
Adelina terus terusan mencoba mengingat bagaimana adelina yang didalam novel itu bisa mendapatkan buku sihir tang ada di kediaman panglima
Tapi percuma saja adelina tak bisa mengingatnya jadi dia berfikir untuk mencoba menyusup masuk ke kediaman panglima
"hah... terpaksa aku harus menyusup kesana karna tak ada pilihan lain" gerutu adelina
"ibunda kenapa? ibunda ingin pergi menyusup ke mana?" tanya shiro
"kau tak perlu tahu dimana tempatnya, sekarang duduklah dengan tenang karena aku harus memikirkan strategi agar tak tertangkap nanti" jawab adelina
Tak lama kemudian mina datang ke kamar adelina dan berkata pada adelina pesanan senjata miliknya sudah tiba
"lalu mina, kenapa kau tidak membawanya kemari?" tanya adelina
"maaf nona, bukannya saya tidak ingin membawanya kemari tapi... tuan muda andrea sudah mengambilnya" jawab lumi
"dasar kakak itu, saking penasaran nya dia ingin melihat dulu apa senjata yang ku pesan. Aku akan pergi dan mengambilnya" ucap adelina
Adelina pub pergi ke kamar andrea, sesampainya disana andrea yang hampir membuka kotak yang isinya senjata milik suya
Suya segera menyuruhnya berhendak dan menyuruh memberikannya kembali padanya
__ADS_1
"huh.. kenapa kakak tidak membawanya ke kamarku saja dan kenapa malah mencoba untuk membukanya?" ucap suya
"itu karena aku penasaran, jika kau memberitahukan senjata apa itu dari awal kan aku tidak akan mencoba mengambilnya" ucap andrea
"jika kakak segitu penasaran, kenapa tak memanggil ju saja dan membuka ini bersama sama" kata adelina
"oh iya, kenapa aku ngak kepikiran ya" ucap andrea
"dasar kakak bodoh" ejek adelina
"jangan menghina ku, cepat buka kotak itu aku ingin lihat apa isinya" ucap andrea
Adelina kemudian membuka kotak itu dan mengambil isi didalamnya
"sebuah kipas besi? memangnya kau bisa melawan orang dengan senjata seperti itu" ejek andrea
"kakak begitu meremehkan senjata ku ini ya, bagaimana kalau kakak bantu aku mencobanya sambil bertarung dengan mu" ucap adelina
"baiklah siapa takut" kata andrea
Sekali lagi andrea kalah melawan adelina, dia tak menyangka adelina begitu mahir dalam menggunakan senjata baru miliknya itu
__ADS_1
"bagaimana kak? kipas ini tak kalah dengan pedang mu kan" ucap adelina
"baiklah ku akui bahwa kipas mu itu luar biasa" ucap andrea
"sial..... bisa bisanya aku terus kalah begini oleh adikku kalau aku kalah terus reputasi ku sebagai kakak akan hancur" pikir andrea
"kakak kenapa? kok kesal begitu mukanya" tanya adelina
"engak kenapa napa kok" jawab andrea
"apa jangan jangan kakak kesal ya gara gara kalah terus dari ku ya..." ucap adelina
"siapa juga yang kesal dengan itu, sudahlah aku mau kembali kekamar" ucap andrea sambil pergi
Adelina sekarang merasa rencananya akan berjalan dengan mulus karena kipas besi pesanannya telah sampai
Jadi dia bisa dengan mudah melawan deon dan juga dua tak perlu khawatir kalah dari deon karena sekarang dia memiliki shiro
malam harinya...
Ditempat yang agak jauh dari kediaman panglima, adelina mengawasi kemanan penjagaan yang ada disana
__ADS_1
Seperti yang ia duga, penjagaan di kediaman panglima tak kalah dengan istana. Tapi itu bukan masalah untuk adelina untuk menyusup kesana
...Jangan lupa kasih aku like dan komentar juga ya...