MENGEJAR MUTIARA SURGA

MENGEJAR MUTIARA SURGA
#10


__ADS_3

Bismillah Hirroh Maa Nirrahiim...


Alloh,Aku selalu berusaha patuh kepadamu.Jika aku berbuat salah,maka cepat ingatkan aku...


"Mimi...apa kamu masih ingat dengan rumah mu...?"


Sapaan Asha menciptakan senyuman ringan pada bibir Fahmi


"Hanya dua bulan aku meninggalkan rumah ini,bukan berarti aku tak akan kembali..."


"Kamu terlalu naif Mi...kami menghawatirkanmu..."


Fahmi semakin terkekeh dengan tetap membantu Hanifa mengangkat satu persatu piring sajian makan siang mereka ke meja makan.


"Ayolah..hanya dua bulan sudah merubah sifatmu menjadi kekanak - kanakan.Ma,bantu aku menjelaskan padanya..."


Hanifah terkekeh mendengar rengekan Fahmi yang tak ada nilai keseriusan sama sekali.


"Sudah ayo...cepat bantu mama sebentar lagi ayahmu datang untuk makan siang bersama kita.Ini adalah momen yang paling ia tunggu..."


"Baiklah...aku memaafkanmu tapi bukan berarti kamu bebas dari hukumanmu...!"


Asha mengacungkan telunjuknya sambil berlalu dari hadapan Fahmi dan mulai membantu sang mama.


"Katakan gadis kecil,apa hukuman yang harus aku terima...?"


"Tidak sekarang Mi...aku belum memikirkannya..."


"Hey...jangan coba - coba bermain dengan ku ya...?"


"Aku tak pernah main - main Mi,kamu sudah membuat kami khawatir dua bulan belakangan ini..."


"Well...aku tunggu hukuman dari mu..."


Kedua saling pandang dan mulai tertawa bersama.Tak ada yang aneh dengan keadaan seperti itu karena itu biasa terjadi.


Berdebatan kecil yang tidak pernah ada ujungnya sering terealisasikan khas candaan yang membosankan.


Tak berselang lama kedatangan Dirga yang paling di tunggu - tunggu.Sang empuh dengan gagahnya berjalan kearah mereka bertiga yang sudah duduk manis di balik meja makan besarnya.Hanifa langsung meraih tangan suami sebagai salam penyambutannya dan di susul dengan tangan Fahmi kemudian Asha.


"Kemana saja kamu Fahmi,kamu betul - betul merepotkanku...?"


Sapaan Dirga lngsung membuat Fahmi sedikit tergelagap.Semua sudah berkumpul di depan meja makan,setelah dua bulan ini mereka baru merasakan kebersamaan itu.


"Maafkan aku ayah,aku ada sedikit pekerjaan yang mengharuskan aku tinggal di Restoranku..."


"Tapi kamu tidak harus melupakan kami,ibu mu selalu memkasaku untuk mencari mu.Bahkan aku bertanya pada Hafidz..."


"What....itu berlebihan ayah aku tak mungkin pergi ke Jerman tanpa seizin kalian..."


"Sudah - sudah...sayang cepat panggil Aa,kita akan makan bersama..."

__ADS_1


Hanifa mencela perdebatan antara Dirga dan Fahmi.Tapi belum sempat Asha memanggil Arkha,pemuda itu sudah datang menghampiri tempat duduknya.


"Ku dengar My little sister akan pergi ke Kalimantan...apa itu benar...?"


Tanya Arka yang sedang sibuk mengambil makanan yang sudah tersedia.


"Iya Aa...besok malam kita berangkat..."


"Dimana itu...?apa di pelosok hutan belantara.Aku harap kamu tidak akan menjadi Tarzan saat kembali pulang..."!


"Di pedalaman Bontang...mungkin aku tak hanya menjadi Tarzan saja saat kembali,Aku mungkin bisa menjadi seorang kera yang siap mengacak - acak pikiran kotormu itu Aa...!"


"What...kenapa gak bilang padaku...?"


Fahmi terkejut.


"Memangnya kenapa Mi...?"


"Tidak apa - apa...hanya saja kenapa kamu tidak katakan itu terlebih dahulu padaku...?"


"Mi...ini hanya kegiatan Bakti sosial,kenapa harus melapor padamu...?"


"Setidaknya kamu harus katakan itu padaku,itu tempat berbahaya Sha...?"


Asha tak percaya dengan apa yang dilontarkan sepupunya itu,Fahmi terlihat sangat kawatir.


"Itu Bontang...tempat yang sangat indah dan bahkan sangat indah dengan rumah Lamin yang membuatku sangat penasaran...?"


"Tapi kamu belum pernah kesana Sha...?"


"Siapa saja yang pergi kesana...?"


"Sekitar 27 mahasiswa dan 3 Dosen yang akan mendampingi kami.Semua biaya sudah di tanggung oleh rumah sakit Shaloam .Ini kegiatan Bakti sosial dalam rangka ulang tahun Rumah sakit itu.Kegiatan hanya mengenai penyaluran tenaga medis secara gratis.Hanya 3 minggu..."


"Aku benar - benar tidak suka jika kamu harus pergi Sha...?"


Fahmi berkata dengan lirih.


"Kepergianmu selama dua bulan ini mengubahmu menjadi sangat menyebalkan Mi,aku harap kamu tak akan pergi lagi..!"


Kekawatiran yang benar - benar tak pernah ia sangka sebelumnya,mengingat kegiatan Asha bersamaan dengan misi kesatuannya.Fahmi takut,kajadian yang tidak ia inginkan akan terjadi disana dan itu membahayan pekerjaan Fahmi di G02RM.


Sedang,selain Fahmi dan Asha hanya bisa medengarkan perdebatan mereka berdua tanpa bisa berkomentar.


Hanifa menarik mangkuk rendang yang akan diambil oleh Dirga.


"Jangan macam - macam,Dibetes dan Gula darahmu sedang tinggi..."


"Hanya sedikit saja..."


"Tidak...ada ikan bakar ku buat khusus untuk mu..."

__ADS_1


"Aku anggap itu sebagai bentuk perhatian kasih sayangmu..."


Hanifa tersenyum setelah sedikit pujian itu di lontarkan Dirga untuknya.


"Oh ya Sha...kenapa kamu tiba - tiba pergi dari tempat makan ku tempo hari.Apa temanku sudah mengganggu mu...?"


Asha terkejut,buru - buru otaknya berputar mencari sebuah alasan.


Piring - piring kosong menjadi sasaran jitu untuk menghindar dari pertanyaan Fahmi.Di kumpulkan piring - piring bekas makan keluarganya itu untuk di bawa ke dapur dan berlalu tanpa perlu menjawab pertanyaan Fahmi.


Tapi Asha salah,Fahmi justru ikut membantu mengumpulkan piring - piring kotor itu.


"Sha...apa temanku sudah mengganggumu...?"


"Tidak Mi...hanya saja waktu itu tiba - tiba perutku sakit.Maaf aku tidak sempat berpamitan padamu..."


"Setidaknya kamu bisa mengirim pesan agar aku tidak kawatir..."


"Ponselku kehabisan batrai..."


"Sukurlah kalau Azam tidak mengganggumu.Dia orang yang sangat kaku,tapi aku yakin jika kamu berteman denganya akan lebih baik karena dia tau banyak tentang dunia yang sedang kamu tekuni.Berhari - hari duduk di sebuah Laboratorium menjadi favoritnya persis seperti mu.Kapan - kapan akan aku agendakan pertemuan kita, bagaimana...?"


"Tidak perlu Mi..."


Asha menjawab dengan tegas.


"Kenapa...?"


"Aku sudah mempunyai teman sejenis dia, kamu tidak perlu menambah teman yang satu spesies kan...?"


"Hahaha...baiklah..."


Fahmi berlalu dan menyusul Dirga yang menuju ruang keluar disana.


Asha menjadi kesal sendiri karena teringat dengan teman Fahmi dan membuat kekacauan di rumah makan waktu itu.Sampai ia tak menyadari kedatangan Arka yang tiba - tiba sudah berada di belakang Asha.


"Jadi namanya Azam...?"


Nama itu meluncur halus di balik telinga Asha.


"Aa'....!"


"Nama yang indah..."


"Aa...tolong jangan mulai deh...cukup Fahmi saja yang sudab menyebalkan hari ini..."


"Jadi dia yang sudah berhasil membuat adikku memimpikannya. Entah bermimpi apa hingga membuat pipimu menjadi kemerahan..."


Arka tak berhenti sampai di situ.


Asha benar - benar di buat kesal olehnya, hanya karena semburat merah pada pipinya Arka sudah lancang menebak - nebak mimpi Asha tanpa ada dalilnya.

__ADS_1


Arka buru - buru lari dari hadapan Asha sebelum lap kotor yang ada di tangan Asha itu mendarat keras padanya.


Mimpi kurang ajar


__ADS_2