah terlihat baik.


"Ke perusahaan Dan's Nona?" Tanya si supir berhenti tepat di depan pintu gerbang.


"Iya Pak, ini." Bella memberikan satu lembar uang 50 ribu." Tidak perlu kembalian Pak." Imbuhnya langsung turun tanpa menunggu balasan dari si supir.


"Biar saya antar Nona." Tawar satpam depan penuh hormat.

__ADS_1


"Lalu siapa yang menjaga di sini hehe. Biar saya masuk sendiri Pak. Terimakasih tawarannya." Si satpam berdecak kagum. Melihat penampilan sederhana istri bosnya, di tambah dengan sikap rendah hatinya.


"Itu alasan kenapa mereka berjodoh. Mereka sama-sama baik." Gumamnya kembali duduk seraya melihat orang berlalu lalang.


"Pagi Nona Bella." Sapa satpam yang berjaga di lobby.


"Pagi juga Pak. Em Pak Daniel masih sibuk?"


"Nona Bella kan tamu eksklusif, jadi langsung masuk saja." Canda si satpam yang sudah mengenal Bella dengan baik karena sikap ramah Bella selama ini.


"Bapak bisa saja sih. Minta naik gaji ya." Lelaki paruh baya itu tertawa renyah.


"Sudah cukup Non. Ini banyak sekali gajinya."


"Saya masuk ya Pak."


"Silahkan Non. Mau menginap juga tidak masalah." Bella kembali tersenyum seraya melangkah masuk.


Tanggapan staf lelaki dan wanita berbeda jauh. Sementara semua staf lelaki berdecak kagum, tapi staf wanita malah memandang Bella begitu tidak pantas dengan dress sederhana yang Bella kenakan. Apalagi mengingat Daniel adalah pemilik perusahaan tersebut.


"Cantik sih tapi apa pantas? Pakai baju yang pantesan dikit kek, biar nggak malu-maluin Pak Daniel nanti." Gerutu si resepsionis saat Bella sudah masuk ke dalam lift.


Jika Bella tidak mendengarkan perkataan itu mungkin tidak masalah. Tapi, sepanjang perjalanan banyak yang berkata demikian meski mereka masih menyambut Bella dengan senyuman ramah.


Seharusnya aku berganti baju dulu tapi, maafkan aku Kak...


Bella malah meruntuki kebodohannya jika sampai Daniel merasa malu karena penampilannya. Dia malah berdiri terpaku di depan ruangan Daniel dengan perasaan bergemuruh.


"Silahkan tunggu di dalam Nona. Sebentar lagi pertemuannya selesai." Ucap Putri menawarkan bahkan sudah membukakan pintu ruangan Daniel untuknya.


Bukankah anak-anak keterlaluan ya ngomongnya!! Nona Bella bahkan masih di sini tapi berbisik-bisik seperti itu. Aku saja dengar dan pasti Nona juga mendengarnya.. Masih cantik kok Non meski.. Memang seharusnya datang dengan baju yang lebih baik!! Ah!! Ngomong apa sih aku!!


Dengan sedikit membunuh rasa cemburunya, Bella mengulurkan tangannya ke arah Putri.


"Tolong berikan ini pada Pak Daniel." Pinta Bella dengan mata berkaca-kaca. Meski dia seorang Mama, namun sikap manja dan tersinggungnya masih sangat kental melekat apalagi itu menyangkut tentang Daniel.


"Nona tunggu saja. Pak Daniel sudah akan selesai kok." Bella ingin melakukan itu, sebab dia tidak rela membayangkan jika Putri yang akan memberikan bekalnya pada Daniel.


"Saya buru-buru."


"Em begitu." Dengan terpaksa Putri menerima kantung kresek yang Bella bawa." Iya nanti saya sampaikan." Imbuh Putri melihat wajah tidak baik Bella. Ya Tuhan.. Nona Bella sepertinya akan menangis. Uh dasar!! Anak-anak tidak tahu diri!!! Umpat Putri lagi dan lagi. Dia menyadari umur istri Bosnya yang sangat belia dan pasti memiliki sifat manja juga mudah tersinggung seperti dirinya.


"Terimakasih." Bella tersenyum sejenak kemudian memutuskan untuk pergi bersamaan dengan terbukanya ruang pertemuan.

__ADS_1


"Eh Pak.." Putri segera berjalan menghampiri Daniel yang terlihat masih berbincang. Dia merasa tidak tega melihat Bella." Maaf Pak Daniel." Ucap Putri terbata.


"Ada apa?"


"Ini.." Memberikan kantung kresek pada Daniel."


"Apa ini?"


"Dari Non Bella."


"Kemana dia?" Tanya Daniel malah tidak fokus pada pembicaraannya setelah menyadari jika Bella datang untuk mengantarkan makan siangnya. Hatinya mendadak tidak baik sebab Bella selalu mengingatkan dan tidak memperbolehkannya berbicara dengan staf wanita meskipun itu terpaksa. Dan sekarang, dia menerima kenyataan jika Bella menitipkan bekal pada Putri.


"Pulang Pak, barusan saja."


"Kenapa tidak di suruh menunggu di ruangan?"


"Nona tidak mau."


"Lucas, tolong antarkan mereka ke depan." Pinta Daniel memasang wajah panik.


"Siap Tuan."


"Saya harus pergi. Maaf tidak bisa mengantarkan."


"Tidak masalah Pak Daniel. Silahkan." Daniel tersenyum sejenak kemudian beranjak untuk mencari keberadaan Bella.


"Mari.." Lucas mengiring para investor menuju lift seraya melihat Daniel yang tengah berjalan terburu-buru.


Tuanku benar-benar sangat mencintai Nona Bella...


"Ah Pak Daniel idaman pokoknya." Gumam Putri seraya duduk." Sudah tampan, kaya, perhatian. Kapan aku dapat yang seperti itu." Putri menertawakan dirinya sendiri karena membayangkan seorang pangeran bermobil putih suatu saat datang melamarnya.


~Bersambung..


Tunggu kelanjutannya besok ya🤣🤣🤣


Jangan lupa mampir ke novelku yang baru😁😁


WANITA kesayangan Tuan Eldar 🥰🥰🥰


Cus di tunggu jejaknya 😁


Terimakasih dukungannya 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2