MENGEJAR MUTIARA SURGA

MENGEJAR MUTIARA SURGA
#16


__ADS_3

Allohumma shalli ' alaasayyidina Muhammad


Wa'alaa alihi sayyidina Muhammad


"Lalu apa yang sedang kamu bawa itu...?"


"Pepes ikan mas dan sayur lodeh,Asha yang membuatkan..."


Gading manggut - manggut penuh perhitungan.


"Perempuan ternyata,pantas saja kamu menghilang seperti di telan bumi,sialan kamu..."


"Tutup mulutmu aku menaruh makananku disini,aku mau mandi.Awas saja kalau ada yang menyentuh makananku.Seluruh ruangan ini sudah aku pasang CCTV..."


Hamzah pergi tak acuh dan menyambar handuk yang berada di atas tumpukan barang - barangnya.


"Dan semoga makananmu itu sudah terkontaminasi dengan limbah racun..."


Gading seperti kebakaran jenggot karena ucapan Gading yang membuka tabirnya yang suka menyambar makanan rekan - rekannya.


Tarikan Hamzah pada handuknya tak sengaja membuat barang - barangnya menjadi jatuh berantakan.Pisau paling tajam diantara koleksinya,beberapa bungkus ****** meluncur ke udara sebelum jatuh ke lantai.Dan Gading menginjak tak sengaja.


"Oww..menjijikkan sekali..."


"Jangan bersikap seolah kamu tak pantas mendapat hukuman kebiri..."


Hamzah balik mencibir.


"Tapi kamu terlalu banyak menanam benih dimana - mana,harusnya punyamu disunat saja sampai habis.Dasar pemusnah perawan sejagat...!"


"Brengsek...awas saja..."


Hamzah menendang bola basket ng berada pada tangan Gading dengan seringai yang kacau.Barang berharganya jatuh menggelinding begitu saja ke arah Azam.


Mata tajam lelaki itu mengawasi dengan bengis bola coklat tersebut saat berhenti di sisi kaki kanannya.Azam meletakkan pistol yang sedang ia bersihkan dengan kain.


"Ambil..."


Mulutnya hampir gak bergerak saat mengucapkannya.Seketika ruangan menjadi tegang bagai di kepung gulungan ombak maha dahsyat.Gading memungut bolanya dan menjauh dari sisi Azam.Pemuda itu mendadak berubah menjadi sangat menyeramkan,muram dan mengerikan dari pada biasanya.


"Ada apa denganmu keparat...?Mukamu bisa membuat orang ingin gantung diri saja..."


Hamzah memang raja cari perkara saja.Langkah panjang Azam bergerak keluar ruangan.Ada sesuatu yang ingin membakarnya dalam dirinya dan dia perlu merendamnya.


"Anjing kamu Zam...matamu ingin sekali aku congkel..."


Gading tak berhenti memaki setelah itu.

__ADS_1


...****************...


"Ada ada ini,kenapa berkerumun seperti ini.Apa ada peristiwa penting..."


Pertanyaan Gading meluncur begitu saja sat mendapati beberapa warga desa saling berkerumun.


"Keo ulun ka dalom lati..."


Seorang ibu - ibu yang menggending seorang balita mencoba menjelaskan pada Gading.Sayangnya Gading sama tidak memahami bahasa mereka.Ekor matanya mengarah pada Azam yang mulai gelisah.Tanpa aba - aba Azam mulai menghambur pada kerumunan itu. Galing menyusul di belakangnya.


Azam sudah tak bisa menahan diri untuk tidak menyibak kerumunan itu.Dia melihat rombongan mahasiswa dari ibu kota berdiri gelisah di tepi hutan.Beberapa ada yang hanya terdiam,sebagian ada yang menangis termasuk gadis sipit yang tempo hari bersama Asha di Puskesmas.Kepala desa beserta staf - stafnya turut berdiri di situ dengan raut kecemasan.Azam mengabaikan keberadaan para petinggi desa itu,ia kemudian berdiri di hadapan Tatiana yang terlonjak kaget.


"Kamu...?"


"Cepat katakan apa yang terjadi..?"


Tatiana semakin meraung keras dalam tangisannya hingga ia merasa kesulitan saat berbicara.


"Beberapa teman kami masuk ke hutan untuk mengambil obat -obatan yang baru saja dikirim di landasan timur sejak jam 3 subuh tadi dan belum kembali sampai sekarang...!"


Azam menajamkan penglihatanya dan mulai menatap ke sekeliling enggan bertanya. Tiba - tiba ia merasakan sengatan kecil mengenai uluh hatinya saat tak menangkap keberadaan Asha.


"Berapa orang yang masuk ke dalam sana...?"


Laki - laki berjas putih yang terdapat name tag Anton maju dan menjawab pertanyaan Azam dengan raut wajah cemas.


Anton terlihat ketakutan.


"Kami mendengar ledakan dari dalam sana serta jeritan yang keras.Lalu kami melapor pada kelurahan.Mereka melarang kami masuk ke dalam.Mereka hanya mengintruksikan menunggu rekan kami hanya sampai pinggir hutan ini saja...!"


Menunggu sampai mayat rekan - rekannya dikirim ke perkampungan.Gila....!Azam tak bisa berdiam saja,dia harus bertindak.Mengabaikan intruksi dari Sam untuk tetap memantau dari kejauhan.


Kemudian ia melangkah berderap ke arah Gading dan Elhakim.


"Aku mau masuk kesana,sekarang..."


Kedua rekannya tampak tak menyukai ide Azam.


"Apa maksud mu...?"


Azam tak menjawab,ia malah sibuk mengisi slot - slot kosong dengan peluru baru pada pistolnya.


"Kamu jangan sok jadi mermaid man,ini darat bukan laut bro...!"


"Kalau begitu segera acungkan pistolmu ke udara panggil yang lainnya kita akan menyerbunya sekarang...!"


Gading segera kembali ke rumah pak Sodikin untuk memanggil anggota G02RM lainnya.

__ADS_1


"Heiii...mau kemana kalian...?Semua orang dilarang masuk ke dalam hutan.Apa kalian ingin menambah korban jiwa...?"


Teriakaan kepala desa itu diabaikan oleh Azam dan Elhakim.


"Sialan!Mereka pengecut pantas warganya banyak yang mampus.Dasar tak punya otak...!"


Azam mengibaskan tangannya membiarkan Elhakim terus mengumpat.Toh percuma saja, umpatan Elhakim tak akan membuat mereka berbuat apa - apa.


Mereka berjalan bersisian, sangat menguntungkan berjalan bersama Elhakim di hutan rimab.Sebab ia pandai menyibak penghalang yang masuk ke hutan.


"Mereka mendengar suara ledakan,apa ada tubuh manusia yang meledak karena menginjak ranjau peledak yang dipasang para bajingan itu...?"


Elhakim berbisik,larinya seperti pacuan kuda.


Azam bergidik menutup mulutnya rapat- rapat,memikirkan hal yang membuat bulu kudunya berdiri tegak.Berharap tidak satu pun anak kota itu yang terluka.Mungkin saja orang - orang jahat itu yang menginjak.


"Sialan...!"


Sebetan pisau Elhakim kurang hati - hati,hutan ini sangat rapat sekali.


Mereka harus menghadapi banyak rintangan,mungkin ada yang lebih berat.Belum lagi jika mereka harus bertemu dengan sarang binatang buas,semak belukar tidak ada apa - apanya.


Karena agak memusingkan,banyak jalan yang tak bertuan membut Azam mengeluarkan kompas dalam jam Analognya.Kompas itu mengeluarkan bunyi menangkap signal dari GPS pelacak yang ia pasang diam - diam bersama Hamzah tempo hari.


"Lewat sini...!"


Benar sana,rintangan semakin berat.Ingatannya tentang masa - masa pelatihan G02RM menguar begitu saja.Kesakitan terasa nyata saat ia mengemban tugas dalam misi - misinya.


"Zam...sini...lihat..."


Elhakim mencengkeram jaket kulit Azam menunjukkan beberapa orang berdiri resah sedang berdiskusi.


Ada tiga orang laki - laki yang salah satunya pernah di lihat Azam ke rumah pak Sodikin.Azam berlari kearah mereka dan menepuk pundak salah satu dari mereka.


"Mana yang lainnya...?"


Arya terkaget - kaget dan hampir tersungkur mengetahui keberadaan Azam.


Azam berusaha tenang,rambut di keningnya basah karena keringat.Melihat penampilannya yang lusuh,celana mereka penuh lumpur dan terdapat luka bekas goresan kecil di sekitar wajah mereka.Mungkin goresan ranting yang tajam.


Dimana Asha? Dimana gadis itu? Satu diantara mereka menguasai diri, setelah yakin kalau Azam dan Elhakim adalah orang baik untuk menyelamatkan mereka.


"Teman kami,Asha dan Putri dikejar mereka lari jauh ke arah hutan.Sedang Julius, kami tidak mengetahui posisinya sekarang..."


Alhamdulillah...


Efek puasa,slow mikirnya...

__ADS_1


Selamat menjalankan ibadah puasa


__ADS_2