
Adelina dan amber kemudian pergi menuju rumah Adelina dengan menaiki kereta kuda, amber berharap sesampainya disana semua persiapan pesta sudah selesai diurus
Dalam perjalanan menuju rumah, Adelina berfikir bagaimana jadinya jika dia menikah dengan Deon. dan apakah ia akan merasa bahagia
"sudahlah tidak usah memikirkan soal pernikahan, lagipula aku tidak akan menikah dengannya" pikir Adelina
"Adelina apa yang sedang kau pikirkan?" tanya amber
"tidak kok, apa ada buku lain yang ingin kau pinjam? jika kau mau aku bisa merekomendasikan beberapa buku padamu" jawab Adelina
Setelah sampai, Adelina mengajak amber untuk masuk tapi pada saat membuka pintu Adelina dikejutkan oleh banyak orang sambil mengucapkan selamat ulang tahun padanya dan Deon juga ada disitu dan kakaknya serta anggota keluarga
"e...eh? ada apa ini!" ucap Adelina kebingungan
"ini adalah pesta kejutan ulang tahun untukmu Adelina, bagaimana apa kau menyukainya?" tanya amber
"terima kasih untuk kejutannya, aku senang sekali padahal aku sendiri lupa dengan hari ulang tahunku" jawab Adelina
"huh... dasar kau ini, masa hari ulang tahunmu sendiri tidak ingat sih" ucap Andrea
"sudahlah, karena pesta kejutannya berjalan lancar ayo kita nikmati pesta ini bersama-sama" ucap Elisabeth
__ADS_1
Hari ini Adelina dipenuhi dengan kebahagiaan, dia merasa sangat senang karena di kehidupan sebelumnya ia belum merasakan kebahagiaan semacam ini jadi saat-saat ini adalah hal yang terindah bagi Adelina
"saya tidak menyangka bahwa tuan panglima juga ada disini" ucap Adelina
"kau itu adalah orang ku jadi aku juga harus menghadiri perayaan ini" kata Deon
"hahaha.... anda bisa saja" ucap Adelina sambil tertawa
"Adelina disana kau rupanya, aku sudah mencari mu sedari tadi" ucap amber
"ada apa Amber?" tanya Adelina
Amber menghadiahkan Adelina sebuah gaun yang sangat mewah dan sulit untuk didapat dan juga sebuah kalung permata yang indah, lalu Andrea datang dan mengetuk kepala Adelina dengan kotak hadiah dari Andrea
"ini kado untukmu" ucap Andrea
"bisa ngak kalo ngasih itu dengan cara yang baik" kata adelina
"memangnya kenapa, toh hadiahnya juga tidak akan rusak hanya karena aku ketukan di kepalamu" ucap Andrea
"apaan ini hadiah dari kakak kecil sekali" ucap Adelina
__ADS_1
"jangan banyak protes, karena menurutku tidak ada gaun yang bagus untukmu jadi aku berikan itu saja" kata Andrea
"memangnya isinya apa sih" ucap Adelina ingin tahu isi kadonya
Adelina lalu membuka kado dari kakaknya itu dan isinya adalah sebuah kunci, pada awalnya Adelina sempat heran kenapa kakaknya menghadiahkannya sebuah kunci tapi setelah ia bertanya pada kakaknya dia tahu apa maksud kakaknya menghadiahkannya sebuah kunci
"kenapa isinya kunci sih, kenapa kakak malah menghadirkan ku kunci?" tanya Adelina
"coba kau lihat lebih jelas lagi, dibawah situ juga ada surat suratnya" jawab Andrea
"surat apaan sih" gumam Adelina
Adelina lalu mengambil surat yang ada didalam dan terlipat pada kota tersebut, tapi saat adelina membaca surat itu betapa terkejutnya mengetahui kalau itu adalah surat toko permata yang paling besar kedua di kerajaan dan kunci itu adalah kunci toko permata tersebut
"apa-apaan hadiah ini, kenapa kakak malah memberiku hadiah semacam ini sih" ucap Adelina
"memangnya kenapa, bukannya itu bagus" ucap Adelina
"kan kakak tahu sendiri aku kan tidak dapat mengurus toko ini nantinya" omel Adelina
"jika tidak bisa mengurusnya maka biarkan saja sesukamu" ucap Andrea
__ADS_1