
Setelah persaingan antara adelina dan andrea selesai, adelina mengobati kakaknya yang terluka karena serangan iron armor warrior milik adelina.
"astaga kakak.. seharusnya kau gunakan lebih banyak lagi kekuatan spirit phoenix api mu itu, mungkin kakak bisa menang"
Adelina berkata sambil menyembuhkan luka ditangan kakaknya.
"jika aku bisa ya pasti sudah aku lakukan, tapi sayangnya aku belum bisa menguasai seluruh kekuatan dari spirit phoenix api milikku"
Ujar Andrea yang sedikit kecewa pada dirinya sendiri.
"itu karena kakak kurang giat berlatihnya"
Omel Adelina sambil menyembuhkan luka kakaknya
"aku ini latihan setiap hari tahu!! aku tak menyangka kau bisa sihir penyembuhan juga"
Andrea memuji kemampuan sihir penyembuhan Adelina yang cukup hebat.
"tentu saja, aku kan rajin belajar dan berlatih"
Terdengar suara sombong dari Adelina.
"kau tak perlu bersikap sombong begitu hanya karena kau lebih pintar dariku.."
terlihat wajah agak kesal dengan ucapan sombong adiknya sendiri
Tak lama kemudian, ayah dan ibu adelina datang karena mendengar suara pertarungan yang cukup keras. Mereka sangat terkejut melihat halaman rumah yang begitu berantakan, bahkan ibunya mengira kalau ada penyusup yang datang
"ada apa ini, kenapa halamannya berantakan? apa ada penyusup?"
Elizabeth ibu mereka terlihat khawatir, apalagi dia melihat putranya yang terluka
Adelina dan Andrea terdiam sejenak, karena tidak tahu bagaimana menjelaskan apa yang telah mereka perbuat hingga membuat halaman sangat berantakan.
Ayah mereka Forzan, bertanya kepada kedua anaknya itu dan menyuruh mereka menjelaskan apa yang sudah terjadi.
"sebenarnya apa yang terjadi disini?"
Forzan terlihat sangat tegang dan dia khawatir jika sampai ada penyusup yang datang.
__ADS_1
Andrea lalu mencoba memberanikan diri untuk menjelaskan apa yang sudah terjadi, mereka tidak menyangka bahwa duelnya akan mengakibatkan kekacauan seperti itu.
"ayah ibu tenanglah... tidak ada penyusup yang datang kok"
Andrea mencoba menenangkan kedua orang tuanya
"iya itu benar"
Kata Adelina
Forzan dan elisabeth bingung, kata anaknya tidak ada penyusup yang datang tapi halamannya begitu berantakan. Kemudian mereka menatap adelina dan andrea, lalu mereka mulai menyadari apa yang telah terjadi.
"apa jangan jangan ini ulah kalian ya"
Elisabeth mencoba menebak terjadinya hal tersebut
"hehehe, kami hanya berduel kecil kok"
Andrea Bicara sambil menggaruk kepalanya
"kecil kata mu....!! lihat halaman yang begitu berantakan ini, kalian sebut duel kalian itu kecil"
"maaf maaf..."
Andrea menundukkan kepalanya dan meminta maaf.
"ya sudah lah, lalu andrea kau jangan mengajak adik mu yang lebih lemah dari mu untuk duel dengan mu..."
"tunggu sebentar istriku"
Forzan memotong pembicaraan istrinya dan mencoba untuk memberitahu sesuatu.
"sepertinya Adelina yang menang dalam duel ini"
"ya tentu saja adelina yang mena.... tunggu sebentar, kau barusan bilang apa tadi?"
"aku bilang, sepertinya Adelina yang menang dalam duel ini"
Forzan berkata sambil merangkul tangan istrinya.
"APA... ..!!" Teriak Elizabeth
Elisabeth begitu terkejut mengetahui bahwa yang menang antara duel kakak adik ini adalah adelina.
__ADS_1
Karena sebelumnya adelina bukanlah anak yang begitu kuat dan bahkan belum melakukan pemanggilan spirit.
"andrea apa itu benar bahwa kau kalah dari adelina?"
Elisabeth bertanya pada anaknya untuk memastikan.
"tentu saja, bukankah ibu sudah lihat bahwa yang terluka hanya aku dan adelina baik baik saja"
Andrea menjawab dengan tenang dan tidak peduli bahwa dia kalah dari adiknya.
Karena saking tak percaya nya dan senang, elisabeth langsung memeluk adelina dengan sangat erat
"adelina ibu bangga sekali padamu.. tapi bagaimana kau bisa mengalahkan kakak mu itu"
Elisabeth memeluk Adelina dengan erat dan sangat bangga pada Adelina
"ibu lepaskan aku, aku masih harus mengobati kakak.. lagi pula aku hanya menggunakan sihir pemanggilan untuk mengalahkan kakak"
Adelina mencoba melepaskan diri dari pelukan ibunya.
"sihir pemanggilan? astaga kau bisa melakukan sihir itu? adelina ibu bangga sekali padamu..."
Elisabeth memeluk adelina dengan lebih erat karena sangat senang.
"i... Ibu pelukan mu terlalu erat.. memang apa istimewanya bisa menggunakan sihir pemanggilan sih..?"
Adelina mulai terasa sesak dengan pelukan ibunya yang sangat erat.
"astaga kau tidak tahu ya, hanya sedikit orang yang bisa melakukan sihir pemanggilan dan bahkan bisa dihitung dengan jari"
Elisabeth menatap mata putrinya dengan bangga.
"sudah sudah, ayo kita masuk kedalam. Kalian pasti lelah setelah berduel bukan, lebih baik kalian istirahat"
"sudah jangan peluk terlalu erat, putrimu bisa mati kehabisan nafas nanti"
Forzan membantu melepaskan pelukan Elizabeth yang begitu erat lalu menggandeng tangannya kembali kerumah.
Kemudian adelina dan andrea beristirahat di kamarnya masing-masing, adelina yang berada di kamarnya membaca lebih banyak buku tentang metode penggunaan ilmu sihir
......Beri aku like dan komen ya biar lebih rajin buat update nya......
__ADS_1