Mengubah Takdir Pemeran Antagonis Dalam Novel

Mengubah Takdir Pemeran Antagonis Dalam Novel
episode 92


__ADS_3

Elis yang melihat Adelina melambaikan tangannya setinggi dada sambil bergandengan tangan dengan pangeran Tristan menuju aula pesta. Adelina membalas lambaian tangan Elis, dengan senyum terpaksa


"huh... sudahlah biarkan mereka semaunya sendiri saja, lagipula mereka mau pakai pakaian couple atau apapun itu bukan urusan ku" pikir Adelina


"Adelina......" ucap amber


"amber! kau dari mana saja, kukira kau tidak datang pada pesta ini" ucap Adelina


"maaf tidak sempat untuk menyapamu, soalnya aku harus menyapa para bangsawan lain" ucap amber


"kau datang dengan siapa?" tanya Adelina


"aku datang sendiri, Adelina apa tuan panglima ini adalah pria yang kau cium itu" tanya balik amber sambil berbisik


"a...apanya, sudah kubilang itu bukan aku melainkan temanku" jawab Adelina


"tidak perlu berbohong, mana mungkin ada orang yang menceritakan masalahnya temannya yang seperti itu" kata amber


"su..sudah kubilang bukan aku..." ucap Adelina

__ADS_1


"kalian berdua sedang membicarakan apa?" tanya Deon


"ah, tuan panglima kami sedang membicarakan umph....." ucap amber yang terhenti


Adelina yang melihat amber yang berusaha menjawab pertanyaan dari Deon langsung segera menutup mulutnya agar tidak berbicara


"i..ini masalah wanita, lebih baik tuan panglima tidak mengetahui nya" jawab Adelina


"begitu ya..." ucap Deon


Amber kemudian melepaskan tangan Adelina yang menutup mulutnya, dan amber menanyakan kenapa Adelina melakukan hal itu padahal dia hanya ingin menjawab perkataan Deon


"Adelina apa yang kau lakukan sih..." ucap amber


"mengatakan hal yang mana, soal pria yang kau cium itu adalah tuan panglima?" tanya amber


"shutttt... jangan bicarakan itu disini, jika ada yang dengar bisa runyam urusannya dan perlu kuingat kan lagi bahwa yang ku ceritakan adalah tentang temanku bukan diriku" jawab Adelina


"iya iya.... yasudah saya pergi dulu ya, tuan panglima saya titipkan teman saya ini pada anda ya mohon dijaga baik baik" ucap amber yang kemudian langsung pergi

__ADS_1


"amber..... apa yang baru saja kau katakan, tunggu saja jika aku bertemu denganmu nanti" pikir Adelina


Gara gara amber mengatakan perkataan tersebut ia jadi ngak enak berada terlalu dekat dengan Deon karena mengingat kembali adegan ciuman itu


"apa kau lapar?" tanya Deon


"a..apa?" ucap Adelina kebingungan


"aku bertanya padamu apakah kau lapar? jika ia ada beberapa cemilan disana" ucap Deo


"ti...tidak perlu, saya tidak lapar kok cuma sedikit kesal saja" ucap Adelina


Deon memulai bicara duluan terhadap Adelina untuk meredakan suasana, tapi saat mereka sedang asik berbincang pangeran William datang dan mengajak Adelina untuk menari satu lagu dengannya


"nona Adelina apa anda ingin menari satu lagu dengan saya?" tanya pangeran William sambil mengulurkan tangannya


"astaga... kenapa orang ini datang menghampiriku sih, mau menolak juga ngak bisa karena dia pangeran. jika aku menolak maka sama saja dengan aku tidak menghormatinya" pikir Adelina


Saat adelina hendak menerima ajakan dari pangeran William untuk berdansa, Adelina yang tangannya sudah terulur dan hampir memegang tangan pangeran William langsung ditarik oleh Deon

__ADS_1


"mohon maaf pangeran William tapi dia adalah partner saya jadi anda tidak boleh mengajaknya tanpa persetujuan dari saya" ucap Deon


"benarkah itu? bukannya keputusan itu ada ditangan nona Adelina sendiri, jadi anda sebaiknya ngak ikut campur" ucap pangeran William


__ADS_2