
Namaku adalah sely, aku adalah sorang pembunuh bayaran yang ber reinkarnasi ke dalam novel yang pernah ku baca dan menjadi tokoh antagonis.
"nona, apa nona ingin saya menyiapkan air hangat untuk nona mandi?"
Tanya seorang pelayan yang berdiri didekat jendela sambil membuka gorden yang menutupi jendela kamarku.
"iya, dan juga berikan aroma bunga mawar di air mandi ku"
Ucapku yang baru saja bangun dari tidur dan duduk di atas kasur.
Aku ber reinkarnasi ke dalam tubuh wanita antagonis bernama adelina yang sangat berbakat dalam ilmu sihir.
Di dalam novel yang berjudul wanita kesayangan pangeran ini, tokoh antagonis wanita yang bernama adelina ini jatuh cinta pada sang pangeran.
Akan tetapi cintanya bertepuk sebelah tangan, pangeran itu bernama pangeran tristan dan pangeran itu jatuh cinta pada tokoh utama wanita yaitu elis pada pandangan pertama.
Karena kecemburuan nya pada elis, adelina yang ahli dalam ilmu sihir itu berusaha membunuh elis sang pemeran utama wanita dengan sihir hitam.
Tapi untungnya elis selamat dari sihir hitam yang dapat membuatnya mati itu, dan setelah adelina terbukti yang telah menggunakan sihir hitam untuk membunuh elis, ia pun dihukum mati.
"nona, air mandi anda sudah siap. Mari nona saya akan membantu nona untuk mandi"
Mina yang seorang pelayan itu kemudian membantuku untuk berdiri dan berjalan menuju kamar mandi.
"baiklah"
Aku berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan dibantu oleh Mina.
Sekarang aku ber reinkarnasi ke dalam tubuh wanita antagonis itu pada saat sebelum adelina menggunakan sihir hitam pada elis.
__ADS_1
Diriku butuh waktu sekitar sepuluh hari untuk bisa beradaptasi dengan tubuh adelina ini serta juga aku menghabiskan waktu 3 minggu untuk bisa beradaptasi dengan kemampuan sihir milik adelina.
"huh... . Aku tidak bisa membiarkan diriku yang telah bereinkarnasi mati begitu saja seperti cerita dalam novel"
"akan ku ubah cerita ini agar tidak ada cerita dimana adelina sang pemeran antagonis mati"
Pikirku yang berada didalam tubuh wanita bernama Adelina yang merupakan pemeran antagonis dalam sebuah novel .
"nona apakah air mandinya nyaman?"
Tanya seorang pelayan yang sedang membasuh tubuhku yang bernama Mina, dan dia juga pelayan yang membangunkan aku tadi.
"nyaman kok, kau benar-benar hebat mina. kau melakukan tugasmu dengan sangat baik"
Aku yang berada di bak mandi menikmati setiap basuhan dari Mina yang merupakan pelayan pribadiku sambil memberikan beberapa pujian padanya.
"nona terlalu berlebihan memuji saya, mandi nona telah selesai mari saya bantu anda mengeringkan tubuh anda dan memakai pakaian"
Dulu saat aku membaca novel ini aku selalu merasa bahwa tokoh antagonis itu sangatlah bodoh.
Hanya karena perasaan sukanya dia sampai bertindak bodoh sampai sampai dia berakhir mati karena kebodohan nya.
Tapi sikapnya yang lebih bodoh lagi adalah terus mengejar pria yang bahkan tidak mencintainya sama sekali.
Dan siapa sangka aku malah ber reinkarnasi ke novel ini dan menjadi wanita antagonis itu.
tok tok tok «suara ketukan pintu»
"adelina apa kau ada didalam? ada hal yang harus ku bicarakan dengan mu"
__ADS_1
Sebuah suara pria terdengar dari luar kamar dan itu adalah Andrea kakak Adelina
"iya sebentar..."
Aku berteriak dari dalam kamar dan membalas perkataan dari Andrea yang berada diluar kamar
Andrea adalah kakak adelina yang begitu menyayangi adiknya dan dia juga pria yang cukup kuat dan telah melakukan kontrak dengan spirit phoenix api.
"ada hal apa yang ingin kakak katakan padaku"
Aku berjalan keluar dari kamar dan menanyakan apa yang ingin dikatakan Andrea hingga mendatangiku langsung seperti ini.
"aku dengar kau sudah tidak menyukai yang mulia pangeran lagi, apa itu benar?"
Sebuah pertanyaan keluar dari mulut Andrea yang sama sekali tidak ingin aku dengar sama sekali.
"iya itu benar, memangnya ada apa?"
Aku menjawab pertanyaan itu dengan sopan, dan bertanya balik pada anda mengapa dia menanyakan hal semacam itu.
"se... . Sebaiknya kita bicarakan hal ini diruang makan bersama ayah dan ibu, dan kurasa mereka terkejut mendengar kau yang tidak menyukai yang mulia pangeran"
Andrea berjalan pergi menuju ruang makan dan tampak ada ekspresi terkejut saat mendengar jawabanku tadi.
"baiklah, aku juga sudah lapar"
Aku juga kemudian berjalan mengikuti Andrea keruang makan.
...BAGAIMANA MENURUT KALIAN, APAKAH CERITANYA BAGUS? JANGAN LUPA UNTUK TINGGALKAN LIKE DAN KOMENTAR YA......
__ADS_1
...PENCET JUGA TOMBOL LOVE DIBAWAH...