
"a...ada apa ini, kenapa kuku ini tidak dapat memanjang kembali" ucap Frey yang kebingungan
"apa kau tidak menyadarinya, bahwa pedang ini dapat membuat regenerasi mu berhenti sementara" ucap Adelina
"ba.... bagaimana mungkin pedang jelek itu dapat melukai ku" kata Frey
"hm.... jadi kau menyebutnya pedang ini jelek ya, kalau begitu mari kita lihat lagi apa yang pedang jelek ini bisa lakukan padamu" ucap Adelina
Adelina kemudian mengayunkan pedangnya kearah Frey, Frey yang sudah mencoba untuk menghindar dari Serangan pedang Adelina tetap saja terluka karena pedang tersebut telah membaca seluruh pergerakannya
Pedang tulang mayat milik Adelina ini dapat membaca pergerakan musuhnya bila dia sudah melukai orang tersebut
"pedang sialan itu, padahal aku sudah menghindar secepat mungkin tapi masih saja tetap terluka" pikir Frey
"apa kau mulai merasa takut? lebih baik kau menyerah saja karena pedang ini memiliki pemikirannya sendiri" ucap Adelina
"atas dasar apa aku menyerah padamu, lebih baik aku mati daripada menyerah padamu" kata Elis
__ADS_1
"ya sudah, kalau kau lebih memilih mati maka akan aku kabulkan permintaan mu itu" ucap Adelina
Kemudian semacam cairan berwarna merah keluar dari pedang tersebut dan mengarah pada Frey, Frey kemudian menghindari cairan merah yang mencoba mendekatinya. Tapi pada saat Frey ingin terbang, cairan merah itu mendekatinya dengan sangat cepat lalu menusuk sayapnya dan lalu terjatuh
"akh.... apa apaan ini, cairan merah ini menghisap seluruh energi ku. Wanita itu, iya wanita itu harus aku bunuh karena berani melukai ku" pikir Frey yang sangat kesal
"mati sana kau....." teriak Frey yang mencoba menyerang Adelina
Saat Frey ingin menyerang Adelina, cairan merah yang keluar dari pedangnya tadi itu berubah menjadi padat dan membentuk duri yang lalu menusuk Frey dari berbagai arah
"bukankah sudah kubilang untuk memerah saja, tapi kau begitu keras kepala" ucap Adelina
Adelina yang melihat Frey yang sedang dilahap oleh pedang miliknya dan tidak melakukan apa-apa
"sepertinya pedang ini sangatlah rakus, dia selalu ingin makan lebih dan tidak ingin berhenti tapi kenapa dia begitu jinak padaku dan tidak memakan energi ku saat aku menggunakannya" ucap Adelina
"rhm... rhm...." geram pedang tersebut
__ADS_1
Pedang tulang mayat ini memiliki pemikiran sendiri dan selalu rakus akan segala hal, dan biasanya jika pedang tersebut sangat lapar bisa saja memakan sang penggunanya lalu jika pedang tersebut memakan seseorang maka kemampuan seseorang itu akan berpindah pada pedang tersebut
"entah kenapa aku merasakan energi milik wanita itu tadi berpindah pada pedang ini" pikir Adelina
"ah... sudahlah tidak perlu dipikirkan, sebaiknya aku segera kembali" ucap Adelina
Elis yang sedang berada di kerajaan dan sudah menyatukan kembali tubuhnya kemudian merasakan dadanya terasa sesak, dan Elis tahu bahwa itu menandakan bahwa adiknya telah mati
"a..apa ini, apa benar jika Frey telah mati. tapi itu tidak mungkin, dia tidak bisa mati semudah itu! lebih baik aku menanyakannya pada tuan laviatan" pikir Elis
"a...anu yang mulia pangeran, sepertinya tubuh saya kurang baik jadi sebaiknya saya segera pulang" ucap Elis
"benarkah, lalu apa kau ingin aku mengantarmu pulang dan memanggilkan dokter?" tanya pangeran Tristan
"eh, tidak perlu. lagi pula anda masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan lagipula saya tidak masalah pulang sendiri" jawab Elis
"baiklah tapi jika kondisi mu memburuk segera beritahu aku" ucap pangeran Tristan
__ADS_1
"iyah" ucap elis