
Selesai pesta
Setelah pesta berakhir deon dan pangeran berada disebuah ruangan dan berbicara bersama
"bagaimana, apakah kau sudah menemukan si penyusup itu?" tanya pangeran tristan
"belum, tapi aku mencurigai salah satu bangsawan" jawab deon
"ah iya, aku menemukan sedikit petunjuk tentang penyusup itu" ucap pangeran tristan
"oh... memangnya petunjuk apa yang kau dapat?" tanya deon
"menurut informasi yang kudapatkan dari elis, dia pernah memberikan topeng yang terdapat lukisan bunga mawar putih miliknya pada seseorang" jawab pangeran tristan
"menang nya siapa wanita itu.."
Keesokan harinya dirumah adelina, deon datang ke rumahnya dan berkata ingin bertemu adelina
"adelina ayo cepat..." ucap elisabeth
"pelan pelan ibu, memangnya siapa sih yang datang?" tanya adelina
"yang datang adalah tuan panglima, ayo cepat siapa tahu dia datang untuk melamar mu" jawab elisabeth
__ADS_1
Sontak adelina terkejut saat ibunya mengatakan bahwa yang datang adalah deon, perasaan adelina sudah mulai gelisah
ruang tamu
"saya memberi hormat pada tuan panglima" ucap hotma adelina dan elisabeth
"tidak perlu sampai memberi hormat seperti itu" ucap deon
Adelina dan ibunya kemudian duduk lalu ayah dan ibu adelina berbincang bincang dengan deon
"sebenarnya kenapa dia datang kemari, apa dia sudah mulai mencurigai ku?" pikir adelina
"ah iya tuan panglima, ada tujuan apa anda datang kemari dan bilang ingin bertemu dengan putri kami?" tanya elisabeth
"kalau saya boleh tahu apa yang ingin anda bicarakan dengan putri saya?" ucap forzan
"bukannya saya tidak ingin memberitahunya, tapi saya ingin mengatakan ini langsung pada adelina" kata deon
Setelah beberapa waktu, entah bagaimana ayah dan ibu adelina setuju adelina pergi bersama deon karena mereka yakin bahwa adelina akan baik baik saja bila bersama dengan tuan panglima
"sebenarnya apa yang ingin anda katakan pada saya tuan panglima? sepertinya anda tidak mau orang tua saya mengetahuinya" tanya adelina
"yang ingin kukatakan ini adalah hal penting dan saya harap anda tidak tersinggung dengan perkataan saya" ucap deon
__ADS_1
"tentu saja, silahkan bicara saja" ucap adelina
"se..sepertinya aku merasakan firasat buruk deh" pikir adelina
"apakah benar bahwa anda menerima topeng dengan lukisan bunga mawar putih dari lady elis?" tanya deon
"astaga.. dari mana panglima tahu itu? setahu saya, saya tidak pernah memberitahukan pada orang" jawab adelina
Adelina berusaha untuk mencoba bersikap polos agar kecurigaan deon padanya berkurang
"jadi benar jika anda menerima topeng itu?" ucap deon
"iya itu memang benar, memangnya ada apa?" tanya adelina
"apakah saya bisa melihat topeng itu?" tanya balik deon
"ah, maaf.. bukannya saya tidak ingin memperlihatkannya tapi topeng itu hilang saat dalam perjalanan pulang setelah menerima topeng itu" jawab adelina
Adelina berharap agar deon tertipu dengan tipuan kecilnya ini tapi yang terpenting bagi adelina sekarang adalah untuk mengurangi kecurigaan deon padanya karena topeng itu
"sepertinya tuan panglima begitu ingin melihat topeng itu, apa mungkin ada sesuatu hal yang tidak saya ketahui soal topeng itu?" tanya adelina
"tidak, saya hanya penasaran saja dengan topeng itu" jawab deon
__ADS_1
"hilang ya katanya, walaupun dia bilang begitu aku tidak boleh untuk berhenti mencurigainya. Bisa saja dia berbohong sial topeng itu hilang" pikir deon