
Siang harinya, Adelina pergi untuk menemui ayahnya yang sedang ada diruang kerjanya. Adelina yang sudah berada didepan pintu mulai mengetuk pintu ruang kerja ayahnya
tok tok tok (suara ketukan pintu)
"siapa?" tanya ayah Adelina yang berada di ruang kerja
"ini aku ayah, bolehkah aku masuk?" tanya balik Adelina
"masuklah Adelina" jawab ayah Adelina
Adelina kemudian masuk ke ruang kerja ayahnya dan ternyata ada ibunya juga disana
"ibu juga ada disini ya" ucap Adelina
"i..iya, ibu sedang membantu ayahmu" ucap ibu Adelina
"kenapa ibu bicara begitu? kan aku tidak bertanya apa yang ibu lakukan disini, dan bukannya ibu tidak suka dengan urusan politik" kata Adelina
"i..itu.... ibu cuma ingin mempelajari sedikit tentang politik kok" ucap ibu Adelina
__ADS_1
Adelina tahu bahwa ibunya itu berbohong, dan juga Adelina sangat mengenal ibunya. Apalagi ibunya membenci hal hal semacam politik jadi tidak mungkin ibunya mempelajari tentang politik dan juga Adelina melihat muka ayahnya yang memerah
"kelihatannya mereka sedang melakukan sesuatu disini, seharusnya aku datang nanti saja" pikir Adelina
"jadi Adelina, apa yang membuatmu datang kemari?" tanya ayah Adelina
"sebenarnya ada hal yang ingin saya tanyakan, tapi sepertinya saya sudah mengganggu waktu kalian berdua jadi saya akan datang lagi lain kali saja" jawab Adelina
Ibu Adelina yang terkejut langsung meraih tangan Adelina dan berusaha menyakinkan Adelina bahwa mereka tidak melakukan hal itu
"Adelina tunggu, jangan berfikir yang aneh aneh. Ibu dan ayah tidak melakukan hal yang seperti kau pikirkan" ucap ibu Adelina sambil menggenggam tangan Adelina
"memangnya ibu tahu apa yang sedang kupikirkan?" tanya Adelina
"oh, jadi itu yang kalian lakukan" ucap Adelina
"ti...tidak, tidak bukan itu" ucap ibu Adelina yang panik
Ibu Adelina adalah wanita yang sangat hebat tapi salah satu kekurangan nya adalah, dia merupakan orang yang sering keceplosan
__ADS_1
Seperti halnya sekarang ini, ibunya baru saja mengakui bahwa dia baru saja bercinta dengan suaminya disini
"ekhm.. ekhm.., sudahlah lebih baik kita tidak membicarakan hal ini lagi. sekarang cepat katakan pada ayah hal apa yang mau kau tanyakan" ucap ayah adelina
"iya iya, ayo apa yang ingin kau tanyakan. ibu juga akan menjawabnya jika kau mau" ucap ibu Adelina
Disaat ini Adelina mulai khawatir bagaimana jika ayah dan ibunya akan marah jika dia tidak melakukan upacara pemanggilan spirit
Adelina kesulitan mengatakan hal ini karena rasa khawatir nya itu
"ada apa Adelina, apa ada yang membuai khawatir?" tanya ibu Adelina
"katakan saja apa yang ingin kau tanyakan kau tak perlu khawatir seperti itu" ucap ayah adelina
Adelina kemudian mulai memberanikan diri untuk berkata pada ayah dan ibunya
"se..senarnya ayah, ibu,.... apa boleh jika aku tidak melakukan upacara pemanggilan spirit?" tanya Adelina dengan rasa penuh khawatir
"sebelum menjawab itu, ayah ingin bertanya padamu apa yang membuat mu tidak ingin melakukan upacara pemanggilan spirit?" tanya balik ayah Adelina
__ADS_1
"se.. sebenarnya aku..." ucap Adelina terbata bata
"apa sebaiknya aku katakan yang sebenarnya pada mereka bahwa aku bukanlah anak mereka, dan mengatakan aku adalah orang yang berasal dari dunia lain dan memasuki tubuh anaknya ini, lalu aku sudah mengetahui apa yang akan terjadi pada diri anak mereka. tapi bagaimana reaksi mereka nantinya, apakah marah, atau malah menganggap ku gila" pikir Adelina penuh khawatir