Mengejar Cinta Mafia

Mengejar Cinta Mafia
Tolong Nikahi Aku


__ADS_3

Stevany tahu sehebat apa ilmu beladiri yang Dewandra miliki. Tapi Stevany juga yakin kalau kemampuannya menghadapi seorang lelaki tinggi dan terlatih tak bisa dianggap rendah. Daddy Jero sudah melatih kedua anak perempuannya untuk menjadi wanita tangguh walaupun berpenampilan lembut. Yang Stevany takutkan adalah senjata yang masih ada di bagian belakang tubuh Dewandra. Stevany tak ingin mati konyol dan membuat kedua orang tuanya menangis karena kehilangan anak bungsu mereka.


Saat Dewandra sudah berada di atas tubuhnya, Stevany memberanikan diri menatap mata pria itu. Keberanian yang tak akan dimiliki oleh gadis lain saat bertatapan dengan Dewandra.


"Tuan, tolong jangan sentuh aku sekarang. Aku bisa melakukan apa saja untuk tuan. Tapi tidak dengan menyerahkan diriku untuk tuan tiduri karena aku sudah berjanji kalau kesucian diriku hanya akan aku berikan pada lelaki yang menikah denganku."


Tangan Dewa terangkat. Ia memegang leher Stevany. Menekannya sedikit membuat gadis itu mulai kesulitan bernapas.


"Tapi aku menginginkan kamu sekarang. Masa bodoh dengan pria yang nantinya akan menikah denganmu. Zaman sekarang, banyak wanita yang sudah tidak perawan saat menikah."


"Aku mohon, tuan." Tatapan mata Stevany penuh dengan permohonan. "Jika memang tuan ingin mendapatkan diriku, maka nikahi aku."


"Apa?" Dewandra melepaskan tangannya dari leher Stevany sekaligus menjauhkan dirinya dari gadis itu. "Memangnya kamu anggap dirimu begitu berharga bagiku? Dengar ya Stevany, aku hanya ingin menyentuh kamu tanpa memiliki perasaan apapun padamu. Kamu mau menjebak aku?" tatapan mata Dewa menyala ke arah Stevany. Namun gadis itu dengan cepat menggeleng. Sekalipun ada ketakutan besar dalam dirinya, namun ia memberanikan diri menatap Dewandra.


"Aku tahu hatimu hanya untuk Nyonya Treisya. Tapi, aku juga berhak membela diriku. Aku sudah bersumpah pada mamaku kalau aku akan menjaga diriku sampai aku menikah nanti. Aku memang mencintaimu, tuan. Namun rasa cintaku padamu tidak akan membuat aku menyerahkan diriku begitu saja. Aku tak akan menjebak mu dengan pernikahan ini. Aku juga akan tutup mulut karena aku sangat takut pada nyonya Treisya. Keyakinan ku mengajarkan aku kalau seorang laki-laki dapat menyentuh seorang perempuan jika mereka telah sah di mata Tuhan."


"Diam.....!" Sesungguhnya perkataan Stevany mengenai janjinya pada ibunya sangat menggelitik hati Dewandra. Seraut wajah lembut mamanya sekelebat muncul dalam ingatannya.


Dewandra segera turun dari ranjang. Entah mengapa, hilang sudah hasrat dalam dirinya. Tatapan mata Stevany yang dengan berani menantang nya membuat Dewa enggan menyentuh gadis itu lagi. Ia mengeluarkan pistolnya dari balik celananya. Ia mengarahkan pistol itu kepada Stevany.


"Lebih baik aku membunuh kamu saja, brengsek!" Dewa membuka pengaman pistol itu.


"Jangan tuan, aku mohon." Stevany segera bangun dan mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya. "Tolong lepaskan aku. Aku janji tak akan meminta hak apapun darimu. Aku siap untuk melayani tuan di ranjang asalkan jadikan aku dulu istrimu."


"Ah.....!" Dewa merasa kesal. Tangannya tak mampu menarik pelatuk itu. Ia segera meninggalkan kamar Seneo sambil membanting pintu.


Stevany menarik napas lega. Ia membetulkan kembali bajunya yang sedikit berantakan karena ulah Dewa. Tangan gadis itu memegang bandul kalungnya sambil menyebutkan nama mamanya berulang kali.


*************


"Ada apa, sayang?" Jero bangun dengan kaget saat mendengar teriakan istrinya.


Giani langsung memeluk suaminya. "Bee, aku kok ingat Stevany ya? Jemput saja dia di Seoul, bee."


"Sayang, tadi kan kita baru saja Videocall dengan Stevany. Dia baik-baik saja kan?"


"Bee, tempatkan salah satu bodyguard terbaik di sana. Awasi Stevany. Aku merasa anakku dalam masalah. Aku nggak mau Stevany mati konyol di sana. Kenapa juga sih dia harus suka sama cowok mafia itu."


Jero menggenggam kedua tangan istrinya "Sayang, kita kan memberi waktu kepada Stevany selama 1 tahun. Ini sudah 7 bulan. Berikan dia kesempatan untuk bertahan ya? Aku janji akan mengirimkan seorang bodyguard terbaik ke sana. Beryl kan sekarang sudah pindah ke Jeju. Dia ada di negara yang sama dengan Stevany. Kita akan telepon Beryl."


"Telepon sekarang ya Bee."


"Iya sayang."


Tak lama kemudian Beryl berhasil dihubungi. Giani nampak lega karena ada orang yang akan mengawasi anaknya.


"Tidur lagi, yuk!"

__ADS_1


Giani membaringkan tubuhnya. Jero meminta sang istri berbaring di lengannya. Giani merapatkan tubuhnya ke dada sang suami.


Jero mengecup puncak kepala sang istri. Hidup bersama selama puluhan tahun membuat cinta Jero kepada Giani semakin bertambah. Tak pernah mengalami kata jenuh atau pun ada niat untuk mendua. Jero telah menemukan kebahagiaan sejati bersama Giani. Jero juga berharap semua anak-anaknya akan menemukan cinta sejati. Cinta yang membuat hidup merasa damai dan sukacita sekalipun di tengah badai.


Stevany sayang, Daddy akan selalu mengawasi mu.


************


Setelah kejadian di apartemennya Seneo, Stevany memilih selalu menghindar ketemu dengan Dewandra. Jika harus berada di meja makan, ia meminta Ling untuk menggantikannya dengan alasan hendak membuat catatan pengeluaran dan membukukannya.


Seperti juga pagi ini, selesai membersihkan meja, ia bermaksud akan pergi ke ruangan arsip namun Ham memanggilnya untuk membuat kejutan pada salah satu koki yang berhari ulang tahun.


Dewandra yang sedang berada di garasi, melihat bagaimana para asisten rumah tangga itu memberikan kejutan ulang tahun pada sesama rekan mereka. Beberapa bodyguard pun ikut bergabung di sana.


Sesaat Dewandra terpana melihat Stevany yang ada di sana. Tawanya begitu renyah terdengar. Dewandra juga melihat bagaimana ketika salah satu bodyguard nampak menatap Stevany dengan kagum.


"Siapa dia?" tanya Dewandra pada Seneo yang sedang membersihkan mobil.


"Siapa tuan?" Seneo balik bertanya.


"Tuh, yang lagi berdiri di dekat Stevany."


"Oh, namanya Ang Jeon. Bodyguard baru. Banyak pelayan muda yang mengidolakan dia karena wajahnya mirip salah satu anggota boy band Korea. Mereka bahkan menjodoh-jodohkan Jeon dengan Stevany karena menurut mereka Jeon dan Stevany wajahnya berjodoh. Pada hal si Jeon baru dua hari kerja di sini."


"Siapa yang merekrut dia?"


"Kepala kemananan di sini. Katanya ia penembak jitu. Oh ya, ia juga jago main basket. Mungkin sesekali tuan harus main dengannya jika lagi bosan."


**********


Treisya menatap Dewandra dengan dahi berkerut. "Ada apa?" tanya Treisya.


Dewandra bangun dan mengenakan kaosnya kembali. Maaf aunty. Aku sangat lelah malam ini. Pekerjaan di perusahaan begitu banyak."


"Sayang, jangan terlalu sibuk dengan bisnis itu. Percayakan saja pada Seneo dan pamanmu." Treisya mengusap kepala Dewandra. Ia pun melangkah menuju ke kamar mandi dengan tubuh yang nyaris polos sambil membawa ponselnya. Begitu sampai di kamar mandi, Treisya langsung menghubungi salah satu kekasih gelapnya.


Ya, Treisya adalah perempuan yang sangat suka bercinta. Malam ini dia begitu ingin ditemani Dewandra namun pria itu nampaknya memang kelelahan. Dewandra nampak serius saat mengelola bisnis peninggalan ayahnya. Malam ini saja Dewandra pulang sudah pukul 10.


"Hallo Leo, aku akan ke apartemen mu sekarang ya?" ujar Treisya kepada kekasih gelapnya itu. Leo sudah 4 tahun menjadi kekasih gelap Treisya. Bahkan sampai Treisya kembali ke Seoul pun, Leo tetap mengikutinya. Tentu saja hubungan ini tak diketahui oleh Dewandra. Treisya tahu kalau Dewandra mencintainya dan ada dalam kendalinya. Namun kesibukan Dewandra bermain basket membuat Treisya sangat kesepian dan akhirnya mencari pelampiasan.


Setelah Treisya keluar, Dewandra bermaksud ingin minum teh dan akhirnya tidur. Ia pun turun ke lantai bawa dan menuju ke dapur. Di lihatnya lampu tempat makan para pelayan masih menyala. Saat Dewandra mengintip di sana, nampak masih ada Ham. Dewandra baru saja akan ke sana namun langkahnya terhenti melihat Jeon yang masuk bersama Stevany. Kaki Stevany nampaknya terluka dan Jeon sedang memapahnya.


"Duduk dulu, nak. Ini paman buatkan teh hangat untukmu. Bagaimana bisa jatuh sih?" tanya Ham sambil memberikan segelas teh untuk Stevany.


"Tadi, aku dan Jeon main basket. Aku tak melihat ada tumpukan salju. Makanya terpeleset." jawab Stevany lalu menyesap teh nya.


"Jeon, awas ya kamu sudah buat anak kesayangan paman sampai kakinya terkikir seperti ini." Ham menatap Jeon sambil mengacungkan tangannya.

__ADS_1


"Maaf, paman. Aku akan bertanggung jawab. Kalau perlu aku akan menikahinya." kata Jeon membuat Stevany terkejut.


"Jeon, kamu lelaki yang percaya dengan kehidupan pernikahan?" tanya Stevany.


"Ya. Aku justru ingin menikah muda. Sayangnya di usiaku yang sudah 30 tahun ini, aku belum menemukan wanita yang tepat."


"Bagaimana kalau paman jodohkan kalian saja?" tanya Ham membuat Jeon mengangguk setuju sedangkan Stevany menatap Jeon dengan wajah serius.


"Aku mau saja, paman. Asalkan Stevany setuju, aku pun ingin segera menikah dengannya. Bagaimana Stev?" tanya Jeon.


"Bagaimana apanya?" tanya Stevany bingung.


"Kamu mau menikah dengan aku?"


"Kamu serius mau sama aku?" tanya Stevany.


"Tentu saja. Aku merasa sudah jatuh cinta padamu sejak pertama kali melihatmu."


Stevany tertawa. "Masa sih?"


"Stevany ini gadis baik-baik. Ia bahkan masih perawan karena selalu menjaga dirinya hanya untuk suaminya nanti." kata Ham yang nampaknya senang jika Stevany dan Jeon berhubungan.


"Tapi aku......" Stevany menggantungkan kalimatnya.


"Kamu pacaran sama tuan Seneo?" tanya Jeon karena ia memang sudah mendengar gosip itu.


"Eh....bukan. Maksudnya kami hanya dekat saja." Stevany bingung harus menjelaskan bagaimana.


"Aku serius ingin menikah denganmu, Stev. Namun aku tak akan memaksamu." kata Jeon.


Semua percakapan itu didengar oleh Dewa. Jika Stevany menikah dengan Jeon, mereka pasti akan tidur bersama. Lalu bagaimana dengan obsesiku yang ingin tidur denga gadis itu?


************


"Apa yang dibutuhkan untuk melaksanakan pernikahan?" tanya Dewandra pada Seneo. Keduanya baru saja selesai rapat dengan semua staf hotel.


"Tuan mau menikah dengan nyonya Treisya?" tanya Seneo.


"Bukan. Kamu katakan saja apa yang harus disiapkan?"


"Kartu identitas."


"Kalau begitu, kamu cari cara untuk mendapatkan kartu identitas Stevany."


"Stevany? Tuan mau menikahinya?" Seneo melotot. Ia ingat seminggu yang lalu bagaimana kesalnya Dewandra karena tak bisa meniduri Stevany.


"Ya. Tapi aku tak ingin menikahinya di catatan sipil. Cukup menggunakan keyakinan agamanya itu. Kalau tercatat di catatan sipil, aunty Treisya pasti tahu."

__ADS_1


"Memangnya Stevany ingin menikah dengan tuan?"


"Hanya itu caranya agar dapat tidur dengannya." ujar Dewandra sambil tersenyum penuh kelicikan.


__ADS_2