Mengubah Takdir Pemeran Antagonis Dalam Novel

Mengubah Takdir Pemeran Antagonis Dalam Novel
episode 2


__ADS_3

Diruang makan keluarga


"adelina, ayah dengar kau sudah tak menyukai yang mulia pangeran lagi apa itu benar?"


Tanya seorang kepala keluarga dari keluarga ini dan merupakan ayah dari Adelina yang bernama Forzan.


"iya itu benar ayah"


Aku menjawab pertanyaan itu dengan tenang sambil memakan sarapan dengan nyaman.


Seketika ayah, ibu serta andrea kakak adelina terkejut mendengar perkataan itu dari adelina.


Di keluarga adelina, semua anggota keluarganya tahu bahwa adelina sangat menyukai pangeran bahkan sampai tersebar rumor sampai pangeran itu sendiri sampai benci mendengar rumor tersebut.


"huh.. wajar sih mereka kaget, karena sekarang yang ada dalam tubuh putri mereka bukanlah adelina melainkan orang asing yang bereinkarnasi kedalam tubuhnya"


Aku bicara dalam benakku sambil menikmati sarapan pagi ini


"kau benar-benar sudah tak menyukai yang mulia pangeran lagi?"


Ucap seorang wanita yang juga terkejut mendengar perkataanku tadi dan dia adalah ibu Adelina yang bernama Elizabeth.


"bukankah sudah saya katakan bu, saya tidak menyukai yang mulia pangeran lagi. Apa ibu dan ayah kecewa karena aku tak menyukai yang mulia pangeran"


Ucapku yang berhenti memakan sarapan dan menatap kedua orang tuaku saat ini.


"bukan begitu, kami hanya terkejut saja"


Ayah Adelina masih terkejut dengan perkataan putrinya barusan.


"i..iya benar, bukankah kau dulu sangat menyukai yang mulia pangeran. Kenapa sekarang kau tak menyukainya"


Andrea mencoba untuk menanyakan apa hal yang membuatku tidak menyukai pangeran lagi.


"itu karena aku tak ingin membuang buang waktuku untuk orang yang bahkan tak mencintai ku"


Ucapku sambil menunjukkan ekspresi tidak suka dengan pembahasan ini.

__ADS_1


Akhirnya ayah, ibu serta Andrea berhenti membahas mengapa Adelina tidak menyukai pangeran lagi karena melihat raut wajahnya yang berubah seakan akan sangat benci membahas tentang pangeran.


Keluarga adelina adalah keluarga yang dekat dengan keluarga kerajaan, dan juga termasuk dari tiang kekaisaran.


Setelah selesai makan, adelina pergi ke halaman untuk melatih ilmu sihir nya.


"andai saja aku bisa melakukan pemanggilan spirit pasti aku akan menjadi lebih kuat lagi"


Gumam ku sambil mengepalkan kedua tangan.


"Tapi sayangnya didalam novel, saat adelina melakukan pemanggilan spirit yang keluar malah spirit iblis. Dan itu bisa menjadi masalah untukku nanti"


Pikirku sambil membayangkan hal buruk yang akan terjadi jika melakukan pemanggilan spirit.


Saat adelina sedang berlatih, andrea kakaknya datang menemuinya.


"kakak, kenapa datang kemari?"


Adelina berbalik menghadap kakaknya.


Andrea berkata dengan penuh percaya diri seolah bisa membantu adiknya.


"tidak perlu kak, lagipula aku tak perlu bantuan kakak".


"tapi jika kakak ingin membantu ku, bagaimana kalau kita berduel saja untuk mengasah kemampuan ku"


Adelina menatap mata Andrea, berharap Andrea mau menerima permintaannya.


"baiklah jika itu yang kau mau, kakak akan mencoba menahan kekuatan kakak agar kau tak terluka"


"terima kasih telah mengkhawatirkan aku tapi kakak tak perlu menahan kekuatan kakak"


Adelina dan Andrea berjalan menjauh dan mengambil posisi untuk memulai duel, Adelina kemudian melakukan sihir pemanggilan dan keluarlah prajurit zirah besi yang cukup besar


"ternyata kau bisa melakukan sihir pemanggilan ya adik kecil"


Andrea terkejut dan kagum saat melihat sihir yang digunakan Adelina

__ADS_1


"tentu saja, bukankah ini keren kakak. Aku menamai nya **iron** **armor** **warrior** "


"aku tak menduga bahwa adikku sehebat ini, kalau begitu ayo maju"


Andrea lalu mengeluarkan pedangnya dari dari sarung pedang yang berada disamping pinggangnya dan bersiap untuk memulai duelnya.


Pedang milik andrea adalah pedang yang berisi kekuatan spirit phoenix api miliknya.


"iron armor warrior, serang..."


Adelina memberikan perintah pada prajurit besi yang baru saja ia panggil dengan sihir pemanggilan.


Iron armor warrior mengayunkan pedangnya kearah andrea tapi andrea menghindarinya, andrea kemudian membalas menyerang iron armor warrior tapi tak mempan.


"huh.. ternyata boneka mu ini kuat juga ya adikku"


Andrea bersikap untuk melancarkan serangan lanjutan dan dia merasa duel kali ini akan sangat seru.


"kakak jahat sekali menyebutnya boneka, dasar tidak tahu bagaimana cara menghargai ciptaan orang lain"


Adelina langsung melakukan sihir pemanggilan lagi dan mengeluarkan 5 iron armor warrior lagi, walaupun melakukan sihir pemanggilan yang banyak tidak terlihat raut wajah lelah darinya


"oi oi, bukannya ini berlebihan namanya"


Andrea merasa adiknya terlalu berlebihan untuk duel ini.


"anggap saja ini hadiah karena telah mengejek iron armor warrior milik ku"


Adelina berkata dengan senyum tipis yang terlihat sedikit menakutkan.


"ini bukan hadiah namanya, ini lebih tepatnya penyiksaan"


Andrea membalas senyuman adiknya lalu mulai menyerang.


Selang beberapa waktu kemudian, andrea menyerah karena kesulitan menghadapi iron armor warrior milik adelina.


Setiap andrea mengalahkan iron armor warrior milik adelina, adelina langsung mengeluarkan iron armor warrior lagi dan lagi.

__ADS_1


__ADS_2