Mengubah Takdir Pemeran Antagonis Dalam Novel

Mengubah Takdir Pemeran Antagonis Dalam Novel
episode 189


__ADS_3

Malam harinya Adelina berdiri di balkon kamarnya sambil menatap bintang, melihat bintang-bintang di langit malam itu membuat ia teringat akan kehidupannya yang sangat indah sebelum ia menjadi pembunuh bayaran


"aku tidak menyangka kehidupan ku yang kedua ini terasa begitu bahagia, di kehidupanku yang lalu saat aku menjadi pembunuh bayaran aku selalu mengotori tanganku dengan darah" gumam Adelina


Memikirkan hal-hal yang indah membuat Adelina teringat dengan Deon, Adelina tidak tahu kenapa dia malah memikirkan Deon


"kenapa aku malah memikirkan dia sih, tapi jika diingat ingat aku merasa cukup nyaman saat didekatnya walaupun kadang ia terasa menyebalkan" ucap Adelina


"kau sedang membicarakan siapa?" tanya Andrea dari belakang


"ka... kakak, sejak kapan kakak ada disitu" ucap Adelina yang terkejut


"jangan coba mengalihkan perhatian, katakan siapa orang yang kau bicarakan tadi" ucap Andrea


"aduh gawat, sepertinya kakak mendengar ucapan ku barusan" pikir Adelina

__ADS_1


"Ayo cepat jawab, kau tadi bilang kau selalu merasa nyaman saat didekatnya. siapa orang yang kau maksud itu?" tanya Andrea


"kenapa kakak penasaran sekali, memangnya apa untungnya jika aku memberitahumu" jawab Adelina


"aku ini kan kakakmu jadi wajar aku ingin mengetahuinya, apa jangan-jangan orang yang kau maksud itu adalah tuan panglima atau tidak pangeran Tristan" ucap Andrea


"kakak tidak perlu sok tau, lagipula aku ngak bakal memberitahu kakak" ucap Adelina


Hari pertunangan Andrea dan amber akhirnya tiba, semua orang berkumpul di sebuah kuil yang biasanya digunakan untuk melakukan pertunangan atau pernikahan. Banyak juga bangsawan yang datang dalam pertunangan Andrea dan amber


Setelah Andrea dan amber selesai melakukan ikrar cinta, semua tamu undangan dan para bangsawan mengumpul dan mengobrol sambil menikmati acaranya. Saat para bangsawan yang lain sedang mengobrol, Adelina hanya duduk dan minum minuman yang disediakan dan tidak berbicara dengan siapapun karena Adelina merasa ngak nyaman berbicara dengan para bangsawan


"apa sebaiknya aku pulang saja ya, rasanya agak tidak nyaman jika terus berada disini tanpa bicara dengan siapapun. Apalagi aku malas untuk berbicara dengan para nona nona bangsawan itu dan pasti yang mereka bicarakan hanyalah gosip" pikir Adelina


"apa yang kau lakukan disini sendiri dan kenapa tidak bicara dengan para tamu lainnya" ucap Deon yang datang mendatangi Adelina

__ADS_1


"saya hari ini tidak mood untuk berbicara maka dari itu saya sendiri disini" ucap Adelina


"kalau begitu apa tidak apa jika aku bicara dengan mu" ucap Deon


"hahaha... memangnya jika saya bilang tidak apakah anda akan pergi dari sini" ucap Adelina


"kurasa tidak soalnya saya tidak suka dengan penolakan khususnya jika itu darimu" ucap Deon


"memangnya apa yang sepesial dari saya hingga anda tidak ingin menerima penolakan dari setiap ucapan saya" kata adelina


"kalau itu hanya saya yang boleh tahu" ucap Deon


Saat Adelina sedang berbicara dengan Deon seorang pria bernama Jason datang kearah mereka dan Jason merupakan keluarga bangsawan yang keluarganya terkenal akan penjualan anggurnya, selain ada pangeran Tristan yang ingin mendekati Adelina ada juga pria tersebut


Orang itu datang beberapa kali datang menuju rumah Adelina bahkan sampai mengirim surat pada Adelina dan juga Jason terkenal akan sifatnya yang keras kepala dan sangat menyukai wanita

__ADS_1


__ADS_2