Mengubah Takdir Pemeran Antagonis Dalam Novel

Mengubah Takdir Pemeran Antagonis Dalam Novel
episode 157


__ADS_3

Andrea kemudian langsung menoleh ke arah belakang setelah mendengar suara ayahnya, dia begitu terkejut mengetahui ayahnya yang tiba-tiba sudah ada dibelakangnya


"a..ayah kenapa disini, aku baru saja mau mengantar Adelina bertemu ayah dan ibu" ucap Andrea


"senang bertemu dengan anda tuan forzan" ucap Deon


"senang bertemu dengan anda juga tuan panglima, saya segera kemari setelah mendengar keadaan putri saya tapi dia malah tidak ada disini" ucap forzan


"saya mohon maaf, tadi saya mengajak Adelina untuk keluar dan menghirup udara segar agar tidak merasa stres" ucap Deon


"mau dilihat darimana pun mereka terlihat sedang berdebat" pikir Adelina


"kelihatannya kaki putri saya juga terluka ya sampai harus digendong begitu" ucap Forzan (tidak suka melihat putrinya digendong sembarang orang)

__ADS_1


Adelina kemudian teringat kalau dia masih digendong oleh Deon lalu Adelina merasa sangat malu dan meminta Deon untuk segera menurunkannya, setelah itu Elisabeth muncul dan menghampiri Adelina setelah melihat Adelina


"Adelina kau baik-baik saja bukan" ucap Elisabeth


"aku baik-baik saja kok ibu" ucap Adelina


"syukurlah kalau begitu, ibu sangat cemas mendengar kau terluka dan belum sadar juga tadi" ucap Elisabeth


Sementara itu forzan bertatapan dengan Deon dengan Tapan yang saling tidak mengenakkan, forzan lalu meminta Deon untuk bicara berdua dengannya. Deon langsung menyetujui perkataan forzan dan akhirnya mereka pergi dan bicara ditempat lain


Forzan dan Deon berbicara diruang kerja Deon lalu forzan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi hingga putrinya bisa sampai mengalami hal seperti itu kemudian Deon menjawab bahwa hal ini terjadi karena penyerangan yang terjadi sebelumnya. tapi Deon tidak memberitahukan tentang tubuh dan jiwa Adelina yang tidak menyatu sepenuhnya jika Deon memberitahu itu dia tidak akan tahu bagaimana reaksi forzan saat mengetahui bahwa Adelina yang saat ini bukanlah anaknya


"saya dengar penyerangan beberapa saat lalu cukup besar dan menghancurkan beberapa bangunan" ucap forzan

__ADS_1


"iya, maka dari itu saya mohon maaf akan apa yang menimpa putri anda" ucap Deon


"tidak perlu minta maaf tuan panglima, melihat putri saya yang terlihat baik-baik saja sudah cukup bagi saya dan membuat saya senang" kata forzan


Pada saat penyerangan waktu itu, forzan dan Elisabeth tidak ada di rumah dan sedang pergi mengunjunginya kerajaan bonghae yang merupakan tugas dari Baginda untuk memantau situasi disana dan siapa sangka penyerangan itu terjadi saat mereka pergi


Pada masa lalu forzan dan Elisabeth dinamakan dengan tembok pelindung istana karena kemampuan yang sangat hebat dalam bertarung dan tidak kalah dengan kemampuan dari Deon


"sepertinya ada juga beberapa kelompok pasukan siluman yang menyerang kerajaan bonghae" ucap forzan


"seberapa besar kerusakannya?" tanya Deon


"tidak ada kerusakan yang besar, semua dapat diatasi dengan mudah" jawab forzan

__ADS_1


Setelah beberapa waktu percakapan mereka berdua selesai dan forzan pergi menemui putrinya sedangkan Deon masih berada diruang kerjanya dan memikirkan masalah yang telah diperbuat oleh laviatan dan Deon teringat kata-kata forzan sebelum pergi tadi yaitu "walaupun saya terkadang berfikiran buruk tentang anda, tapi saya harap anda dapat melindungi putri saya dan saya tahu jika saya memintanya untuk tidak perlu ikut campur dalam masalah kerajaan ini dia pasti tidak akan mendengarkan, jadi saya harap anda dapat melindunginya karena saya ingin putri saya baik-baik saja"


"tidak perlu khawatir soal itu, mau bagaimanapun aku pasti akan melindunginya" ucap Deon sambil menatap langit


__ADS_2