
Lalu kemudian Adelina dan Deon pergi meninggalkan Andrea dan amber, sebenarnya mereka ingin pergi dan membiarkan amber istirahat namun karena Andrea ingin menemani amber jadi dia tetap berada disana
"masalah ini semakin membuatku semakin pusing saja, dan apa sudah ada informasi tentang penyusup itu?" tanya Adelina
"masih belum, dia bersembunyi sangat hebat bahkan tidak meninggalkan jejak apapun hingga sulit untuk menemukannya" jawab Deon
"begitu rupanya, ngak diluar maupun di rumah selalu saja ada masalah" ucap Adelina
"memangnya ada masalah apa, orang tuamu bertengkar?" tanya Deon
"tidak bukan itu, ada pengirim aneh yang mengirimiku banyak buku dan itu membuatku kesal bahkan sampai membakar buku itu" jawab Adelina
Deon langsung tersentak mendengarnya karena dia tahu bahwa dialah yang mengirimkan buku tersebut
"la..lalu kenapa kau membakarnya, apa kau sebenci itu pada pengirim bukunya sampai kau membakar buku kirimannya" tanya Deon
"benci apa, lagipula aku tidak tahu dia siapa. dan juga buku yang ku bakar hanya sebagian yang memiliki unsur dewasa karena aku benci buku semacam itu" jawab Adelina
"tunggu sebentar, aku padahal tidak menyuruh heiji untuk mengirim buku semacam itu" pikir Deon
__ADS_1
"pokoknya orang itu pastinya sangatlah mesum bahkan sampai mengirim buku tersebut" ucap Adelina
"oi oi oi, aku ini bukan orang mesum tahu, saat kembali nanti akan ku minta penjelasan dari heiji" pikir Deon
Deon merasa terpukul dengan perkataan Adelina, karena saat adelina mengatakan bahwa orang yang telah mengirim buku padanya itu adalah orang mesum, diri Deon seakan merasa terluka dan bersalah
"lalu bagaimana dengan buku yang lainnya?" tanya Deon
"buku yang lainnya ku simpan karena memiliki nilai yang berharga di setiap buku dan buku yang memiliki unsur dewasa itu ada buku yang terburuk menurutku" jawab Adelina
"begitu ya" ucap Deon
Sementara itu Andrea yang sedang menemani amber sedang mengupas kan apel untuk amber serta memotong apel tersebut
"ini makanlah apelnya agar kau cepat sembuh, dan aku juga sudah mengupasnya dan memotongnya" ucap andrea
"tidak perlu repot-repot tuan Andrea, saya bisa melakukannya sendiri" ucap amber
"tidak boleh, kau itu seorang pasien jadi kau harus dirawat sebagaimana mestinya dan anggap saja ini sebagai tanda terima kasihku karena kau sudah menolong ku" kata andrea
__ADS_1
"seharusnya sayalah yang harus berterimakasih, jika bukan karena anda saya pasti sudah terluka ataupun mengalami hal yang lebih parah" ucap amber
"ah, sudahlah jangan saling berterimakasih begitu. jika kita saling mengucapkan terimakasih itu tidak akan habisnya nanti, ini makanlah apelnya" ucap Andrea sambil memberikan apel yang sudah di kupas dan dipotong
"hahaha... anda lucu juga ya tuan andrea" ucap amber sambil memakan sepotong apel
Andrea senang melihat amber yang baik baik saja dan bisa tersenyum ceria begitu, amber yang tersenyum dengan tulusnya terlihat bagai bintang yang bersinar Dimata andrea
"anu... tuan Andrea ada yang ingin saya tanyakan pada anda" ucap amber
"panggil saja namaku tidak usah ditambahi tuan" kata Andrea
"tapi kelihatannya tidak sopan memangil anda dengan hanya menyebut nama anda" ucap amber
"tidak masalah kok, lagipula aku mengizinkan mu menyebut namaku" ucap Andrea
"a..andrea" ucap amber
"iya, panggil saja aku seperti itu" ucap andrea
__ADS_1