Mengubah Takdir Pemeran Antagonis Dalam Novel

Mengubah Takdir Pemeran Antagonis Dalam Novel
episode 53


__ADS_3

Setelah makan Adelina pergi untuk menulis surat yang akan dikirim ke kediaman panglima


"sebaiknya aku menulis seperti apa ya?, aku bingung mau menulis bagaimana karena belum pernah menulis surat di kehidupan ku sebelumnya maupun sekarang" pikir Adelina


Dan akhirnya Adelina menulis pada kertas itu seperti apa yang ia katakan, walaupun suratnya atau cara menulisnya berbeda dengan para bangsawan kebanyakan


Setelah selesai menulis surat, Adelina memberi stampel pada surat itu yang menandakan surat tersebut datang dari keluarga great holy spirit


Pada saat Adelina ingin memberikan surat itu pada Mina untuk diminta dikirim, tiba-tiba Andrea datang dan mengambil surat tersebut


"hm? kenapa kau ingin mengirim surat pada tuan panglima?" tanya Andrea


"kakak apaan sih, berikan surat itu" ucap Adelina yang mencoba mengambil kembali suratnya


"jawab dulu untuk apa kau mengirimkan surat untuk tuan panglima?" tanya Andrea sekali lagi


"memangnya kenapa sih jika aku ingin mengirim surat padanya, memang apa hubungannya dengan kakak" jawab Adelina


"kenapa kau begitu tidak ingin aku menyentuh surat ini? tunggu, apa jangan-jangan kau suka lagi dengan tuan panglima" ucap Andrea


"apa apaan sih kak, untuk apa juga aku suka dengannya. Sekarang cepat kembalikan suratnya" ucap Adelina yang berusaha meraih surat


"aku tidak ingin kakak menyentuh surat itu karena akan sangat memalukan saat melihat tulisanku" pikir Adelina

__ADS_1


"bilang aja kalau kau suka dengan tuan panglima, lagi pula itu hal yang wajar jika kau menyukainya dia kan pria yang tampan dan sangat hebat dan juga gagah" ucap Andrea


"apaan sih, sudah kubilang aku tidak menyukainya" teriak Adelina


Adelina kemudian mengambil surat tersebut dari tangan Andrea dan segera mencari Mina untuk memintanya mengirimkan surat tersebut


Adelina yang baru saja kembali menemui Mina dan ingin ke perpustakaan dia melihat ayah ibu dan juga kakaknya sedang berbicara dengan serius


Karena penasaran, Adelina menghampiri mereka dan menanyakan apa yang mereka bicarakan


"ayah, ibu, apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Adelina


"Adelina, kebetulan sekali kau kemari. Ada hal yang ingin ayah dan ibu tanyakan padamu" ucap forzan


"i..iya ayah, memang apa yang ingin ayah dan ibu tanyakan?" ucap Adelina


"Adelina, apakah kau.... menyukai tuan panglima?" tanya forzan


"eh? aku suka dengan tuan panglima? isu dari mana lagi itu" kata adelina


Ayah dan ibu Adelina kemudian melirik kan mata mereka kearah Andrea yang mengartikan bahwa mereka mengetahui hal itu dari Andrea


Adelina pun berjalan menuju Andrea dan tersenyum lalu meninju perutnya

__ADS_1


"dasar kakak bodoh, apa yang baru saja kakak katakan pada ayah dan ibu! bukan hanya ngak benar tapi juga merusak nama baik ku" ucap Adelina


"aduh.. duh.., sakit tahu, lagi pula itu benar kan kau bahkan sampai mengirim surat padanya" ucap Andrea


"mengirim surat padanya memang itu mengartikan bahwa aku suka dengannya ha?!" teriak Adelina


"kalau kau suka bilang saja ngak usah dipendam" teriak balik Andrea


"owh... jadi kalau ayah mengirim surat kepada rekan kerjanya apa kakak juga akan mengira ayah suka dengan rekan kerjanya begitu!" ucap Adelina


"kalau itu berbeda tahu" ucap Andrea


"sama aja!!!" teriak Adelina


Di sisi lain, ayah dan ibu Adelina juga Andrea hanya bisa terdiam melihat kedua anaknya bertengkar karena tidak tahu apa masalahnya


"apa kita harus memisahkan mereka? kelihatannya ada salah paham diantara mereka" ucap Elisabeth


"tidak, tidak usah. Ini masalah mereka jadi kita tidak usah ikut campur" ucap forzan


"kau ini ya, sekarang aku tahu ternyata sifat Andrea itu menurun darimu" ucap Elisabeth


Deon yang sedang berada di ruang kerjanya terus menerus bersin bersin

__ADS_1


"astaga kenapa bersin terus sih, apa ada yang sedang membicarakan ku🙄" pikir Deon yang sambil mengerjakan dokumen


__ADS_2