
"kau ini sebenarnya kenapa sih, tiba tiba pergi lalu kembali sambil membawa seekor kucing?" tanya pangeran Tristan
Pangeran Tristan pergi kearah kucing itu dan mencoba untuk menyentuhnya, tapi saat pangeran Tristan ingin menyentuhnya, dia dicakar oleh kucing itu
"aw.. kucing macam apa ini, mukanya saja yang lucu tapi prilakunya buruk sekali" ucap pangeran Tristan
"kau pikir aku wanita apa, hingga ingin disentuh sentuh oleh mu" omel Adelina dengan bahasa kucing
"itu berarti menandakan bahwa kucing itu membenci mu" ucap Deon
"tapi kenapa kau mengambil kucing ini?" tanya pangeran Tristan
"itu bukan urusan mu" jawab Deon
Pertandingan hari ini pun berakhir dan akan melanjutkan babak kedua besok, tapi sayangnya Adelina yang masih dalam wujud kucing itu masih berada ditangan Deon
"sial... kapan sebenarnya aku bisa keluar pergi dari sini, sebenarnya aku bisa pergi dari sini dengan mudah menggunakan sihir ku. Tapi.. kenapa orang ini selalu berada dekat dengan ku sih" pikir Adelina yang sedang duduk didalam kandang dalam wujud kucing
Deon terus memandangi kucing menanyakan apa yang kucing itu lakukan saat dipertandingan tadi
"hei, ditempat pertandingan tadi apa yang sebenarnya sedang kau cari?" tanya Deon
__ADS_1
"astaga! apa ini alasannya dia menangkap ku, apa aku tadi kelihatan mencurigakan saat mencari petunjuk soal kristal iblis" pikir Adelina
"kalau aku tanya itu di jawab, jangan malah diam saja" ucap Deon
"oi, aku ini sedang dalam wujud kucing. Memangnya kau akan paham memangnya kalau aku bicara ha?" ucap Adelina dengan bahasa kucing
"percuma saja aku menanyakannya padamu, aku tak mengerti perkataan mu sama sekali" ucap Deon
"ya tentu saja kau tidak paham dasar bodoh" omel Adelina
Deon yang terus menatap kucing itu merasa nyaman saat dengan kucing itu, sama halnya saat dia dekat dengan Adelina
"ukh... kalau seperti ini keluarga bisa khawatir karena aku ngak pulang, lebih baik aku melakukan pembicaraan melalui sihir telepati" pikir Adelina
Adelina yang sedang dalam wujud kucing, kemudian duduk dan memejamkan matanya memfokuskan diri untuk menggunakan sihir telepati
Di rumah Adelina, satu keluarga sedang ribut karena khawatir Adelina belum pulang, saat mereka sedang membicarakan untuk menemukan Adelina, ada sebuah suara mirip Adelina
"ayah, ibu, kakak, apa kalian bisa mendengar ku?" tanya Adelina
"Adelina apakah ini kau?" tanya ayah Adelina
__ADS_1
"iya, ini aku" jawab Adelina
"tapi kenapa hanya suaramu saja, kau ada dimana?" tanya ibu Adelina
"tenanglah ibu, aku baik baik saja kok. untuk saat ini mungkin aku pulang terlambat, atau mungkin tidak akan bisa pulang hari ini" jawab Adelina
"Adelina, apa kau diculik oleh seseorang?" tanya ibu Adelina dengan penuh rasa khawatir
"katakan pada kakakmu ini dimana kau berada dan siapa yang menculik mu, akan ku habisi dia" ucap Andrea
"aku tidak diculik kok... jadi kalian tenanglah, aku bicara dengan kalian melalui sihir telepati agar kalian tidak khawatir padaku" ucap Adelina
"yah... walaupun itu benar sih kalau aku diculik, tapi sebaiknya mereka tidak mengetahui hal ini" pikir Adelina
Keluarga Adelina masih tetap khawatir walaupun Adelina sudah bicara begitu
"Adelina kau yakin kau baik baik saja" ucap ayah adelina
"aku ngak apa apa kok, ada hal yang harus ku urus jadi kalian jangan khawatir. akan ku hubungi lagi nanti, sampai jumpa" ucap Adelina
...kasih like loh ya...
__ADS_1