
"Oh ya...aku dengar iPad berhargamu yang berisi hasil segala kecerdasan otakmu hilang.Apa itu benar...?"
"Hilang di kantin..."
"Kenapa bisa hilang...?"
"Seseorang sudah menghancurkan semua kerja kerasku. Dia laki - laki yang sangat sombong dan angkuh.Entah terbuat dari apa hatinya itu hingga ia tak berniat meminta maaf padaku walau hanya sebentar. Terpaksa aku bekerja selama dua hari penuh untuk mengembalikan semua tugas - tugasku..."
Bibir Asha bergetar saat ia mulai bercerita tentang tragisnya tragedi itu.
"Ya salam....sudahlah...jangan bersedih lagi. Alloh menganugrahimu otak yang encer bukan tanpa alasan kan? Bersukurlah kamu tidak apa - apa hanya sebuah iPad saja..."
Fahmi mencoba membesarkan hati Asha dengan mengelus halus kepala Asha yang tertutup hijab agar tidak larut dalam kesedihannya. Ia tau,Asha adalah gadis pekerja keras dan penuh semangat. Bisa dipastikan iPad adalah asetnya yang paling berharga.
"Alloh...aku sampai lupa...aku datang bersama kawanku..."
Fahmi melupakan Azam yang sedari tadi berdiri di ambang pintu,ia tak menyukai tempat itu.
"Akan aku perkenalkan kamu dengan sahabat baikku, dan aku pastikan ia pasti memahami dunia medismu..."
Asha hanya tersenyum manis saat Fahmi mulai memanggil dengan melambaikan tangannya ke arah Azam.
Azam datang ke bilik Asha dengan langkah jengah,tampak wajah - wajah petinggi negri ini wara wiri di aula besar itu.Belum lagi wajah - wajah sang pimpinan yang sudah di pastikan mereka mempunyai otak yang kotor dalam pekerjaan mereka membuat Azam semakin muak.
Sedang Asha, dari kejauhan tampak siluet laki - laki gagah dengan setelan celana bahan dan kemerja hitammnya samar - samar membuat bulu kudu Asha menjadi meremang saat menyadari laki - laki itu siapa.
Matanya terbelalak saat mengetahui siapa teman laki - laki dari sahabatnya itu. Senyuman yang sedari tadi menghiasi bibirnya tiba - tiba memudar entah kemana. Gadis itu benar - benar terkejut akan sosok laki - laki yang menghampirinya.
"Sha...perkenalkan ini Azam, teman sekaligus rekan kerjaku..."
Sedang Azam tak kalah terkejutnya dengan keberadaan Asha yang di perkenalkan oleh Fahmi sebagai saudara sepupunya namun ia tetap menampilkan sikap arogannya untuk menutupi keterkejutannya.Ia tidak pernah melupakan sedikitpun gadis yang lain hari sudah membuat pekerjaannya berantakan.
Iya...Asha dan Azam sama - sama tak ada yang mengucapkan kata walau sekedar salam. Sedang Fahmi menjadi sedikit terheran dengan sikap keduanya, di tatapnya wajah keduanya secara bergantian untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.
...****************...
Setelah adegan sedikit memaksa akhirnya mereka bertiga duduk lesehan di sebuah warung makan khas sunda. Restouran yang bertema "Warung apung" itu memang tak lain adalah peninggalan orang tua Fahmi yang kini beralih ke tangan sang putra satu - satunya.
__ADS_1
Alih - alih sibuk dengan restoran peninggalan orang tuanya, Fahmi justru sibuk dengan kegiatan perkejaan intelegennya. Bertugas di depan Computer hingga berhari - hari dan tak pernah keluar dari Laboratorium G02RM yang berada di bawah tanah dengan segala keamanan dan fasilitas yang mumpuni membuatnya betah untuk berlama - lama di dalam sana.
"Harusnya kamu tak perlu melalukan semua ini Mi...mamaku sudah masak di rumah..."
"Apa salah jika aku hanya ingin memberikan perayaan kecil - kecilan atas keberhasilanmu Sister...?"
"Bukan begitu Mi... maksudku...!"
Sebelum Asha melanjutkan ucapannya beberapa orang pelayan datang untuk menyajikan berbagai hidangan di susul dengan kedatangan Azam yang baru saja dari Toilet.
"Jangan khatirkan mama, aku sudah menghubunginya tadi Sha...Oh astaga...aku lupa kalau kamu tidak suka makan pedas...sebentar aku akan memesankan lagi khusus untuk kamu..."
Fahmi berlalu dari hadapan Azam dan Asha untuk segera pergi ke dapur, kebisuan pun tak dapat di hindari.
Ini bukanlah momentum yang Asha inginkan, duduk santai berhadapan dengan laki - laki yang sudah membuat Mood nya hancur sehancur - hancurnya.
" Sombong dan angkuh...itukan yang sedang kamu fikirkan tentangku..."
Apa...?
"Selain sombong dan angkuh rupanya kamu juga penguping ulung tuan StoneMan.."
Azam menopang dagunya dengan ibu jari dan telunjuk untuk memperhatikan wajah Asha dengan seksama, benar - benar Ayu hal yang ada di dalam kepala Azam.
"Rupanya kamu belum melupakan kejadian itu, semoga kamu juga tidak akan pernah melupakan aku..."
"Alloh....entah dosa apa yang sudah aku perbuat hingga Tuhan mempertemukanku dengan makhluk sepertimu..."
Asha benar - benar tidak menyukai teman Fahmi ini.
"Mulutmu manis seperti bunga mawar...hati - hati jangan sampai kamu tertusuk durinya...!"
"Apa maksudmu berbicara seperti itu...?"
Asha menggigit bibi bawahnya dan mulai sedikit ketakutan.
Sedang Azam mengusapkan ibu jarinya pada bibir bawahnya dengan sensual seraya berkata.
__ADS_1
"Bibirmu...kalau aku cium apa durinya juga akan menusuk bibirku..."
Plaakkk...
Hal yang sedari tadi ditahan oleh Asha akhirnya lolos juga. Setidaknya rasa panas yang Azam rasakan pada pipi kirinya sebelum memandang kepergian Asha.
Kurang ajar melengkapi kesimpulan Asha pada laki - laki itu.
...****************...
"Pelacur itu ternyata hanya mainan mereka, tidak ada informasi penting yang bisa kita galih dari dia. Aku memata - matainya hampir satu tahun dan anak buahku memata -matainya saat ia baru kembali dari Bontang..."
Sam berbagi minuman dengan Azam sebelum dia melanjutkan ucapannya.
"Pelacur itu ternyata tidak cukup puas hanya menjadi mainan mereka di hutan belantara..."
"Dan kamu sudah menjadikanku sebagai umpannya..."
Sam menarik asbak mendekat.
"Kamu mungkin butuh hiburan dalam bekerja. Aku lihat kamu tidak pernah punya waktu untuk berkencan, Khoirul Azam. Aku mungkin saja bisa menggantikanmu namun wajahku sudah terlalu tua untuk memikat seorang wanita cantik..."
Azam melipat kedua tangan pada dadanya.
"Dia wanita menjijikan yang hanya membuka selangkangannya demi belati yang segera aku hunuskan..."
Seketika tawa dari seniornya itu menggema dalam ruangan kedap suara itu.
"Oh ya...tentu saja aku tau selera mu. Lain kali akan aku sewa bidadi yang paling cantik untuk bisa kamu tiduri..."
Alih - alih marah, ucapan Sam justru membangkitkannya dari sebuah memori. Tidur bersama bidadari sangatlah menarik _ seperti bidadari bermulut tajam.
Oh Man...apa yang sedang kamu fikirkan, kenapa otakmu semakin tidak focus. Azam mungkin sedang membayangkan wajah ayu Asha. Menari - nari dalam kepalanya dan bahkan denyut -denyut bekas tamparan pada pipinya masih terasa.
Ia butuh pelampiasan,menatap wajah pada pantulan kaca di depan Wastafle mengusap wajahnya yang muram dengan kasar membuktikan bahwa air dingin itu semakin melekatkan ingatannya pada Gadis berkerudung Mustard waktu itu.
Allohumma Shalli Ala muhammad Wa'ala 'Alihi Sayyidanaa Muhammad...Nulis cerita yang bertema Action dan berpetualangan kenapa sulit sekali ya....jadi ragu mau lanjutin apa enggak...beri hadiah dengan komentar dibawah agar Aouthor tetep semngat....
__ADS_1