
"pangeran Tristan, bukannya ada hal yang harus kau ucapkan juga bukan" ucap permaisuri
"i....itu aku ingin mengucapkan terima kasih atas perbuatan mu dan membuatku terlepas dari sihir pemikat" ucap pangeran Tristan tanpa menghadap kearah Adelina Karena menutupi mukanya yg memerah
"iya" balas Adelina
"sebenarnya apa yang terjadi pada pangeran Tristan sih, kenapa sikapnya jadi seperti itu padaku setelah terlepas dari sihir pemikat Elis. biasanya juga dia bersikap dingin dan bodoh amat saat melihat atau berbicara dengan ku" pikir Adelina
Setelah Adelina dan Deon pulang dari istana, pangeran Tristan yang sedang berada di kamarnya terus teringat Adelina dan yang paling pangeran Tristan ingat adalah senyum Adelina yang sangat manis saat berbicara dengan kaisar dan permaisuri
"ukh... aku ini sakit apa sebenarnya sih, kenapa aku terus kepikiran dia. Tapi jika diingat ingat senyumnya tadi manis juga saat berbicara" pikir pangeran Tristan yang ada di kamarnya
"kenapa dari dulu aku ngak menyadari kalau Adelina itu sangat manis ya, apa mungkin dulu aku tidak menyadarinya karena sihir pemikat itu" ucap pangeran Tristan
Tak lama kemudian permaisuri datang dan masuk kedalam kamar pangeran Tristan, lalu saat permaisuri masuk kedalam kamar Tristan ia membicarakan terus tentang Adelina
__ADS_1
"ibu bisa ngak sih jangan membiarkan dia terus, aku muak mendengarnya" ucap pangeran Tristan
"memangnya kenapa, lagipula kau suka kan mendengarnya" ucap permaisuri
"u...untuk apa aku merasa senang mendengar hal tentangnya, buang-buang waktu saja" kata pangeran Tristan
"benarkah, padahal kukira kau senang mendengar hal tentang Adelina tapi ternyata tidak ya" ucap permaisuri
"tentu saja, lagipula ada banyak tugasku sebagai putra mahkota yang harus dilakukan daripada mendengarkan hak yang malas kudengar" ucap pangeran Tristan
Pada saat permaisuri hendak pergi, pangeran Tristan tiba-tiba menghentikan langkah permaisuri dan menanyakan hal apa yang disukai oleh adelina
"tu... tunggu sebentar ibu" ucap pangeran Tristan
"ada apa?" tanya permaisuri
__ADS_1
"me... memangnya hal apa yang disukai oleh adelina" ucap pangeran Tristan dengan pelan
"eh... katanya kau tidak suka dear hal yang berkaitan dengan Adelina tapi sekarang kenapa kau malah menanyakannya" ucap permaisuri dengan nada mengejek
"Bu...bukan begitu, aku berfikir karena dia sudah membantu ku lepas dari sihir pemikat maka ada baiknya jika memberinya hadiah sebagai ucapan terima kasih" ucap pangeran Tristan
"bukannya tadi kau sudah mengucapkan terima kasih ya" ucap permaisuri
"a..aku ingin memberikannya sesuatu, jika hanya sekedar mengucapkan terima kasih masih terasa kurang, memangnya tidak ada hal yang tidak bisa aku beli di dunia ini" ucap pangeran Tristan
Permaisuri kemudian tertawa, dia ngak menyangka anaknya benar-benar menyukai Adelina walaupun masih menyembunyikan perasaannya lalu permaisuri memberi saran pada pangeran Tristan
"jika kau memang menyukai seseorang maka dekati lah dan jangan terus kau pendam perasaan mu itu sebelum kau menyesal nantinya" ucap permaisuri
"ma... maksud ibu aku menyukai Adelina apa, itu ti... tidak mungkin" ucap pangeran Tristan
__ADS_1
"ya ibu kan cuma menebak saja siapa tahu benar kan, tapi ibu ingatkan padamu jika kau memang menyukainya maka segera dekati lah karena ada orang lain yang juga menyukainya " kata permaisuri