
kediaman panglima
Di kediaman panglima, deon dan pangeran tristan berbincang tentang penyusupan yang terjadi ditempat deon
"jadi ada masalah apa sampai kau memanggil ku kesini?" tanya pangeran tristan
"aku memanggil mu kemari untuk membahas tentang penyusup yang belum lama ini menyusup ke rumahku dan dia telah mengambil buku sihir kuno itu" jawab deon
"jadi maksudmu penyusup itu bisa kabur dari sini? aku tak menyangka keamanan kediaman panglima mulai menurun" ucap pangeran tristan
"penjagaan disini masih sama ketatnya, justru penyusup yang datang kali ini cukup kuat sampai bisa membuat semua prajurit ku tertidur" ucap deon
"walaupun begitu kita tidak bisa membiarkan nya begitu saja dia bahkan telah mengambil buku sihir kuno yang tidak kita tahu apa isi dan bacaan buku itu, mungkin saja dia ingin mempelajari buku sihir itu dan menguasai nya" kata pangeran tristan
"aku juga pikir begitu" ucap deon
Pangeran tristan menanyakan pada deon apakah dia mengingat ciri ciri penyusup itu
Tapi deon hanya mengetahui ciri ciri penyusup itu adalah seorang wanita dan pengguna sihir
"apakah kau tidak mengenali wajah penyusup itu?" tanya pangeran tristan
__ADS_1
"dia menutupi wajahnya dengan topeng yang memiliki lukisan bunga mawar putih pada topeng yang ia pakai" jawab deon
"sepertinya informasi ini belum cukup untuk mengetahui siapa dirinya" ucap pangeran tristan
"ah.., aku baru ingat. penyusup wanita itu terlihat seperti bangsawan dan juga dia menggunakan kipas besi untuk menyerang ku" ucap deon
"tapi untuk apa para bangsawan melakukan itu, apa dia mencoba untuk memberontak?" ucap pangeran tristan sambil berfikir
"kita akan tahu tujuannya jika kita berhasil menangkapnya, aku punya suatu rencana" kata deon
Deon pun memberi tahu pangeran tristan apa rencana untuk menangkap penyusup itu dan pangeran tristan menyetujuinya
Pangeran tristan pun meninggalkan kediaman panglima
Beberapa hari kemudian ada surat dari istana yang datang ke keluarga adelina dan mengundang mereka semua untuk hadir pada pesta di istana
"undangan pesta ya.. ada hal apa sampai keluarga kerajaan merayakan pesta?" ucap adelina bertanya tanya
"mungkin yang mulia pangeran ingin mengadakan pesta karena bosan" ucap andrea
"kau tidak boleh berkata seperti itu andrea, yang mulia pangeran pasti memiliki niat tertentu sampai harus mengadakan pesta" ucap elisabeth
__ADS_1
"iya ibu mu benar, lagi pula kita tidak bisa menolak undangan itu, baginya kaisar juga sudah menyetujui pesta itu" ucap forzan
Malam harinya semua bangsawan dayan ke istana karena undangan pesta dari pangeran
"hm.. aku tak menyangka akan seramai ini pesta nya" ucap adelina
"hah.. jika aku tahu akan seramai ini aku lebih baik tidak usah datang" ucap andrea
"andrea jaga ucapan mu" ucap forzan
"iya iya ayah.." ujar andrea
Pada saat adelina ingin berbincang dengan para lady lain, elis datang menghampiri adelina
"adelina... senangnya bisa bertemu denganmu disini" ucap elis
"senang bertemu dengan mu juga" balas adelina
"adelina apa kau tahu kenapa yang mulia pangeran mengundang semua bangsawan yang ada di kerajaan? aku juga tak mengerti kenapa pangeran menyelenggarakan pesta ini" ucap elis
"aku juga tidak tahu, tapi aku yakin kalau yang mulia pangeran memiliki maksud tertentu" kata adelina
__ADS_1