
"oh iya, sejak kapan ayah dan ibu sampai disini?" tanya Adelina
"kami sudah datang dari tadi kira-kira sekitar 4 jam yang lalu" jawab Elisabeth
"e....empat Jam!"ucap Adelina yang terkejut
"iya, karena kau tak kunjung kembali ayahmu terus merasa kesal dan mengomel omel bahkan ibu capek menenangkan ayahmu ini" ucap Elisabeth
"begitu ya, maaf aku perginya lama tadi soalnya ngak tahu kalau ayah dan ibu akan kemari karena kukira ayah dan ibu masih berada di kerajaan bonghae" kata adelina
"sial, aku ngak nyangka Deon membawaku selama 4jam. pantas saja ayah tadi merasa kesal" pikir Adelina
Adelina kepikiran mimpinya yang sebelumnya, saat bola cahaya itu masuk kedalam tubuhnya terasa sangatlah nyata dan adelina merasa ada energi lain mengalir ditubuhnya selain kekuatan yang berasal dari patung dewi
"sebenarnya kau pergi dengan tuan panglima kemana?" tanya Elisabeth
"itu..." ucap Adelina ragu-ragu
__ADS_1
"masa aku mau kasih tahu yang sebenarnya sih" pikir Adelina
"kenapa gugup begitu, apa kalian sudah memiliki hubungan? sepertinya ibu sudah akan mendapatkan menantu" ucap Elisabeth
"i..ibu ini bicara apa sih, mana ada aku punya hubungan dengan tuan panglima" ucap Adelina
"sudahlah tidak perlu disembunyikan begitu.." ucap Elisabeth
Tak lama setelah itu amber datang dan membawa beberapa buah segar untuk diberikan pada Adelina tapi ia tidak menyangka bahwa orang tua Adelina juga ada disana
"amber kau datang juga ternyata, ayo duduk disebelah bibi sini" ucap Elisabeth
"calon menantuku satu lagi akhirnya datang, senangnya..." kata Elisabeth yang sangat bahagia
"ibu ini bicara apa sih, amber jadi malu kan. lagipula mana mungkin amber menyukai kakak" ucap Adelina
"asal kau tahu saja, pesta perayaan ulang tahunmu itu yang merencanakannya adalah amber dan andrea. bukankah itu berarti mereka sangat dekat" ucap Elisabeth
__ADS_1
"apa itu benar amber?" tanya Adelina
"i...iya benar tapi aku tidak memiliki hubungan dengan tuan Andrea kok" jawab amber
"ah ya ampun menantuku ini malu-malu" ucap Elisabeth
"sejak kapan ibu punya sifat begini sih" pikir Adelina
Dibawah tanah kerajaan bagian timur, laviatan sudah hampir mendapatkan simbol iblis yang selanjutnya. karena kekuatan dan energi Adelina masih belum stabil karena baru selesai berevolusi maka Adelina tidak dapat merasakan keberadaan laviatan yang masih ada di wilayah kerajaan
Kali ini laviatan dapat dengan mudah mengambil simbol iblis tersebut karena ia sudah memiliki simbol iblis berbentuk mata, semua simbol saling berhubungan jadi setelah mendapatkan satu simbol iblis saja maka akan dengan mudah mendapatkan yang lainnya
"akhirnya aku mendapatkan simbol iblis selanjutnya yaitu simbol iblis berbentuk bunga kematian, dengan begini aku hanya perlu mencari 1 simbol iblis lagi" ucap laviatan
kali ini laviatan tidak langsung memasukkan simbol iblis itu pada tubuhnya tapi ia menyimpannya terlebih dahulu karena ia tahu tubuhnya masih belum berada di waktunya untuk memasukkan simbol iblis lagi pada tubuhnya atau tubuhnya akan benar-benar hancur
Setelah itu laviatan kembali ke tempatnya untuk menyusun rencana yang lain sambil menunggu ia mendapatkan lokasi keberadaan simbol iblis yang terakhir
__ADS_1
...Jika ada kosa kata yang salah saya mohon maaf ya selaku penulis novel ini🙏 jika memang ada kesalahan maka bisa berkomentar untuk memberitahu agar dapat segera diperbaiki ...