Mengubah Takdir Pemeran Antagonis Dalam Novel

Mengubah Takdir Pemeran Antagonis Dalam Novel
episode 154


__ADS_3

"apakah benar di kuil Kono itu terdapat kekuatan besar" ucap Deon


"iya dan kekuatan sebesar itu sepertinya sudah cukup untuk membuat tubuh ini berevolusi" kata shiro


"kalau begitu ayo segera bawa Adelina ke sana" ucap Deon


"memang kau ingin membawa ibunda bagaimana?" tanya Shiro


Deon kemudian langsung mengangkat Adelina dan menggendongnya, agar tidak dilihat oleh orang-orang maka Deon keluar melalui jendela dan agar segera sampai di kuil kuno Deon melompati atap banyak rumah sambil menggendong Adelina


"hei hati-hati jika kau menggendongnya... jika sampai tubuh ibundaku terluka jangan harap tubuhmu itu akan baik-baik saja" ucap Shiro


"diam kau dasar kadal cerewet" ejek Deon


"berani-beraninya kau memanggilku kadal cerewet!!! aku ini white king dragon yang luar biasa tahu" teriak Shiro dengan kesal


Disisi lain Andrea sudah menghubungi keluarganya dan mengatakan bahwa Adelina sekarang terbaring dan belum kunjung bangun, ayah dan ibu Adelina kemudian segera datang tapi saat Andrea mengantar kedua orang tuanya ke kamar tempat Adelina tadi, betapa kagetnya dia melihat Adelina yang sudah menghilang

__ADS_1


"eh? dimana Adelina, kau bilang dia pingsan dan belum sadar. lalu dimana dia sekarang?" tanya Elisabeth


"a..apa aku salah kamar ya, ah ngak mungkin kok. memang benar ini kamarnya tapi dimana Adelina" jawab andrea


"kau jangan bercanda dengan orang tuamu andrea" ucap forzan


"tidak ayah, aku serius kok. Adelina saat ini benar-benar sedang sakit dan bahkan tuan panglima menemani Adelina disini tadi" ucap Andrea


"ck.. pasti pria sialan itu menggunakan kesempatan ini untuk menculik putriku, ini ngak bisa dibiarkan" ucap forzan


"sa... sayang tenanglah dulu, mungkin Adelina sudah sadar dan tuan panglima sedang mengajak Adelina berkeliling menyegarkan pikiran" ucap Elisabeth


"tuan Andrea, Adelina, sebenarnya kalian dimana sih. jika kalian memang sedang pergi maka segera kembalilah sebelum ayahku tidak dapat menahan emosinya" pikir Andrea


Akhirnya Deon, Shiro juga Adelina sampai di kuil kuno. disitu Deon meletakkan Adelina diatasi sebuah meja batu yang terletak di depan patung Dewi, dan Deon benar-benar ngak menyangka bahwa patung Dewi tersebut terdapat kekuatan yang besar


"bagaimana bisa sebelumnya aku tidak tahu kalau di patung Dewi ini terdapat kekuatan sebesar ini" pikir Deon

__ADS_1


"memangnya sejak kapan di patung ini terdapat kekuatan semacam ini?" tanya Deon


"aku juga tidak tahu tapi kalau tidak salah aku merasakan kekuatan ini pada saat kalian ingin kembali dan meninggalkan kuil ini dan pada saat itulah aku merasakannya" jawab Shiro


"kekuatan ini benar-benar besar dan terasa sangat suci" ucap Deon


"tentu saja, itu karena semua kekuatan itu terbuat dari harapan dan juga doa untuk Dewi yang diberikan oleh manusia dulu" ucap Shiro


"aku baru tahu bahwa harapan dan doa bisa menjadi kekuatan" ucap Deon


"mungkin harapan dan doa yang menjadi kekuatan adalah doa dan harapan yang mereka berikan pada Dewi" ucap Shiro


"setelah sampai disini sekarang apa yang harus dilakukan?" tanya Deon


"memangnya kau tidak dapat menggunakan sihir pemindahan energi apa" ucap Shiro


"tentu saja, aku bahkan tidak bisa menggunakan kekuatan sihir" kata Deon

__ADS_1


"ya ampun kau ini benar-benar payah ya" ejek Shiro


"sudah cepat katakan saja apa yang harus dilakukan sekarang!!!" ucap Deon yang mulai kesal


__ADS_2