Mengubah Takdir Pemeran Antagonis Dalam Novel

Mengubah Takdir Pemeran Antagonis Dalam Novel
episode 174


__ADS_3

Dalam sejarah kerajaan terdapat hal yang sangat mengagumkan mengenai Dewi yaitu Dewi memberikan anugerah pada 4 spirit tapi hanya satu spirit saja yang mendapat anugerah langsung darinya dan sisanya hanya mendapatkan anugrah melalui spirit yang telah dianugerahi langsung oleh Dewi itu


Dan 3 spirit yang tidak secara langsung mendapat anugerah dari Dewi adalah spirit merak putih yang merupakan spirit yg memiliki kekuatan penyembuhan yang sangat luar biasa lalu spirit ini sudah melakukan kontrak dengan manusia atas perintah Dewi yaitu amber dan spirit yang kedua adalah spirit Hydra yang merupakan makhluk gaib yang mengerikan. Wujudnya berupa ular air raksasa, dengan cakar seperti reptil, berkepala banyak (kepala aslinya ada sembilan), napasnya adalah gas beracun, bahkan darahnya juga racun yang mematikan lalu spirit yang terakhir adalah spirit Dryad yang merupakan makhluk, atau semacam peri, yang menghuni tumbuh-tumbuhan, berwujud wanita.


"jadi ini adalah wujud asli dari spirit milikku ya, sangat berbeda dengan biasanya yang kulihat" pikir Adelina


"segeralah hentikan kekacauan yang akan terjadi itu" ucap spirit burung


"tidak perlu khawatir, aku pasti bisa mengatasinya" ucap Adelina


"baiklah akan ku percayakan padamu dan aku akan membantumu juga" ucap spirit burung

__ADS_1


setelah itu Adelina kemudian segera pergi kediaman panglima untuk segera memberitahu Deon tapi tidak sempat karena Terry sudah datang dan melakukan kerusakan dengan 2 monster miliknya itu


"jika aku pergi menemui Deon pasti tidak akan sempat, sebaiknya aku suruh Clyde untuk memberitahu Deon dan aku akan mengulur waktu sampai Deon datang" pikir Adelina


Adelina kemudian memanggil Clyde dengan sihir pemanggilan dan segera menyuruhnya untuk menyampaikan pada Deon bahwa sedang ada penyerangan yang terjadi, tapi anehnya Adelina tidak melihat para prajurit dan penyihir yang bertugas berpatroli datang


"apa-apaan ini, kenapa para prajurit dan penyihir yang bertugas berpatroli tidak ada yang datang" pikir Adelina


"hahaha... apa kau sedang menunggu para pasukan keamanan yang harusnya berpatroli itu bukan" ucap Terry


"aku hanya membuat mereka pergi saja maksudku pergi kedalam perut para monster ini" ucap Terry

__ADS_1


Mendengar itu Adelina merasa sangat kesal, bukan hanya membuat kekacauan tapi dia juga membunuh para prajurit dan penyihir yang bertugas berpatroli tapi Adelina tetap untuk mencoba tenang karena Adelina tahu bahwa tidak baik menghadapi lawannya yang berada dihadapannya


"reaksi mu biasa-biasa saja ya, padahal aku berharap kau bereaksi histeris" ucap Adelina


"histeris, lagipula bukan hanya kau yang pernah membunuh disini. aku juga pernah membunuh seseorang jadi aku sudah biasa dengan hal ini" ucap Adelina


"hm.... kelihatannya menarik kau juga sepertinya sangat kuat" kata Terry


chimera kemudian melancarkan serangan dengan cara mengeluarkan nafas api dari mulutnya, saat adelina menangkis serangan dari chimera tiba-tiba manticore muncul dihadapannya dan sudah mengarahkan ekor seperti kalajengking yang sangat beracun itu pada Adelina


Adelina lalu mengeluarkan pedang tulang mayat miliknya dan memotong ekor manticore, tapi walaupun Adelina sudah berhasil memotong ekor manticore, ekornya tumbuh kembali dan lalu segera menjauh dari Adelina

__ADS_1


"sesuai dugaan ku kau itu kuat, kau adalah orang yang sudah kucari untuk melawanku dan bersenang-senang dengan ku" ucap Terry


"jangan bicara yang aneh-aneh, sebaiknya kau segera pergi atau akan ku penggal kepalamu sebagai ganti atas perbuatan mu yang sudah membunuh para prajurit dan penyihir" ucap Adelina dengan dinginnya


__ADS_2