Mengubah Takdir Pemeran Antagonis Dalam Novel

Mengubah Takdir Pemeran Antagonis Dalam Novel
episode 36


__ADS_3

"kau yakin itu suara wanita?" tanya Adelina


"iya aku sangat yakin, ngomong-ngomong nama kakak siapa ya?" tanya balik gadis itu


"m... namaku cika" jawab Adelina


"wah... nama yang lucu, kalo aku Dea. Salam kenal kak cika dan terima kasih sudah menolong ku" ucap Dea


"iya sama sama" balas Adelina


Kemudian Adelina berjalan bersama Dea sambil menanyakan tentang wanita yang melukainya tadi


Akan tetapi saat Adelina dan Dea sedang berjalan dengan santai, Adelina menyuruh Dea untuk berhenti


"Dea berhenti, jangan bergerak sama sekali" ucap Adelina


"ada apa kak cika?" tanya Dea


"***... diam lah, jika kau tidak mau diserang oleh burung hantu perak" jawab Adelina pelan


Burung hantu perak merupakan hewan sihir yang cukup kuat, walaupun burung hantu perak tidak dapat melihat


Tapi kemampuan mendengarnya luar biasa, bahkan dia bisa mengetahui letak seseorang hanya dengan suara nafas tapi itu dalam jarak tertentu. Untung Adelina dan Dea berada diluar jarak pendengaran burung hantu perak

__ADS_1


"bagaimana burung itu bisa ada disini, kukira dia hanya ada di daerah bersalju" ucap Dea


"kurasa itu hewan sihir milik salah satu peserta, itu menandakan ada seseorang disekitar sini karena burung hantu perak tidak dapat jauh dari pemiliknya" ucap Adelina


Burung hantu perak itu menoleh kearah kanan dan kiri walaupun tidak dapat melihat seolah olah burung itu sedang mengintai


"lalu sekarang apa yang harus kita lakukan kak cika?" tanya Dea


"kau dapat menemukan lokasi pemilik burung hantu perak itu kan?" tanya balik Adelina


"b... bagaimana kak cika bisa tahu?" tanya lagi Dea


"sudah tidak usah banyak tanya, sekarang cepat temukan dimana pemilik burung hantu perak itu" perintah Adelina


Dea memiliki kemampuan bawaan yaitu kemampuan melacak, dan kemampuan ini dapat melacak semua yang ada disekitarnya dalam jarak tertentu kira-kira 20 meter


Dea memfokuskan dirinya dan menyentuh tanah untuk menemukan pemilik burung hantu perak tersebut dan kemudian dia menemukan nya


"disana kak cika, dibalik batu besar itu dia bersembunyi disana" ucap Dea lirih sambil menunjuk batu


"kerja bagus" ucap Adelina


Adelina kemudian menggunakan sihir ilusi miliknya dan membuat si pemilik burung hantu perak itu terjebak dalam ilusi hingga tidak dapat bergerak serta bangun untuk beberapa jam

__ADS_1


"heh, apa yang terjadi? kenapa burung hantu perak itu hilang" tanya Dea


"itu karena jika sang pemilik kehilangan kesadaran seperti terkena ilusi maka burung hantu perak akan segera pergi menuju tuannya dan menjaga keselamatan tuannya" jawab Adelina


"jadi yang kak cika gunakan tadi adalah sihir ilusi?" tanya Dea


"ya... kurang lebih begitulah" jawab Adelina


Ditempat Andrea berada ia sangat panik dan bodoh karena baru mengetahui bahwa yang tadi itu wujud tiruan adiknya


"astaga.... dia pergi kemana sih, lagi pula ngapain dia buat wujud tiruan segala. aku disuruh menjaganya tapi malah kehilangannya, gimana jika ayah ibu tau nanti" ucap Andrea panik


"ada apa andrea?" tanya forzan ayah Adelina dan juga Andrea


"a... ayah, kenapa ayah bisa ada disini?" tanya balik Andrea


"jangan coba mengelak, katakan apa yang terjadi!" ucap forzan


"i...itu...., Adelina menghilang" jawab Andrea terbata bata


"HM ... begitu ya" ucap forzan dengan tenang


"kok ayah tenang tenang saja sih, saat tahu anaknya hilang" teriak Andrea

__ADS_1


__ADS_2