Mengubah Takdir Pemeran Antagonis Dalam Novel

Mengubah Takdir Pemeran Antagonis Dalam Novel
episode 144


__ADS_3

"tuan panglima, apakah anda tidak membawa hadiah untuk Adelina?" tanya amber


"ah... itu, hadiahnya akan kuberikan besok karena barangnya masih belum sampai" jawab Deon


"yah.... padahal aku mau lihat betapa hebatnya hadiah dari anda" ucap amber


"amber sudahlah jangan bicara begitu" ucap Adelina


"ah... sial, jika bukan karena mendadak diberi tahu bahwa akan mengadakan pesta ulang tahun Adelina pasti aku sudah menyiapkan hadiahnya dari awal" pikir Deon


Selang beberapa lama akhirnya pestanya berakhir, karena Andrea harus kembali ke kediaman panglima jadi Adelina meminta Andrea untuk mengantarkan amber pulang karena sudah malam


"kak tolong antar amber sampai kerumahnya dan jangan lakukan hal yang aneh" ucap Adelina


"kau pikir aku ini orang seperti apa!!!" teriak Andrea


"Adelina terima kasih untuk bukunya, nanti aku akan kembalikan secepatnya" ucap amber


"tidak kau kembalikan juga tidak apa kok, anggap saja aku memberikan buku itu padamu" kata adelina


Setelah Andrea dan amber pergi Adelina ingin segera masuk dan beristirahat tapi saat berbalik badan Adelina melihat Deon yang masih berdiri dibelakangnya

__ADS_1


"tu ..tuan panglima anda belum pulang!" ucap Adelina


"ada yang ingin kutanyakan padamu" ucap Deon


"memang apa yang ingin anda tanyakan" kata adelina


"apa yang kau bicarakan tadi dengan permaisuri? bisakah kau beritahukan padaku" tanya Deon


"astaga kenapa anda menanyakan ini sih, masa aku bilang padanya kalau permaisuri tadi memintaku untuk menikah dengannya " pikir Adelina


"kenapa malah diam" ucap Deon


"kenapa begitu, apa permaisuri berbicara kasar padamu?" tanya Deon


"tidak!! yang mulia permaisuri tidak bicara kasar kok, lagipula dia adalah orang yang sangat baik. Alasan saya tidak ingin memberitahu anda itu karena yang ku bicarakan dengan permaisuri adalah hal yang boleh diketahui wanita saja" jawab Adelina


"ya sudah kalau begitu" ucap Deon


"syukurlah dia percaya" pikir Adelina


"satu hal lagi" kata Deon

__ADS_1


"apa ada hal yang ingin anda tanyakan lagi tuan panglima?" tanya Adelina


"bisakah kau datang ketempat ku besok, soalnya ada hadiah yang ingin kuberikan padamu" jawab Deon


Deon berbicara itu sambil tersenyum kepada Adelina, saat deon tersenyum seperti itu Deon terlihat lebih tampan dan untuk sesaat tanpa ia sadari Adelina terus menatap kearah Deon


"hei kau dengar aku tidak sih!" ucap Deon


"ah iya... saya akan datang" ucap Adelina


"baiklah kalau begitu, akan kutunggu besok. sampai jumpa besok Adelina" kata Deon yang lalu pergi


"akh... kenapa aku malah menatapnya terus sih tadi, tapi dia kelihatan sangat tampan sih tadi" pikir Adelina


Ditempat laviatan berada, dia menyiapkan sekitar seribu siluman untuk menyerang kerajaan dan untuk mengalihkan perhatian agar dia dapat mengambil simbol iblis yang selanjutnya karena simbol iblis selanjutnya berada dipinggiran kerajaan


Laviatan juga menyuruh Elis untuk mengalihkan perhatian pangeran Tristan dan perhatian yang lainnya agar dia dapat mengambil simbol iblis dengan lebih aman dan tidak ada yang mengganggu


Laviatan mengetahui kalau simbol iblis ada di pinggiran kerajaan itu karena simbol iblis berbentuk mata yang sudah ada dalam dirinya dapat merasakan tempat dimana simbol iblis lainnya jadi ini memudahkan laviatan untuk menemukan simbol iblis dengan lebih mudah


Elis sekarang sedang berada di atas atap istana lebih tepatnya di atas atap kamar permaisuri, alasan Elis berada disitu karena ada hal yang ingin dia lakukan pada permaisuri

__ADS_1


__ADS_2