Mengubah Takdir Pemeran Antagonis Dalam Novel

Mengubah Takdir Pemeran Antagonis Dalam Novel
episode 126


__ADS_3

"fyuh.... tidak ada yang senyaman membaca buku setiap waktu..." ucap


"sepertinya penyakit ibunda akan haus pengetahuan kambuh lagi sepertinya" pikir Shiro


Di rumah Adelina memesan banyak sekali buku yang berjumlah sekitar 5 kereta kuda, Adelina adalah tipe orang yang sangat suka membaca dan menurutnya buku di dunianya saat ini sangatlah menarik dan adelina membaca buku agar dia tidak terus kepikiran tentang mimpi yang dia mimpikan tadi malam


"Ibunda yakin ingin membaca semua buku ini?" tanya Shiro


"tentu saja, memang buku untuk apa kalau bukan dibaca" jawab Adelina


"iya memang sih tapi membaca buku sebanyak ini bukannya terlalu berlebihan" kata shiro


"tenang saja aku tidak akan membacanya semua hari ini" ucap Adelina


"syukurlah ibunda masih waras, kukira ibunda akan membaca semuanya" ucap Shiro


"jadi kau pikir aku ini gila?" ucap Adelina

__ADS_1


"ti ..tidak kok, ibunda lanjutkan saja membacanya" ucap Shiro


Saat membaca buku Adelina menemukan hal yang sangat menarik yaitu informasi mengenai 3 simbol iblis, saat membaca hal tersebut Adelina teringat pada laviatan


Adelina mulai mengira kalau alasan laviatan masih belum melakukan penyerang itu karena 3 simbol iblis tersebut


"jika memang dia belum melakukan penyerang karena ingin menemukan 3 simbol iblis tersebut maka hal itu tidak bisa dibiarkan, walaupun kemungkinannya dia dapat menggunakan simbol iblis sangat kecil tapi mungkin ada kemungkinan juga bahwa dia dapat menguasainya" pikir Adelina


Adelina lalu memanggil ular hitam racun kematian dengan sihir pemanggilan dan menyuruhnya menemui Deon dan memberikan surat padanya


"ke..kenapa harus saya dan bukan anda saja?" tanya ular hitam racun kematian


"itu karena aku tidak punya waktu dan masih banyak buku yang perlu ku baca" jawab Adelina


"tapi kenapa harus saya, seperti anda tidak punya orang lain untuk disuruh" ucap ular hitam racun kematian


"aku lagi malas pergi dari kamarku dan pergi mencari orang untuk disuruh jadi aku menggunakan mu saja" ucap Adelina

__ADS_1


Setelah berdebat cukup lama akhirnya ular hitam racun kematian mau mengirim surat tersebut dengan syarat Adelina memberikan nama padanya, alasan ular hitam racun kematian tidak mau pergi sebenarnya karena dia takut pada Deon


Dikediaman panglima, heiji yang sedang menjelaskan sebuah dokumen pada Deon kemudian melihat ular hitam yang masuk melalui jendela dan membuatnya terkejut dan ketakutan


Karena takutnya, heiji langsung melepas sepatunya dan mencoba untuk memukul ular tersebut namun pukulannya itu tidak kena sama sekali. Lalu Deon memberhentikan heiji untuk menyerang ular itu karena melihat ada sesuatu yang dibawa oleh ular hitam tersebut


"heiji berhenti untuk mencoba memukul ular itu" ucap Deon


"ta...tapi tuan panglima masa ular ini dibiarkan saja, bagaimana jika dia menggigit saya nanti" teriak heiji


"kau ini terlalu pengecut, bahkan ular itu tidak ingin menggigit orang sepertimu" ucap Deon


Ular hitam tersebut kemudian merayap kearah Deon dan naik keatas mejanya sedangkan heiji masih merinding melihat ular itu


"astaga padahal aku baru datang tapi diperlukan tidak baik oleh orang ini" pikir ular hitam racun kematian sambil melihat kearah heiji


"apa kau kemari membawakan ku surat!" ucap Deon

__ADS_1


__ADS_2