
"ho.... ternyata dia menjadi lebih hebat dari dugaan ku, kukira dia akan langsung kalah melawan Adelina tapi ia masih bisa mengimbanginya. sungguh hebat" ucap laviatan
"bisakah kau tidak mengurusi pertarungan orang lain, apalagi kau sedang bertarung juga" ucap Deon
"memangnya kenapa, lagipula aku tidak akan kalah" ucap laviatan
Adelina sekarang mencoba untuk menemukan inti jiwa milik Elis yang telah disembunyikan agar dia dapat segera mengalahkannya, jika terus menerus menyerang dan memotong tubuhnya itu tidak akan berguna karena akan kembali menyatu seperti sebelumnya dan akan menghabiskan energi saja
"hahahaha.... sekarang mari kita lihat bagaimana cara kau membunuhku kalau seperti ini" ucap Elis dengan tawanya
"sekarang para bonekaku serang dia dan jangan biarkan dia lolos" ucap Elis
Keempat boneka itu langsung menyerang bersamaan sesuai dengan ucapan Elis, Adelina terus menghindari serangan tersebut tanpa melakukan penyerangan balik
__ADS_1
"mau sampai kapan kau menghindar, lebih baik kau menyerah saja dan aku pasti tidak akan melukaimu karena kesempatan memangnya itu sudah tidak ada lagi" ucap Elis
"benarkah, bukannya ini sebuah sekak mati untukmu" ucap Adelina
Adelina kemudian menemukan dimana inti jiwa milik Elis berada yaitu berada pada atas pundaknya yang selalu berpindah antara pundak kiri dan kanan yang dibuat tak terlihat
Lalu Adelina mengeluarkan sihir petir nya dan mencoba menyambar inti jiwa milik Elis namun Elis segera mengeluarkan permaisuri melalui lubang hitam yang telah dijadikannya boneka dan menggunakannya sebagai tameng, melihat itu Adelina langsung menghentikan serangannya sebelum mengenai permaisuri
"untung saja aku segera mengeluarkan permaisuri, jika tidak pasti wanita sialan ini akan membunuhku lagi" pikir Elis
Adelina hanya bisa terdiam dan tidak dapat melakukan apa-apa karena dia tidak bisa jika sampai melukai permaisuri, sekarang permaisuri seutuhnya berada dalam kendali Elis dan juga juga kesadarannya pun dikendalikan oleh Elis
"ha.....sekarang pertarungannya jadi seru bukan, nah ayo Adelina cepat serang aku dan jangan diam saja. kenapa! kau takut jika permaisuri sampai terluka? hahaha kau ini pengecut sekali" ucap Elis
__ADS_1
Laviatan yang melihat apa yang sedang Elis melakukan merasa senang karena Adelina tidak dapat berbuat apa-apa lagi karena menurutnya kemenangan berada di pihak mereka
"sesuai dengan rencana ku bukan, aku sudah menyuruhnya untuk menangkap permaisuri kalian lalu menjadikannya sebagai boneka milik Elis. bukankah ini hebat" ucap laviatan
"kau benar-benar pengecut, menggunakan orang lain sebagai Sandra agar kau dapat menang" ucap Deon
"ei... jangan salah paham, aku ini bukan pengecut melainkan aku melakukan strategi ini karena semua yang ingin aku inginkan menjadi milikku begitu juga dengannya" ucap laviatan
Disaat ini Adelina dan Deon terlihat gelisah karena mereka tidak bisa bertindak seenaknya atau nyawa permaisuri yang akan jadi taruhannya
"kenapa kau tidak mau menyerang Adelina? jika hanya membunuh satu orang ini yaitu permaisuri yang ada digenggaman ku maka kau bisa menyelamatkan banyak orang bukan. kalau begitu ayo serang aku dan bunuh permaisuri ini hahahaha..." ucap Elis
"kelihatannya kau begitu senang ya, tapi aku tidak menyangka kau begitu bodoh sampai tidak menyadari trik seperti ini" kata adelina
__ADS_1