
"jika aku memberitahu semuanya, bagaimana reaksi mereka nantinya saat mengetahui aku bukanlah anak mereka yang sebenarnya" pikir Adelina
"ada apa Adelina, coba jelaskan pada ibu kenapa kau tidak ingin melakukan upacara pemanggilan spirit?" tanya ibu Adelina
"se.. sebenarnya aku takut jika upacara pemanggilan spirit tidak seperti yang kubayangkan nanti" jawab Adelina
"jika kau berfikir begitu, ayah dan ibu tidak akan memaksamu untuk melakukan upacara pemanggilan spirit jika kau tidak mau" ucap ayah adelina
"iya, kami tidak akan memaksamu untuk melakukan hal yang tidak kau inginkan" ucap ibu Adelina sambil membelai pipinya
Adelina kemudian merasa lega karena tak perlu untuk melakukan upacara pemanggilan spirit lagi, tapi dibalik rasa leganya itu ada rasa bersalah karena dia tidak bisa berkata jujur yang sebenarnya terjadi
setelah itu Andrea yang mendatangi kamar Adelina, tapi saat ia mengetuk pintu tidak ada jawaban. karena tidak ada yang menjawab, Andrea memasuki kamar Adelina
Saat memasuki kamar Adelina, Andrea terkejut melihat adiknya yang hanya termenung di atas kasur
"hei kau kenapa? kenapa termenung begitu, jika ada masalah kau bisa bilang pada kakakmu ini" ucap Andrea yang berjalan mendekati Adelina
__ADS_1
Adelina hanya terdiam seolah olah dia tidak mendengar sesuatu, Andrea mulai kesal karena dia merasa Adelina sedang mencuek ki nya
"hah... dipanggil sudah ngak jawab sekarang aku malah dicuek kin, apa ayah dan ibu melarang mu karena kau tidak ingin melakukan upacara pemanggilan spirit?" tanya Andrea
"tidak, mereka tidak melarang atau marah padaku kok. justru ayah dan ibu menghormati pilihan ku" Jawab Adelina
"kalau begitu kenapa kau sedih, apa ada orang yang menyakitimu? sini bilang padaku biar ku hajar dia" ucap Andrea
"tidak kok kak, aku cuma ingin menenangkan diri. Sebenarnya kakak kesini mau ngapain sih?" tanya Adelina
"oh iya hampir lupa, ada Elis yang menunggumu dibawah. apa mau kubilang padanya bahwa kau tidak bisa bertemu hari ini" jawab Andrea
"baiklah, jika kau ada masalah katakan pada kakak ya" ucap Andrea
"iya iya, cepat sana" ucap Adelina sambil menutup pintu
Setelah menutup pintu Adelina duduk dilantai dengan ekspresi murung dan rasa bersalah
__ADS_1
"aku ini benar benar penakut, keluarga ini sudah begitu baik padaku tapi aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya pada mereka" pikir Adelina sambil meringkuk kan kepalanya
Beberapa saat kemudian Adelina datang dan menemui Elis
"Adelina kau baik baik saja kan?" tanya Elis
"kenapa kau menanya begitu?" tanya balik Adelina
"soalnya tadi kakakmu bilang padaku kau merasa sedih dan menyuruh ku untuk menghibur mu" jawab Elis
"tidak usah dengar omongan kakakku itu, aku baik baik saja kok" ucap Adelina
"benarkah, kau tidak bohong kan?" tanya Elis
"iya, untuk apa juga aku bohong padamu. ayo kita minum teh di taman elis" ajak Adelina
"wah... kayaknya seru ayo" ucap Elis sambil menarik Adelina keluar
__ADS_1
Setelah mengobrol dan bersenda gurau dengan Elis, mod Adelina mulai membaik dan juga Elis menceritakan bagaimana kelakuan pangeran Tristan yang begitu romantis
Walau Adelina muak mendengarnya, tapi dia tetap mendengar nya dengan senyum diwajah