Mengejar Cinta Mafia

Mengejar Cinta Mafia
Satpam Jatuh Cinta


__ADS_3

Felicia akhirnya turun. "Makasih ya tampan sudah mengantarkan aku. Semoga kamu cepat meyakinkan istrimu yang teganya meninggalkan kamu itu."


Mendengar perkataan sepupunya, nyaris saja Stevany melotot ke arah Felicia namun ia sadar, Felicia memang suka asal ngomong dan memang saudaranya itu tidak tahu apa-apa tentang hubungannya dengan Dewa.


"Terima kasih atas doanya, nona. Semoga istri saya sadar kalau saya memang mencintainya." Kata Dewandra sambil tersenyum manis.


"Ih....sayang sudah punya orang." Felicia berguman sendiri lalu segera masuk ke dalam rumahnya.


"Jalan!" perintah Stevany membuat Dewandra kembali tersenyum dan mulai menjalankan mobilnya.


"Langsung ke rumah, sayang?" tanya Dewandra membuat Stevany melotot.


"Jangan panggil aku dengan sebutan sayang. Kamu gila ya?" sentak Stevany. Namun ia merasa kalau pipinya memanas mendengar panggilan itu. Ia juga heran melihat perubahan Dewa yang dulunya adalah cowok cool dan tak banyak bicara, kini dia terkesan lebay.


"Kenapa? Wajar kan kalau aku panggil kamu dengan sebutan sayang? Kita masih suami istri. Ingat itu!" kata Dewandra sambil menekankan dua kata terakhir di kalimatnya itu.


"Enak saja. Siapa juga yang masih mau menjadi istrimu?" Stevany menyandarkan punggungnya di sandaran jok penumpang lalu memeluk dadanya sendiri.


Dewandra menginjak rem mobil mendadak.


Stevany terkejut. "Apa yang kamu lakukan?" Stevany semakin panik saat menyadari bahwa di sekitar mereka adalah jalanan yang sepi tanpa ada rumah-rumah.


Dengan cepat Dewandra turun dari mobil lalu membuka pintu belakang. Ia langsung mendekati Stevany dan mendesak gadis itu sampai Stevany tak bisa.bergerak lagi.


"Jangan macam-macam Dewa! Aku adalah bos mu."


Dewandra mendekatkan wajahnya. Tak ada jarak lagi diantara mereka. Lalu ia meletakan tangannya di leher Stevany dan menyatukan bibir mereka dalam ciuman yang menggoda.


Stevany membulatkan matanya saat merasakan ciuman itu. Ia berusaha mendorong tubuh kekar Dewa namun percuma saja. Dewa terlalu kuat baginya.


Ciuman itu begitu menggoda. Membangkitkan gairah dalam diri Stevany yang pernah merasakan nikmatnya bercinta bersama Dewa. Tak bisa dipungkiri Stevany rindu kedekatan seperti ini. Stevany rindu sentuhan seperti ini. Untuk beberapa saat Stevany mengalah dengan keinginan tubuhnya. Namun kesadarannya membawa ia kembali pada kenyataan menyakitkan yang membuat ia kehilangan anaknya. Tangan Stevany terangkat lalu mendorong Dewa sekuat tenaga. Ia bahkan mengigit bibir Dewa sampai berdarah membuat Dewa akhirnya mengahiri ciuman itu.


"Stev.....!" Dewa nampak mendesah kesal sambil memegang bibirnya yang berdarah.


"Dulu, kamu boleh mengancam aku dengan pistol mu. Namun sekarang, aku yang berkuasa di sini. Kalau kamu masih mau tetap kerja, maka jangan pernah menyentuh aku lagi. Ingat itu!"


Dewandra mengangguk. Ia tahu kalau ia sempat kehilangan kendali atas dirinya sendiri karena ucapan Stevany yang membuatnya marah.

__ADS_1


"Maaf." Kata Dewa sebelum kembali ke belakang kemudi.


Stevany mengambil tissue dari dalam tasnya. Ia membersihkan bibirnya dari bekas ciuman Dewandra. Semua itu dilihat Dewandra dari kaca spion..Hatinya sakit saat merasakan kalau Stevany jijik padanya.


Dengan aplikasi petunjuk jalan, mereka akhirnya sampai di mansion keluarga Dawson. Dewandra turun akan membukakan pintu bagi Stevany namun gadis itu sudah lebih dulu turun sambil membanting pintu.


"Segera kembali ke hotel." katanya dengan suara ketus lalu masuk ke dalam rumah. Dewandra hanya bisa menatap punggung Stevany yang menghilang di balik pintu, setelah itu ia pun pergi.


*************


Stevany keluar dari kamar mandi setelah berendam selama.kurang lebih satu jam. Ia merasa tenang dan bisa melupakan sedikit peristiwa di dalam mobil itu.


Selesai mengenakan pakaiannya, Stevany turun untuk makan malam. Di meja makan sudah ada mama dan papanya. .


"Mom, kak Joselin kemana?" tanya Stevany.


"Sedang makan malam bersama keluarga Everdix. Omanya Everdix sudah datang dari Belanda." Kata Giani lalu mulai menyiapkan makanan untuk suaminya. Stevany memilih mengambil makanan sendiri.


"Pernikahan mereka tinggal sebulan lagi ya?" tanya Stevany.


"Iya. Minggu depan jangan lupa kita akan fiting gaun." Giani mengingatkan.


"Hotel kita yang di Bali sementara direnovasi. Makanya semala sebulan ini, belum bisa menerima tamu. Kakakmu Gabriel sedang mengubah konsep hotel itu." Jawab Jero.


"Dad, kalau aku yang mengolah hotel yang ada di Bali, gimana?"


Jeronimo menatap putrinya. "Sayang, hotel itu memang sudah menjadi milik Gabriel. Bisnis Gabriel juga di sana sedang berkembang. Makanya ia berencana akan pindah ke Bali bersama dengan keluarganya. Memangnya ada apa dengan hotel yang sekarang? Hotelnya maju kan? Tamunya nggak pernah sepi. Bahkan yang Daddy baca laporan keuangannya meningkat sampai 80 %."


"Ingin cari pengalaman lain saja."


"Stev, kalau kamu pergi ke Bali, nanti mama sama Daddy kesepian. Joselin akan menikah dan sesuai perjanjiannya, 3 bulan setelah menikah ia akan pindah ke.rumah barunya." Giani terlihat sedih.


"Mama kok gitu sih? Aku nggak mungkin meninggalkan mama dan Daddy. Aku kan hanya bilang seandainya." Stevany mengusap tangan mamanya yang memang duduk di sampingnya.


"Kalau kamu pun akhirnya menikah, karena kamu anak bungsu jadi kamu nggak boleh meninggalkan rumah ini." kata Jeronimo membuat Stevany tersenyum.


"Tenang, dad. Aku masih lama baru menikah."

__ADS_1


"Terus, Jeon gimana? Usia Jeon kan sudah 30 tahun." ujar Jero.


"Memangnya ada apa antara aku dan Jeon?" Stevany menatap bingung kedua orang tuannya.


"Kalian dekat kan? Daddy lihat kalau kamu selalu tertawa saat bersamanya. Daddy suka lho dengan Jeon Anaknya baik dan sangat rajin dan pintar."


"Aku juga merasa bahagia bersama Jeon. Hanya saja......." Bagaimana aku akan mengatakan pada Daddy kalau Dewandra sekarang berada di dekat ku? Bahkan cowok itu ingin mendapatkan aku kembali.


"Aku belum siap memulai hubungan yang baru lagi, dad." ujar Stevany.


"Jangan trauma nak. Kamu itu masih muda. Daddy dan mommy juga nggak memaksa kamu untuk cepat-cepat menikah. Hanya saja kami tak ingin kamu patah hati terus. Oh ya, uncle Beryl akan mengurus pembatalan pernikahanmu di gereja tempat kamu dan Dewa menikah. Tenang saja. Kamu akan benar-benar lepas dari mafia gila itu." kata Jero.


Stevany hanya bisa mengangguk. Entah kenapa, ia merasa gelisah dengan apa yang dikatakan oleh papanya.


************


4 hari Stevany berusaha agar menghindar dari Dewandra. Dan ia berhasil.


sore ini, hujan turun dengan deras sehingga petugas OB beberapa kali harus mengepel lantai lobby karena banyak tamu yang cek in menjelang akhir pekan.


"Kasihan si Andra basah karena tadi menolong seorang ibu yang mobilnya mogok pas di dekat gerbang." Felicia tiba-tiba muncul dan asal nyerocos begitu saja.


"Oh gitu ya...."


"Bajunya basah semua. Nggak tahu dia sekarang di mana. Aku sudah minta salah satu ob untuk membuat teh hangat untuknya."


"Kamu belum mau pulang?" tanya Stevany mengalihkan pembicaraan.


"Belum. Aku ada acara dengan salah satu temanku di restoran ini sebentar malam."


"Ya sudah. Aku pulang duluan ya?" Stevany melangkahkan kakinya menuju ke basment untuk mengambil mobilnya. Saat ia akan keluar dari pintu belakang, ia hampir saja bertabrakan dengan seseorang.


"Maaf nona...!"


Stevany terperanjat. Dewandra berdiri di depannya dengan bagian atas yang polos. Mata Stevany menatap lengan cowok itu yang nampak polos tanpa ada tato bertuliskan nama Treisya. Benarkah cowok itu sudah menghapus nama Treisya?


*************

__ADS_1


Episode berikut, ada adegan manis ya guys 😂😂😂


__ADS_2