Mengubah Takdir Pemeran Antagonis Dalam Novel

Mengubah Takdir Pemeran Antagonis Dalam Novel
episode 110


__ADS_3

"hahaha.... ah... sepertinya tuanku sudah berhasil berevolusi menjadi iblis, dan juga aku telah merasakannya karena aku juga ikut berevolusi" ucap Elis


Elis adalah siluman rubah yang memiliki kemampuan menggoda yang sangat kuat, tapi dia merayu pangeran Tristan tidak menggunakan sihir miliknya agar tidak ada yang menyadarinya


Karena Elis adalah pelayan Setia dari laviatan maka dia juga ikut berevolusi menjadi iblis penggoda


"hm.... aku tak sabar untuk menguji kemampuan baruku ini, tapi sepertinya tidak bisa kulakukan sekarang. sebaiknya aku pergi mencari pangeran Tristan saja" ucap Elis


Saat Elis hendak pergi mencari pangeran Tristan, ada suara yang masuk kedalam telinganya dan itu adalah suara sari tuannya yaitu laviatan


"mau pergi kemana kau" ucap laviatan melalui telepati


"tu...tuan, ada apa anda menghubungi saya? apa ada tugas yang harus saya kerjakan" tanya Elis


"benar, aku ingin kau pergi dan menculik wanita itu dan bawa padaku" jawab laviatan

__ADS_1


"ta...tapi tuan, bagaimana dengan rencana menggoda pangeran Tristan?" tanya lagi Elis


"tidak usah banyak membantah, bukannya kau bisa membelah dirimu menjadi dua dan jangan membuat buat alasan" ucap laviatan dengan kesal


"maafkan saya tuan, akan segera saya lalukan" ucap Elis


"bagus kerjakan sekarang juga dan ingat jangan ada sampai ada kegagalan, melihat dirimu juga yang telah berevolusi harusnya kau dapat menangani tugas ini" kata laviatan


"baik tuan, saya tidak akan mengecewakan anda" ucap Elis


"aku akan tunggu dan lihat hasilnya nanti" kata laviatan


Setiap saat Elis bertemu dengan Adelina, perasaan benci selalu ada pada dirimu Elis dan itu tidak akan pernah bisa berubah


"aku tidak bisa melakukannya jika dengan tubuh ini, lebih baik gunakan tubuh asliku saja" ucap Elis

__ADS_1


Elis kemudian berubah menjadi wujud aslinya dengan wujud wanita dengan rambut hitam agak kemerahan dan tanduk di kelapa serta sayap yang bagaikan kelelawar


Sebelum pergi mencari Adelina, Elis membelah diri nya menjadi dua. Diri yang satunya bertugas untuk pergi menemui pangeran Tristan dan satu lagi pergi mencari Adelina


Membelah diri ini merupakan salah satu kemampuan Elis dan Elis juga memiliki ciuman yang terdapat racun yang dapat membuat seseorang mati ataupun terhipnotis


Elis juga meminum darah untuk menambah energi dalam tubuhnya, biasanya dia akan menggoda seseorang lalu menggigit leher orang itu


"ini menjengkelkan sekali, pasti akan sulit menculik wanita itu" gerutu Elis


Karena Elis mencari Adelina kerumahnya tapi tidak ada lalu dia pergi ke kediaman panglima untuk mencarinya tapi betapa senangnya Elis saat menemukan Adelina


"hahaha.... betapa beruntungnya aku, lihatlah dia begitu lemah saat ini dan energinya juga kelihatannya belum pulih sepenuhnya. Ini benar benar kesempatan emas" ucap Elis yang sangat bahagia


Saat ingin masuk dan menculik Adelina, Elis merasakan energi yang sangat kuat dan itu membuatnya berhenti karena jika dia melanjutkan tujuannya ada kemungkinan dia yang akan berada dalam bahaya

__ADS_1


"Sial, energi yang sangat besar dari mana ini. sekarang bagaimana aku bisa menculiknya jika begini dasar sialan" gerutu Elis yang kesal


"sebaiknya aku kembali dulu dan memilih waktu yang tepat untuk melakukan tujuanku" pikir Elis yang kemudian langsung pergi


__ADS_2