Mengubah Takdir Pemeran Antagonis Dalam Novel

Mengubah Takdir Pemeran Antagonis Dalam Novel
episode 114


__ADS_3

Elis kemudian segera memanggil Frey dengan kemampuan telepati namun telepati tersebut tidak dapat terhubung lalu Elis mencoba untuk menghubungi laviatan


"untuk apa kau menghubungi ku, lagipula kau sudah tahu kan kalau adikmu itu telah mati" ucap laviatan melalui telepati


"ba... bagaimana mungkin, dia itu sangat kuat bagaimana bisa dia mati. dan juga siapa yang mampu melawannya?" tanya Elis


"bukankah itu sudah jelas, yang pasti wanita bernama adelina itu yang telah menghabisi adikmu. Seperti dugaan ku wanita itu benar-benar menarik dan semakin ingin ku jadikan sebagai milikku" jawab laviatan


"tidak, tidak mungkin. jika Frey bahkan tidak dapat mengalahkannya lalu bagaimana denganku yang lebih lemah dari pada Frey, pasti tidak akan ada kesempatan untuk menang dari wanita sialan itu" pikir Elis


"sebaiknya kau lebih berhati-hati lagi karena mungkin saja yang tewas nantinya adalah kau" ucap laviatan


Adelina yang telah selesai melawan Elis kembali ke kamar tempat ia beristirahat tadi, tapi saat masuk ke sana melalui jendela Adelina terkejut melihat Deon yang sedang duduk disitu dengan tatapannya yang mengerikan


"tu..tuan panglima, kenapa anda kemari? apa ada hak yang ingin anda sampaikan pada saya😅" tanya basa basi Adelina


Deon yang masih menatap Adelina dengan tatapan mengerikannya


"aha... saya tahu, anda pasti ingin tahu saya baru saja dari mana kan" ucap Adelina

__ADS_1


"Adelina....." panggil Deon


"iya tuan panglima, ada apa?" tanya Adelina


"bukannya tadi aku menyuruhmu untuk dikamar dan beristirahat dan tidak pergi kemana mana" ucap Adelina


"i...itu tadi sa...saya..." ucap Adelina


Deon kemudian berjalan mendekat kearah Adelina, Adelina merasa khawatir pada Deon yang berjalan menuju arahnya


"astaga.... pasti dia akan marah banget, apalagi tatapan matanya yang menyeramkan itu sudah membuatku yakin bahwa dia marah" pikir Adelina


"lain kali jangan banyak bergerak jika tubuhmu belum sembuh sepenuhnya" ucap Deon yang membaringkan Adelina ke kasur


"e... eh...." ucap adelina yang kebingungan


"apa kau merasa lapar atau ingin makan sesuatu, sebaiknya kau makan lebih dulu agar kau lebih membaik" ucap Deon


Adelina mengira Deon akan marah padanya tapi malah Deon terlihat sangat mengkhawatirkan dirinya, disaat seperti ini Andrea tiba-tiba masuk dan memanggil Adelina

__ADS_1


"Adelina......" teriak Andrea


"k..kakak!" ucap Adelina yang terkejut


"m... maafkan saya tuan panglima, jika saya tahu anda ada disini juga harusnya saya mengetuk pintu" ucap Andrea


"tidak apa, lagipula kau khawatir pada adikmu bukan" ucap Deon


"iya, begitulah" kata Andrea


"hei.... jangan percaya pada perkataannya memang benar mungkin tadinya dia mengkhawatirkan ku tapi sekarang dia pasti sudah memikirkan hal aneh melihat aku dan tuan panglima yang sedang ada berdua disini" pikir Adelina


Andre lalu berjalan menuju adelina dan menanyakan kondisinya, dan saat Andrea mendekat pada Adelina kemudian ia membisikkan sesuatu


"hei apa kau Sekarang sudah menyukai tuan panglima? aku dengar kondisimu begini karena menolong tuan panglima" bisik Deon


mendengar perkataan dari kakaknya, sebuah tinjuan yang sangat keras diberikan pada kakaknya hingga terpental. Deon yang melihat Adelina memukul kakaknya dengan sangat keras membuatnya terheran sebenarnya apa yang Andrea katakan pada Adelina hingga kakaknya sampai dipukul


"kuperingatkan padamu ya kak, jika sampai kata kata seperti itu keluar dari mulutmu jangan harap mulut itu bisa digunakan lagi" ucap Adelina yang kesal dengan wajah memerah

__ADS_1


"se.. sepertinya kau baik baik saja ya..." ucap Andrea yang tersungkur ke ujung tembok


__ADS_2