
Bismillah hirrokh maanirrokhim
Allohumma shalli'alaa Muhammad
Wa'alaa alihi sayyidaa Muhammad
Rasa
Kita sebagai makhluk Alloh di berkahi satu hal yang sangat menajubkan.Rasa, itu saling tekait. Saat sebuah bagian tubuh kita terluka maka bagian yang lain akan merasakan, lantas bereaksi.
Ketika kakimu tersandung meja,seketika tangan mengusap bagian yang sakit.Mulut mengaduh seraya beristigfar,atau...justru merapalkan berbagai umpatan.Otak dalam seperkian detik memerintahkan kita untuk menjauh dari sumber masalah.
Seperti beberapa saat lalu,seorang ibu datang tergopoh - gopoh dengan pakaian yang lusuh dengan seorang bocah laki - laki yang berada dalam dekapannya memasuki ruang UGD di puskesmas.
Langkahnya cepat,nafasnya terengah - engah.Kerutan di wajahnya pun makin jelas menampakkan kekhawatiran dan raut terluka.
"Mbak...tolong anakku sedari tadi diare, badannya juga demam..."
"Silahkan di baringkan disini bu, saya akan segera memeriksanya..."
Asha menunjukkan bed dua yang terdekat dengan kamar mandi.Diagnosa sementara pasien terkene diare dan jelas kamar mandi tempat yang paling sering dijangkau oleh pasien.
"Sejak kapan bu sakitnya...?"
Asha mulai menyibak kaos si bocah yang mungkin perkiraannya berusia sekitar 4 tahunan.
"Sejak semalam mbak, tapi demamnya mulai subuh tadi..."
Gurat kekhawatiran belum terlepas dari raut sang ibu.
"Tunggu sebentar ya bu...kami periksa dulu..."
Asha mengeluarkan senter kecil yang terus setia berada dalam kantong jas putihnya kemudian mengarahkan cahaya pada mulut si bocah.Sebelumnya termometer sudah ia pasang pada ketiak pasien.
Memeriksa kelopak mata,mulut sekaligus krongongannya serta sudah memeriksa denyut nadinya.
"Terakhir makan apa bu...?"
"Kemarin sore cuma makan mie instan...lalu minum air putih.Itu saja..."
Asha meletakkan stetoskop yang baru saja digunakan untuk memeriksa detak jantungnya,seulas senyum mengurai pada bibirnya memberi isyarat pada wanita tua itu tak perlu ada yang di khawtirkan.
"Ibu jangan panik, anak ibu hanya salah makan saja...."
__ADS_1
"Biasanya dia makan mie instan tak kenapa - kenapa...?"
"Mungkin kondisi tubuh yang kurang vit,bisa mempermudah segala pengakit untuk bersarang.Atau bahkan hanya minum air putih pun bisa menimbulkan penyakit.Apa lagi kalau airnya sudah terkontaminasi dengan benda kotor sarang penyakit...."
"Kami biasa minum air sumur mbak,dan tak pernah ada masalah...!"
"Sumber disini memang bagus bu,saya yakin itu.Namun alangkah lebih baik kalau air itu di panaskan terlebih dahulu untuk membunuh segala kemungkinan kuman yang masih bersarang disitu.Direbus dahulu misalnya..."
Wanita itu tak berekspresi,hanya sebuah anggukan sebagai respon kefahamannya.
"Saya beri obat ya bu,ini oralit untuk mengganti cairannya agar tidak sampai dehidrasi.Jangan lupa obat ini juga diminum setelah ini dan istihat yang cukup.Syafakillah,semoga Alloh senantiasa memberi perlindungan pada kita..."
...****************...
Azam memutar memori card yang dihasilkan dari jam analognya. Berisi vidio hektaran lahan hutan bekas benebangan liar yang dilakukan secara besar - besaran.Azam yakin,semuanya dilakukan oleh mereka,bajingan yang sedang berada dalam gubuk reot dalam hutan itu.
Bos besar yang mereka sebut - sebut adalah Aziz bukanlah satu - satunya nama yang disebut wanita sundal itu.Azam ingat betul celotehan Rosalin pria berbintang empat.Jelas itu terarah pada seseorang yanh berpengaruh dalam dunia militer.
Pria itu lantas memeriksa iPad Darris,memcurigai beberapa penduduk disini yang berada di warung nasi tempo hari mereka mampir.Terlihat orang - orang itu duduk di satu meja dan berbicara saling bebisik - bisik,tapi Azam tahu betul bahasa paser,berkata.
"Gelondongan kayu jangan sampai terlambat,bos besar sudah memberi kita keuntungan besar"
Laki yang diperkirakan berusia 30 tahunan berkata.Darris terus memperhatikan mereka tap Azam memberi kode agar pria itu bersikap lebih santai agar tidak memancing kecurigaan.
Kejadian tempo hari terekam ulang dalam kepalanya.Suara di dalam gubuk sama persis seperti suara di warung nasi.
minuman bersoda. Sedikit berbeda dengan anggota yang lainnya,Gading punya pembawaan yang kalem dan memiliki sihir AC dalam setiap divisinya.Tak terlalu bagus dalam test akademik tapi fisiknya tangguh.
"Aku sudah menyusun laporan tentang pembalakan liar itu dan segera mengirimnya pada Mayjen Richard.Beliau meminta kepeda kita untuk menyelidiki orang - orang gubuk itu..."
Azam mengangguk, ia belum mengatahui pasti identitas pertama yang ia dengar dari Hamzah. Yang pasti, orang itu bukan penduduk asli dari desa Talihan.
"Aku rasa misi kita akan memakan banyak waktu Zam..."
"Oh ya...?aku pikir kenapa kita tidak langsung masuk saja...?"
"What...jangan katakan itu rencanamu selanjutnya...!"
Azam terkekeh.
"Hanya rencana,aku tidak mau mengambil banyak resiko.Kamu tahu tiga hal yang selalu aku anut.Keamanan,kenyamanan dan keselamatan."
"Sukurlah...aku masih punya banyak waktu untuk mengintai desa seberang..."
__ADS_1
"Tentu saja,gadis - gadis yang ada di sungai yang hanya memakai handuk adalah hobimu bukan...?"
Gading melonjak kegirangan.
"Wow...ternyata kamu juga melihat pemandangan itu ya?kenapa tidak bergabung saja denganku dan Elhakim.Sekali - kali bermain cantik kan tidak masalah...?"
Azam mencibir.
"Main cantik katamu...?aku hanya tidak suka kamu dan cecunguk kecil itu selalu telat saat kita harus berkumpul..."
Gaging,mantan akademi kepolisian itu tertawa garing.Azam adalah pemimpin tanpa toleransi cantik.
...****************...
Sore yang syahdu,sinar jingga tergantung sempurna di langit Kalimantan.Anggota G02RM terlihat sibuk dengan berbagai macam persiapan.Membenahi peralatan dan memasukkan segala barang ke dalam tas loreng masing - masing. Berkomunikasi dengan berbagai kode dan sandi untuk berjaga - jaga keamanan.
Azam memilah - milah barang yang paling berguna dan meninggalkan barang yang tidak terlalu penting.Lima pistol di letakkan di atas meja sambil menimbang - nimbang mana yang paling berkualitas untuk di bawa.
"Apa itu Zam...?"
Rama melirik ke arah kain putih segi empat yang Azam genggam erat.Azam mematung seperti patung Liberty.
"Kamu tidak mencucinya Khoirul Azam...?"
Elhakim mengerutkan hidungnya seolah berkata pada Azam jorok sekali. Tapi Azam tak peduli dan terus menjejalkan sapu tangan yang penuh darang kering itu ke dalam tas lorengnya.Tangannya menyaut botol air mineral kemudin duduk di kursi ternyamannya lalu menyunyah permen karet.
Ya salam...para anggotanya hanya bisa menggelengkan kepala.Dan tak berselang lama Hamzah datang dengan berjuta kemenangan.Bajunya sudah basah dan penuh lumpur.Tangan kanannya membawa sebuah keranjang makanan.
"Hei...dari mana saja kamu Ham...?"
"Aku habis membantu tetangga jauh itu memasak di dapur umumnya..."
Hamzah berkata dengan raut wajah berseri - seri.Gading yang sedang membuka sepatunya melempar kaos kakinya tepat terkena muka Hamzah.
"Onde mande...mukamu itu minta dilempar tai kucing..."
Tak biasanya Hamzah masih cengar - cengir dan tak membalas Gading.Sekian detik Elhakim mengingat - ingat sesuatu.
"Oh...aku ingat para dokter muda yang sedang melaksakan kegiatan bakti sosial kah...?"
Hamzah mengangguk kelewat bersemangat.
"Lalu apa yang sedang kamu bawa itu...?"
__ADS_1
"Pepes ikan mas dan sayur lodeh,Asha yang membuatkan..."
Alhamduliah....jangan lupa tinggalkan jejak ya biar aku semakin bersemangat