
Adelina pun kemudian menghilang dengan sihir teleportasi nya, Deon terkejut mendengar perkataan Adelina lalu Deon menyuruh heiji untuk memeriksa tempat menyimpan bola kristal matahari
Akan tetapi saat heiji kembali, dia berkata bahwa bola kristal matahari itu sudah tidak ada/menghilang
Sementara itu Adelina yang telah sampai dirumahnya, tepatnya di kamarnya dengan sihir teleportasi langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur
"ah... nyamannya, seperti kata orang rumah sendiri lebih baik daripada rumah orang lain. Aku juga sudah mendapatkan bola kristal matahari jadi aku bisa tenang untuk sementara" ucap Adelina yang sambil berbaring di kasur
"untung saja aku pulang tepat sebelum matahari terbenam, kalau tidak ibu dan ayah serta kakak pasti akan curiga. Shiro juga dimana sih, saat aku membutuhkannya kenapa dia malah menghilang huh.... mengesalkan. Lihat saja sampai kau kembali nanti" gerutu Adelina
Baiklah saya akan menjelaskan bagaimana Adelina dapat mencuri bola kristal matahari, yaitu saat Deon melepaskan salah satu tangan Adelina yang tubuhnya diberikan efek yang tidak dapat bergerak untuk membuat mantra sumpah, Adelina menggunakan kesempatan saat Deon sedang mengucapkan sumpah
Saat Deon sedang mengucapkan, Adelina meletakkan tangannya dibelakang tubuhnya dan membuat sihir pemanggilan yaitu ular hitam racun kematian yang langsung muncul di tempat penyimpanan bola kristal matahari
__ADS_1
Pada saat itu tidak ada penjaga yang menjaga tempat itu, jadi ular hitam racun kematian dapat dengan mudah mencuri bola kristal matahari dengan cara menelannya
"sekarang berikan bola kristal matahari itu" perintah Adelina
"baiklah" ucap ular hitam racun kematian yang baru saja dipanggil oleh Adelina
Ular hitam racun kematian itu pun mengeluarkan bola kristal matahari dari mulutnya, walaupun terlihat agak menjijikkan tapi ini cara yang dapat dilakukan untuk mengambil bola kristal matahari
"terima kasih, kau benar benar dapat diandalkan" ucap Adelina
"tenanglah.. lagi pula yang menyerang kan wujud tiruan mu jadi kau tidak akan mati bukan" ucap Adelina
"memang benar, tapi bukan itu yang saya maksudkan" kata ular hitam racun kematian
__ADS_1
"***... jangan banyak bicara, aku ada tugas untukmu lagi. Aku ingin kau berjaga diluar kediaman ini dan jika ada hal yang aneh kau harus laporkan padaku" ucap Adelina
"bukannya saya tidak mau tapi apakah tidak aneh jika tiba-tiba diluar kediaman ini ada ular besar yang menjaga seperti ku" ucap ular hitam racun kematian
"tenang saja aku dapat membuat mu tidak terlihat kok" kata adelina
"baiklah kalau begitu" ucap ular hitam racun kematian
Kemudian adelina mengirim ular hitam racun kematian keluar kediaman untuk berjaga menggunakan sihir teleportasi dan juga membuatnya tidak terlihat
Setelah itu Adelina berbaring di kasurnya dan lalu tertidur, saat sudah siang Adelina merasa ada sesuatu yang menyentuh mukanya dan itu membuat adelina terbangun dari tidurnya
Saat membuka mata, Adelina melihat yang baru saja membangunkannya adalah Shiro. Pertama adelina menatapnya dengan senyuman manis tapi kemudian Adelina menyerang Shiro dengan sihir tombak es Neptunus
__ADS_1
"ibunda kenapa tiba-tiba menyerang ku? memangnya aku melakukan sebuah kesalahan" tanya Shiro
"kau bertanya dirimu memiliki kesalahan atau tidak, kalau begitu biar aku membantumu mengingat apa kesalahan mu" ucap Adelina