
"sekarang anda berdua sudah lebih tenang bukan jadi sekarang bicaralah baik-baik" ucap Adelina
Heiji yang melihat Adelina yang mampu membuat Deon dan pangeran Tristan mematuhi perintahnya untuk mau duduk dan berbicara baik-baik didalam membuatnya sangat tercengang apalagi tidak ada orang yang berani untuk memerintah dua orang tersebut
"sepertinya hanya nona Adelina yang mampu memerintah tuan Deon dan juga pangeran Tristan" pikir heiji
"jadi yang mulia pangeran, anda bilang ingin menemui saya jadi ada hal apa yang ingin anda bicarakan?" tanya Adelina
"sebenarnya aku menemui mu untuk menanyakan soal buku kuno yang pernah aku berikan padamu dan apa kau sudah berhasil menerjemahkannya?" tanya balik pangeran Tristan
"saya sudah berhasil menerjemahkan beberapa kata dan sepertinya buku itu seperti menceritakan sesuatu tentang seorang iblis wanita yang dapat membuat berbagai makhluk" jawab Adelina
"jadi apakah iblis wanita yang menyerang belakang ini juga dapat membuat makhluk juga, jadi mungkin saja dia adalah iblis wanita yang ada dalam buku kuno tersebut" ucap Deon
"saya juga berfikiran begitu tapi jika dilihat dengan teliti sepertinya kekuatannya belum pulih sepenuhnya dan sepertinya dia memiliki hubungan dengan laviatan" ucap Adelina
__ADS_1
"jika dia sering melakukan penyerangan begini pasti akan menjadi masalah besar apalagi ada beberapa prajurit dan penyihir yang bertugas berpatroli menjaga kerajaan, terbunuh gara-gara wanita iblis itu" ucap pangeran Tristan
"tapi sebenarnya bagaimana dia bisa bertahan hidup selama itu?" tanya Adelina
"iblis memang bisa hidup selama itu dan itu hal yang wajar" jawab Deon
Setelah suasana diantara Deon dan pangeran Tristan menjadi lebih baik Adelina merasa sangat senang, setelah melakukan pembicaraan yang sangat serius Adelina merasa haus dan mengambil teh yang telah disiapkan dan meminumnya tapi tanpa sengaja Adelina malah tersedak saat meminum teh tersebut
"ukh.. uhuk..uhuk.." suara Adelina yang tersedak
"saya baik-baik saja kok, saya hanya tersedak saja" jawab Adelina
"sepertinya minuman dikediaman panglima ini tidak cocok denganmu, kalau begitu besok aku akan mengirimkan teh yang sangat populer dikalangan para bangsawan dan mengirimkannya ke rumah mu" ucap pangeran Tristan
"tidak perlu, saya ini hanya tersedak saja dan bukan tidak cocok dengan teh ini jadi anda tidak perlu mengirimkan teh begitu" ucap Adelina
__ADS_1
"apa maksud anda mengatakan kalau Adelina tidak cocok dengan teh dikediaman panglima ini, jelas-jelas dia hanya tersedak dan apa anda pikir teh yang ada dikediaman panglima ini berkualitas buruk" ucap Deon yang mulai kesal
"terserah kau mau menganggap perkataan ku seperti apa" ucap pangeran Tristan
"aduh... kenapa malah jadi begini sih dan juga kenapa pangeran Tristan malah mengompori begitu sih, bikin situasinya makin buruk saja" pikir Adelina
Suasana yang awalnya sudah membaik kembali menjadi buruk hanya karena Adelina tersedak saja, melihat ini Adelina sudah tidak tahan lagi dan kemudian memarahi Deon dan juga pangeran Tristan karena mempermasalahkan kejadian kecil
"sepertinya nyali anda sangat banyak ya sampai berani berbicara begitu pada saya" ucap Deon
"memang kenapa, lagipula mungkin ada benarnya kalau Adelina tidak cocok dengan teh yang ada disini" ucap pangeran Tristan
"bisakah kalian berdua tenang" ucap Adelina
Deon dan pangeran Tristan kemudian melihat ke arah Adelina dan terasa aura yang begitu menyeramkan keluar dari Adelina
__ADS_1
"kalian berdua ini kenapa sih mempermasalahkan hal kecil seperti ini, memangnya kalian ini masih anak-anak apa. apalagi masalahnya saya ini hanya tersedak saya dan kenapa kalian malah ingin bertengkar begitu" omel Adelina dengan penuh emosi