
"kak cika sebenarnya ini hewan sihir jenis apa sih? aku kok belum pernah mendengarnya ataupun melihat nya dalam buku?" tanya Dea
"i... ini adalah hewan sihir kucing salju, kau tak pernah m... mendengar nya" jawab Adelina gugup
"yang kutahu hanya ada jenis hewan sihir serigala salju, aku tak pernah mendengar tentang kucing salju" ucap Dea
"m... mungkin ini adalah serigala salju, cuma sekarang dia masih kecil soalnya aku sudah memelihara nya sejak kecil" kata adelina yang semakin gugup
"mungkin begitu" ucap Dea
Saat hari mulai malam 🌃, Adelina dan Dea berada di tenda yang dibuat tadi. Tapi entah kenapa Adelina merasakan ada sesuatu yang aneh pada Dea, setelah berjalan dan berbicara cukup lama Adelina merasa Dea bukan orang biasa
Adelina menyadari hal itu dari sikap Dea yang begitu serius saat mencari tahu apakah kucing yang dibawa Adelina memang benar serigala salju
"kak cika lihatlah ke langit, langitnya dipenuhi oleh banyak bintang" kata Dea
"iya, ini memang indah" ucap Adelina
__ADS_1
"Aku juga pernah baca dibuku bahwa di dalam hutan ini saat malam langit yang dipenuhi bintang sangat indah, tapi setelah dilihat secara langsung lebih indah" ucap Dea
"Dea apa kau tahu sesuatu dibalik indahnya bintang yang ada di hutan ini" kata adelina
"memang apa itu?" tanya Dea
"bintang bintang itu bisa menjadi sangat indah karena menyerap mimpi orang orang, semakin banyak mimpi yang diambil maka semakin indah bintang itu" jawab Adelina
"benarkah itu? tapi apa benar jika bintang bintang itu menyerap mimpi orang lain?" tanya Dea
"HM... kak cika tidur duluan saja, aku akan tidur nanti saja" kata Dea
"baiklah, kalau begitu aku tidur duluan ya" ucap Adelina sambil berbaring untuk tidur
Dea terus menatap kearah langit dan melihat bintang bintang sambil terus memikirkan perkataan Adelina tadi
dia masih ragu apakah benar jika bintang bintang yang ada dalam hutan ini menyerap mimpi orang lain
__ADS_1
"sudah kuduga, dia bukanlah orang biasa. aku sengaja membohonginya dengan perkataan tadi untuk mengetahui seberapa dia ingin mencari tahu tentang perkataan ku tadi" pikir Adelina yang berpura pura tidur
Keesokan pagi harinya, di rumah keluarga Adelina. Rasa khawatir Andrea semakin besar karena adiknya sudah tidak pulang dari semalam
"akh.... dia kemana sih sebenarnya? kenapa dari semalam hingga pagi hari belum pulang sih" teriak Andrea
"Andrea, ada apa sih teriak teriak?" tanya Elisabeth ibu Adelina dan Andrea yang kebetulan lewat
"i..itu... Adelina belum pulang dari semalam hingga saat ini" jawab Andrea
"kenapa sih panik begitu, kata ayahmu adikmu itu baik baik saja jadi kau tak perlu khawatir berlebihan begitu" kata Elisabeth
"sebenarnya ibu dan ayah kenapa sih, anaknya tidak pulang semalaman malah tenang tenang saja. jika kalian tahu sesuatu beri tahu aku lah..." pikir Andrea
Sebenarnya ayah dan ibu Adelina sedang tahu bahwa Adelina sedang berada di dream forest, Adelina berkomunikasi melalui Bros yang diberikan ayahnya waktu itu
Jadi inilah alasan ibu dan ayah Adelina tidak panik sama sekali, tapi Adelina memiliki satu permintaan yaitu untuk tidak memberitahu Andrea karena itu akan sangat mengganggu Adelina nantinya begitulah pemikiran Adelina
__ADS_1