
Deon kemudian mengamati Kerberos dan setelah cukup lama diamati akhirnya Deon mengetahui dimana titik kelemahan dari makhluk buatan yaitu ada pada bagian unsur energi makhluk itu diciptakan dan unsur energi milik Kerberos buatan Adelina ini terletak pada kepala yang berada di tengah antara tiga kepala
Deon lalu mengeluarkan pedangnya dan menyerang tepat di atas kepala Kerberos tempat unsur energi makhluk itu berada tapi Deon hanya menggunakan sedikit kekuatannya saja, saat pedangnya hampir mengenai Kerberos, muncul perisai berwarna kuning emas dan kemudian menghalangi serangan Deon
"hei..!!! apa yang anda lakukan! anda ingin menghancurkan makhluk yang ku buat dengan susah payah ini" omel Adelina
"tenang saja, aku tidak berniat untuk membunuhnya kok" ucap Deon
"tidak membunuhnya apanya, jelas-jelas saya melihat anda menyerangnya tadi" omel Adelina yang semakin meningkat
"entah kenapa aku merasa bersalah ya setelah dia mengomeli ku begini, memangnya aku salah apa" pikir Deon
"untung saja ada pelindung yang dapat melindungi unsur energi Kerberos milikku ini" ucap Adelina
"memangnya setiap makhluk buatan terdapat pelindung unsur energinya?" tanya Deon
"tentu saja, bukan hanya untuk melindungi unsur energi saja tapi itu juga membuat makhluk yang telah diciptakan menjadi lebih kuat dan sempurna" jawab Adelina
__ADS_1
Adelina kemudian pergi menuju Kerberos dan mengelus bulunya layaknya seseorang yang sedang menenangkan seorang anak kecil yang baru saja ditindas oleh orang dewasa
"hei untuk apa kau bersikap segitunya pada hewan semacam itu, dia juga tidak terluka bukan" pikir Deon kesal
"Kerberos beristirahatlah, jika aku memerlukan bantuan mu maka aku akan memanggilmu" ucap Adelina
"grrwwwrrrrrrr"
Adelina kemudian menyimpan kembali Kerberos dalam dirinya dan jika sampai terlihat orang bisa jadi runyam
"memangnya kenapa? lagi pula semua makhluk kayak mendapatkan suatu perhatian atau apapun itu mau itu makhluk buatan atau bukan" ucap Adelina
"terserah kau saja" kata Deon
"apa anda cemburu akan hak itu" ucap Adelina
"ce... cemburu? untuk apa aku cemburu, sungguh hal yang tidak masuk akal" ucap Deon
__ADS_1
"kalau dipikir-pikir, memang benar kalau anda tidak mungkin cemburu karena anda balok es yang buta akan cinta" kata adelina yang langsung menusuk Deon
"ba... balok es" pikir Deon yang sangat terkejut dan terpukul
"sudahlah, saya mau pulang dulu soalnya di rumah masih ada buku yang harus saya baca ucap Adelina
Adelina pun meninggalkan Deon yang terbatu akibat perkataan Adelina, Deon ngak menyangka bahwa kata seperti itu akan keluar dari mulut Adelina dan Deon menyadari bahwa Dimata Adelina Deon terlihat seperti balok es yang buta akan cinta
Saat sampai di rumah, Adelina bertemu dengan pangeran Tristan didepan rumahnya, Adelina sangat terkejut dengan kedatangan pangeran karena seingat Adelina, pangeran Tristan tidak pernah datang kerumahnya
"yang mulia pangeran, ada apa anda datang kemari?" tanya Adelina
"aku baru saja ingin menemui mu, kau sendiri dari mana? bukankah keadaan diluar buruk, kenapa kau malah berada diluar" ucap pangeran Tristan
"kenapa pangeran Tristan ingin menemui dan kenapa rasanya kata-katanya barusan terdengar seperti sedang khawatir" pikir Adelina
"ada hal yang harus saya lakukan jadi saya pergi keluar. ayo masuk yang mulia pangeran, tidak enak jika bicara diluar begini" ucap Adelina yang mengajak pangeran Tristan masuk
__ADS_1