
Hari ini, di salah satu hotel milik keluarga Dawson diadakan acara resepsi pernikahan antara Stevany dan Dewandra. Foto-foto mereka sewaktu menikah di Korea pun ditampilkan.
Tadi sore, sudah diadakan pencatatan pernikahan menurut hukum yang berlaku di Indonesia.
Kini, di hadapan semua keluarga dan undangan, Dewa dan Stevany ingin mengucapkan janji suci itu lagi. Bukan mengulangi sebuah janji pernikahan tapi menguatkan lagi apa yang pernah diikrarkan.
"Stevany, aku bersyukur karena Tuhan mempertemukan kita berdua dengan cara yang unik. Aku bersyukur karena kamu mau mencintai aku saat hidupku masih di dunia hitam. Bahkan saat hidup tak juga memberikan kepastian, kamu tetap setia mendampingiku. Kita memang pernah terpisah. Kita bahkan pernah begitu yakin tak akan pernah bersama. Namun cinta ternyata begitu kuat mengikat hatiku dan hatimu, sehingga sekuat apapun kita berusaha saling menjauh, berusaha saling menyakiti, cinta selalu mempertemukan kita dengan sejuta kerinduan." Air mata Dewandra mengalir. "Maaf, aku mafia yang cengeng."
Semua tertawa mendengar perkataan Dewa.
"Aku janji, mulai hari ini sampai akhirnya maut memisahkan kita, apa yang pernah aku janjikan saat kita menikah dulu, akan terus aku pegang. I Will love you forever. Will never betray our love and remain faithful until death separates them."
Stevany pun tak dapat menahan air matanya. Ia menangis karena bahagia.
"Sejak pertama melihatmu, aku tahu kalau kamu adalah jodohku. Walaupun sangat mustahil untuk bisa mendapatkan cintamu, namun aku tak berhenti berjuang dan berharap. Terima kasih karena kamu mendapatkan aku dengan cara yang benar. Terima kasih karena akhirnya bisa merasakan cinta yang sama seperti yang aku miliki. Tak ada cinta lain dalam kehidupan ku. Hanya kamu dan itu tak akan berubah. I love you forever."
Keduanya saling bertatapan dengan penuh cinta. Lalu Dewandra memasangkan kembali cincin yang pernah terlepas dari jari manisnya. Cincin pernikahan yang mereka kenakan saat 6 tahun yang lalu.
Giani dan Jero saling bertatapan dengan senyum kebahagiaan. Akhirnya anak kekasih mereka menemukan apa yang diinginkannya .
"Sayang, sudah 4 tahun kita nggak pernah liburan lagi. Bagaimana kalau setelah ini kita liburan keliling dunia?" tanya Jero sambil menggenggam tangan istrinya.
"Baiklah. Kemana pun kamu membawaku, aku pasti ikut."
Keduanya tersenyum bersama. Jero mengecup tangan istrinya dengan perasaan bahagia. Bahagia karena anak-anak mereka menemukan kebahagiaan dan bahagia karena mereka kini akan memiliki waktu liburan yang panjang.
Pendeta pun memimpin doa pemberkatan bagi mereka berdua. Acara dilanjutkan dengan makan malam dan foto bersama.
Teman-teman sekolah dan kuliah Stevany hadir juga. Mereka berhasil dihubungi oleh istri paman Beryl, aunt Anita yang memang sangat ahli di bidang menemukan orang.
Resepsi pernikahan yang begitu mewah dan penuh suasana kekeluargaan.
"Cinta mereka memang sangat kuat ya?" kata Jeon yang kini menjabat sebagai manager di perusahaan Gabrian. Di sampingnya ada wanita cantik yang sedang hamil. Namanya Felicia.
Ya, setahun yang lalu, Jeon dan Felicia akhirnya menikah setelah 3 tahun lebih mereka dekat. Keduanya sama sekali tak melalui proses pacaran karena memang Felicia tak mau pacaran sebelum ia yakin kalau Jeon sudah melupakan Stevany.
Jeon, lelaki tampan asal Korea itu akhirnya bisa jatuh hati pada sosok Felicia yang ceria, cerewet namun memiliki hati selembut salju. Jeon jatuh cinta pada kebaikan hati gadis yang usianya beda 7 tahun dengannya itu.
Keluarga Felicia juga akhirnya menyetujui pernikahan mereka walaupun sebelumnya, Juan, sang ayah sempat meragukan kesungguhan Jeon yang pernah menjadi tunangan Stevany itu.
__ADS_1
"Iya sayang. Aku juga senang melihat Stevany kembali bersemangat. Mereka pasangan yang cocok dan mereka memang ditakdirkan untuk bersama." Ujar Felicia. Ia menyandarkan kepalanya di bahu sang suami sambil mengusap perutnya.
"Apakah dia bergerak lagi?" tanya Jeon.
"Iya. Anak ini sangat aktif di dalam perutku."
Jeon ikut mengusap perut Felicia yang sudah memasuki bulan ke-7."
"Tak sabar ingin melihat mu secara langsung, nak. Opa dan oma mu di Korea juga sudah tak sabar karena ini adalah cucu pertama mereka."
"Dia akan penuh dengan cinta kasih dari banyak orang."
Jeon mengusap terus perut Felicia. Sampai akhirnya sang kakak, mendekat bersama dengan Oliver suaminya.
"Cie....cie....yang lagi menanti kelahiran sang buah hati." Kata Alexa.
"Iya nih kak. Nggak sabar rasanya." Felicia berseri-seri saat mengucapakan kalimat itu.
Alexa dan Oliver duduk bersama di meja tempat adiknya duduk. Pandangan mereka kini tertuju pada pasangan yang sedang berdansa itu.
Dewandra kini terlihat seperti dulu lagi. Tinggi, tampan dan atletis. Ia memeluk pinggang istrinya dengan posesif sambil terus berdansa, menunjukan pada semua orang kalau gadis ini adalah miliknya.
Sementara itu, di depan lobby masuk hotel, nampak Petra sedang main kejar-kejaran bersama beberapa sepupunya.
Petra menatap gadis canti itu. "Hallo...!"
"Siapa namamu, ganteng?" gadis itu menunduk, mengsejajarkan tingginya dengan Petra.
"Petla! Kakak siapa?"
"Oh, nama kakak Tifani." Gadis bernama Tifani itu mengulurkan tangannya.
"Senang kenalan denganmu, kak. Bye....!" Petra tak mau menjabat tangan Tifani karena memang ia diajarkan untuk tak sembarangan dengan orang yang baru ia kenal. Anak itu berlari masuk ke dalam ruangan pesta saat melihat sepupunya berlari ke dalam juga. Joselin memanggil mereka untuk makan malam.
Tifani menatap ke arah ballroom itu. "Nikmatilah kebahagiaanmu, Petra Jung. Aku akan mengambil semuanya sebagaimana kau mengambil semuanya dari tanganku." Lalu Tifani berbalik dan meninggalkan tempat itu. Dewa yang sudah selesai berdansa, ia keluar dari ballroom karena ingin mencari putranya. Langkahnya terhenti saat melihat seseorang yang membuatnya ingat dengan Treisya.
"Tak mungkin dia. Untuk apa dia ke sini?" Dewa menggelengkan kepalanya dan kembali masuk ke dalam ballroom. Ia langsung tersenyum melihat Petra sedang duduk diantara sepupunya yang lain dan sedang makan malam bersama.
************
__ADS_1
"Ah sayang.....!" Dewa mengerang kenikmatan ketika puncak itu ia gapai bersama Stevany. Keduanya masih ada di hotel dan menghabiskan 2 malam ini bersama di sini.
Stevany yang ada di bawa suaminya pun nampak berusaha menetralkan napasnya ketika ia juga berhasil mencapai puncaknya secara berkali-kali malam ini.
Ini ronde mereka yang ketiga dan Dewa masih terlihat biasa saja sedangkan Stevany hampir kewalahan.
"Capek?" tanya Dewa setelah ia menggulingkan tubuhnya di samping sang istri. Tangannya menghapus keringat di dahi Stevany.
"Capek, sayang." rengek Stevany.
"Capek tapi enak kan? Buktinya tadi teriakmu paling kencang. Untung saja kamar ini kedap suara."
"Ih...., kamu ini." Stevany jadi tersipu malu. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Mengingat bagaimana tadi ia berteriak penuh nikmat saat bercinta dengan suaminya.
"Jangan malu dong, sayang." Dewa menarik tangan istrinya. Ia kemudian mengecup dahi Stevany. "Aku bahagia banget malam ini."
"Aku juga. Akhirnya semua orang tahu kalau kita berdua sudah resmi menjadi suami istri. Oh ya sayang, minggu depan, setelah Petra libur sekolah, kita akan pergi liburan kan?"
"Ya. Daddy sama mama juga mau liburan. Biasanya sih mereka setiap tahun pergi namun karena kamu masih koma, mereka sama sekali tak mau liburan."
"Aku beruntung menikah denganmu, sayang. Karena kini aku punya orang tua yang sangat baik dan penuh perhatian."
"Daddy sama mama sebenarnya tipe orang yang cepat sayang dengan orang lain. Hanya saja, waktu kemarin, Daddy belum begitu percaya padamu. Dan kini karena mereka sudah yakin bahwa kamu orang baik, kasih sayang itu mereka tunjukan."
Dewa memeluk tubuh polos sang istri. "Dan aku tak akan menyia-nyiakan kepercayaan mereka. Oh ya sang, Petra memang sudah saatnya punya adik, deh."
"Kamu ingin kita punya anak berapa?"
Dewa diam sejenak. "Kayaknya 4 cukup, deh."
"Ih sayang, kebanyakan. 2 saja ya? Kalau 4 nanti palomu harus bekerja keras."
"Nggak masalah sih, selama Nido masih terbuka untuk kedatangan Palo."
Keduanya tertawa bersama. Tanpa mereka sadari, seseorang di luar sana sedang merencanakan kehancuran mereka.
*************
Kayaknya tinggal 6 episode terakhir deh......
__ADS_1
Maaf kemarin nggak up. Amanda sibuk banget dan mommy sedang ada saudaranya yang meninggal.
semoga masih tetap suka ya....