
Deon yang sedang mengawasi para pekerja yang memperbaiki kekacauan yang diakibatkan serangan laviatan dan juga elis kemudian Adelina datang menghampiri Deon
"kerusakannya cukup parah ya" ucap Adelina
"iya, lalu kenapa kau datang kemari?" tanya Deon
"cuma jalan-jalan kok, apa anda tidak penasaran dengan tujuan laviatan menyerang waktu itu" jawab Adelina
"tentu saja penasaran, bahkan aku merasa seperti ada sesuatu yang hilang pada kerajaan ini" ucap Deon
"kukira cuma saya sendiri yang merasakannya tapi ternyata anda juga ya, seperti ada sesuatu kekuatan yang tersembunyi di kerajaan ini dan lalu menghilang begitu saja setelah kekacauan itu" ucap Adelina
Sekarang yang mulia permaisuri dan kaisar telah kembali dari tempat persembunyiannya setelah Elis tewas, sebelum penyerangan laviatan dan Elis Adelina menggunakan sihir pengubah wajah dan menyamarkan permaisuri menjadi rakyat biasa dan begitupula dengan yang mulia kaisar agar Adelina dapat melakukan rencananya dengan sempurna
Dan sekarang pangeran Tristan sudah kembali normal dan tidak dalam pengaruh sihir penggoda milik Elis dan bahkan sudah mulai mengerjakan pekerjaannya sebagai putra mahkota dengan baik
Saat adelina dan Deon sedang berdua, Deon berencana memberikan hadiah cincin yang pernah ia berikan pada Adelina tapi pada saat ingin memberikannya heiji datang dan memanggilnya
"apa sebaiknya aku berikan hadiah cincin yang waktu itu padanya sekarang ya" pikir Deon
__ADS_1
"Adelina....." panggil Deon
"iya tuan panglima, ada apa?" tanya Adelina
"tuan panglima, anda dipanggil yang mulia kaisar untuk menemuinya" ucap heiji yang tiba-tiba datang
"kenapa ini orang datang pada saat seperti ini sih" pikir Deon kesal
Deon menatap heiji dengan tatapan kesal dan heiji merasa ketakutan dengan tatapan Deon seolah olah dia merasa sudah mengganggu Deon dan membuatnya merasa kesal
"memangnya ada hal apa yang mulia kaisar ingin menemui tuan panglima?" tanya Adelina
"eh? aku juga" ucap Adelina
"iyah, Baginda kaisar ingin menemui anda berdua sekarang" ucap heiji
"kenapa tuan panglima masih menatap ku seperti itu sih, mungkin memang aku sudah mengganggu waktunya dengan nona Adelina" pikir heiji
Deon dan adelina kemudian pergi menemui kaisar di istana bersama, saat sampai disana ada kaisar, permaisuri dan juga pangeran Tristan
__ADS_1
"akhirnya kalian berdua datang, aku sudah menunggu kalian" ucap kaisar
"saya senang dapat diundang kemari menemui yang mulia" ucap Adelina
"jika boleh tahu apa yang membuat kaisar memanggil kami?" tanya Deon
"ya ampun Deon setidaknya berilah salam dulu pada yang mulia kasar walaupun aku tahu sih kalau dia adalah ayahmu" pikir Adelina
"sebenarnya saya menyuruh kalian kemari adalah aku ingin mengucapkan terima kasih pada kalian berdua terutama untuk anda nona Adelina" jawab kaisar
"kenapa saya?" ucap Adelina kebingungan
"jika bukan karena kau mungkin nyawa permaisuri sudah berada dalam bahaya dan tanpamu aku tidak akan tahu hal tentang pangeran Tristan yang terkena sihir pemikat oleh elis" ucap kaisar
"sudah sepantasnya saya melakukan itu yang mulia, karena saya juga bagian dari kerajaan ini dan saya tidak ingin kerajaan ini sampai hancur" ucap Adelina
Adelina tanpa sengaja melihat kearah pangeran Tristan, saat mereka saling bertatapan pangeran Tristan langsung memalingkan wajahnya dengan muka yang sedikit memerah
"sebenarnya pangeran Tristan ini kenapa sih?" pikir Adelina
__ADS_1