
"kenapa kau baru bilang sih, kan kalau bilang dari tadi aku ngak perlu repot-repot mencarinya dibuku" ucap Adelina
"itu kan salah ibunda sendiri karena ngak mau bertanya" kata shiro
"iya juga ya, eh! kok kau malah jawab gitu sih. sini kau...." ucap Adelina sambil mengejar Shiro
malam harinya Deon bermimpi buruk, mimpi buruk itu memperlihatkan masa lalunya yang tidak ingin dia ingat lagi
"nak... kau harus lari, tinggalkan saja ibu disini. ibu janji ibu akan menemui mu nanti" ucap seorang wanita di mimpi Deon
"tidak, aku tidak akan meninggalkan ibu sendiri disini" ucap Deon yang masih kecil dalam mimpi
"Deon... kau menyayangi ibu kan nak?" tanya ibu Deon
"tentu saja aku menyayangi ibu maka dari itu aku tidak ingin meninggalkan ibu" kata Deon kecil sambil menangis
"jika memang kau mencintai ibu maka lari lah sebelum mereka datang dan tetap hidup" ucap ibu Deon
"ibu tapi janji akan kembali padaku kan?" tanya Deon
"iya, ibu pasti akan kembali. sekarang selamatkan dirimu" jawab ibu Deon
__ADS_1
Deon pun terbangun dari mimpinya dengan nafas yang terengah-engah, setelah terbangun dari mimpi tersebut Deon tidak dapat tidur kembali malam itu
Adelina yang hendak keluar dari rumah dan berangkat ke kediaman panglima, tiba-tiba amber sudah ada didepan rumahnya
"nona Adelina selamat pagi.." ucap amber dengan penuh ramah
"p...pagi, nona amber apa yang anda lakukan datang kemari?" tanya Adelina
"tentu saja untuk bertemu dengan anda, ngomong ngomong anda ingin pergi kemana?" tanya balik amber
"gimana nih, masa aku mau bilang aku akan pergi ke kediaman panglima untuk bertemu deon! dia pasti akan memikirkan yang ngak ngak pastinya" pikir Adelina
"Adelina, kenapa anda diam saja?" ucap amber
"begitu ya, bolehkah saya ikut?" tanya amber
"i..ya tentu saja boleh" jawab Adelina
Dan kemudian mereka pergi ke kediaman panglima bersama dengan kereta kuda, walau tidak nyaman Adelina tidak enak untuk menolak keinginan amber yang ingin ikut
Sesampainya dikediaman panglima, amber terpukau dengan rumah tersebut yang bukan hanya besar, taman yang luas serta indah. Adelina berfikir bahwa amber ikut dengannya mungkin karena ingin terus bersamanya
__ADS_1
Itu sudah terlihat disaat perjalan mereka menuju kediaman panglima, disaat itu amber terus menatap Adelina seperti orang kagum berlebihan dan membuat Adelina tidak nyaman karena ditatap terus
"huft... sepertinya aku harus mencari cara untuk berpisah dengan amber" pikir Adelina
"Adelina lihat, disana ada banyak kesatria yang berlatih pedang" ucap amber sambil menunjuknya
"anu... amber" ucap Adelina ragu ragu
"ada apa Adelina?" tanya amber
"bisakah anda membantu saya untuk memberikan beberapa makanan dan pakaian untuk kakak saya? karena saya tiba-tiba ada urusan mendadak" tanya balik Adelina
"benarkan? kalau begitu serahkan saja pada saya" jawab amber
"terima kasih amber... kalau begitu saya pergi dulu ya" ucap Adelina sambil pergi
"tu....tunggu Adelina, saya kan tidak pernah bertemu dengan kakak anda. lalu bagaimana caranya saya menemukannya?" tanya amber sambil teriak
"dia hampir mirip denganku kok, warna rambut dan mata kami sama jadi kau ngak akan sulit mencarinya" jawab Adelina sambil berlari
"i.. iya"
__ADS_1
"sepertinya adelina buru buru sekali ya" pikir amber