Mengubah Takdir Pemeran Antagonis Dalam Novel

Mengubah Takdir Pemeran Antagonis Dalam Novel
episode 127


__ADS_3

Deon pun lalu mengambil surat tersebut dan membacanya, melihat dari tulisannya Deon tahu kalau itu dari Adelina. Disurat tersebut tertulis bahwa laviatan kemungkinan menunda melakukan peperangan karena ingin mencari simbol iblis


"jadi begitu ternyata, tapi ular ini sedikit mirip dengan ular yang pernah ku lawan saat adelina mencoba mencuri dariku untuk kedua kalinya hanya saja ukurannya lebih kecil" pikir Deon yang menatap kearah ular hitam racun kematian


"sebenarnya ini sudah zaman apa sih, kenapa masih ada saja orang yang mengirimkan surat dengan hewan apalagi menggunakan ular. Memangnya orang itu tidak punya hewan lain apa" ucap heiji yang menjaga jarak dengan ular hitam


"hei.. menurutmu aku mau apa menjadi hewan pengantar surat apa, tapi sekarang kenapa pria ini menatapku terus sih (Deon)" pikir ular hitam


Tatapan Deon membuat ular hitam racun kematian merasa tidak nyaman dan juga sorot mata Deon sangat mengerikan menurut ular hitam itu


"sejak kapan Adelina pernah hewan semacam ini, menurutku dia bukanlah orang yang suka dengan bintang" pikir Deon


Karena merasa ngak nyaman dan tidak betah, ular hitam tersebut berniat untuk pergi tapi pada saat hendak turun dari atas meja dia terhenti karena Deon memegangnya dan menariknya

__ADS_1


"hei turunkan aku dasar manusia tidak punya prilaku" pikir Adelina


"memangnya aku sudah menyuruhmu untuk pergi apa!" ucap Deon


"memangnya untuk apa aku harus menunggu izin darimu, tugasku hanya untuk mengantarkan surat dan itu sudah selesai maka lebih baik aku kembali daripada disini ditatap oleh mata mengerikan mu itu" pikir ular hitam


Ular hitam racun kematian mencoba melepaskan dirinya namun percuma saja, semakin ia menggunakan lebih banyak tenaga untuk pergi semakin kuat genggaman tangan Deon


"jika saya kekuatan ku tidak disegel oleh dia (Adelina) maka aku pasti akan menggigit tangan menjengkelkan mu ini" pikir ular hitam


"dasar manusia menjengkelkan, sudah kuduga pergi kemari bukanlah keputusan yang baik" pikir ular hitam


Karena tak bisa apa-apa lagi maka ular hitam racun kematian terpaksa mendengarkan apa pertanyaan dari Deon dan mencoba untuk menjawabnya agar dia bisa segera pergi dari situ

__ADS_1


"kau hanya perlu menjawab satu pertanyaan saja maka aku akan langsung melepaskan mu" ucap Deon


"terserah lah...." pikir ular hitam dengan kesal


"ku anggap itu jawaban iya, hal yang ingin kutanyakan adalah apa hal yang paling disukai Adelina?" tanya Deon


Ular hitam racun kematian hanya bisa melongo karena hal yang ingin ditanyakan oleh Deon adalah hal apa yang disukai oleh nonanya itu, dia kira Deon akan menanyakan hal yang sulit untuk ia jawab


"ini manusia gila apa ya! bisa bisanya dia menanyakan hal ngak masuk akal begini pikir ular hitam


"jadi ayo cepat jawab, aku tahu kau itu bisa bicara maka jawablah" ucap Deon


"bagaimana bisa aku bicara, suara dan kekuatan ku telah disegel oleh nona lalu bagaimana bisa aku bicara sih" pikir ular hitam

__ADS_1


Adelina menyegel suara ular hitam agar dia tidak mengatakan hal yang tidak penting pada Deon dan menyegel sebagian dari kekuatannya agar tidak menyerang Deon karena jika sampai hal itu tejadi maka Adelina lah juga yang harus menanganinya


__ADS_2