
"a..amber bagaimana kau bisa tahu aku ada disini?" tanya Adelina
"oh.. tadi aku bertemu dengan tuan panglima lalu bertanya padanya karena dia yang dari tadi bersamamu" jawab amber
"gi....gitu ya..." ucap Adelina
"Adelina apa yang sedang kau lakukan disini dan juga kenapa mukamu memerah begitu, apa kau sedang demam?" tanya amber
"tidak kok, aku ngak apa apa. cuma sedikit kepanasan saja" jawab Adelina
"benarkah tapi kan cuacanya ngak sepanas itu kok" ucap Amber
Amber terus memperhatikan Adelina karena tidak percaya kalau muka Adelina yang memerah itu karena kepanasan, amber kemudian bertanya pada adelina apa yang ia tadi lakukan tadi bersama tuan panglima di balkon
"Adelina tadi apa yang kau lakukan dengan tuan panglima disini?" tanya amber
"me.... melakukan apa, ka...kami hanya bicara kok ngak ada hak lain" jawab Adelina
__ADS_1
"benarkah, lalu kenapa bicaramu gugup begitu, apa benar kalau kau hanya berbicara dengan tuan panglima" ucap amber
"apa yang kau bicarakan sih, memangnya hal apa yang ingin kulakukan dengan tuan panglima selain berbicara" ucap Adelina
"begitu ya, kukira kalian sedang melakukan waktu bersama di balkon ini" kata amber
"menghabiskan waktu bersama apanya, apalagi kami bukanlah sepasang kekasih" ucap Adelina
"ya kan walaupun biasanya mereka bukan kekasih tapi biasanya orang melakukan hal mesra lalu baru menjadi kekasih" ucap amber
Mendengar perkataan amber membuat Adelina semakin malu karena ciuman juga merupakan hal mesra yang dilakukan oleh sepasang kekasih
"baiklah, ayo kita pergi bersama" kata amber
Saat kembali ketempat pesta, Adelina tidak kembali menghampiri Deon justru terus berada didekat amber dan kakaknya. Karena masih ngak enak untuk bertemu dengan Deon maka dari itu Adelina memutuskan untuk tidak bertemu dengannya sementara, namun takdir berkata lain justru Deon lah yang datang menghampiri Adelina
"ternyata kau disini rupanya, padahal aku sudah menunggumu sedari tadi" ucap Deon
__ADS_1
"gi....gitu ya, kukira anda sedang berbicara dengan para bangsawan jadi lebih baik saya berada di sini bersama amber dan juga kakak saya agak tidak mengganggu anda bicara" ucap Adelina
"ah.... apa yang baru saja kukatakan sih, mana mungkin dia percaya dengan kata kataku ini" pikir Adelina
"begitu ya, saya sempat khawatir jika anda akan marah karena saya tinggal tadi" kata Deon
"tidak kok"
"beneran nih, dia percaya gitu aja! kukira dia ngak bakal percaya" pikir Adelina
Pesta dansa istana ini pun kemudian berakhir, saat acara selesai Deon berniat untuk mengantarkan Adelina kembali kerumahnya tapi karena Adelina menolak dengan alasan dia akan pulang bersama ayah dan ibunya jadi mereka tidak jadi untuk pulang bersama
"whah..... senangnya bisa istirahat di rumah, pesta semacam ini benar benar merepotkan" ucap Adelina yang sedang berbaring di kasur
"tapi sensasi apa tadi yang kurasakan saat mencium Deon sewaktu di balkon, seperti ada hal yang masuk kedalam diriku. Aku baru bisa menyadari hal itu setelah berusaha menenangkan diri karena malu" pikir Adelina
Sebenarnya Deon memberikan semacam energi pelindung saat berciuman dengan Adelina, karena menurut Deon akan ada sesuatu hal yang besar akan menimpa Adelina. dan untuk mencegah Adelina agar tidak kenapa-kenapa Deon memberikan energi pelindung tersebut
__ADS_1
Sebenarnya Deon tidak ingin memberikan energi pelindung dengan cara seperti itu tapi karena Adelina tiba-tiba menciumnya jadi Deon langsung berfikir untuk memberikan energi pelindung melalui ciuman tersebut karena menurut Deon akan lebih baik jika Adelina tidak mengetahuinya