Mengubah Takdir Pemeran Antagonis Dalam Novel

Mengubah Takdir Pemeran Antagonis Dalam Novel
episode 122


__ADS_3

"apa Elis sempat bertemu dengan si penyusup itu?" pikir Adelina


"lebih baik aku segera menemui Deon untuk segera menyelesaikan masalah ini, dan semoga dia sudah tidak marah padaku" ucap Adelina


Adelina lalu kemudian pergi menuju kediaman panglima, tapi sayangnya saat sampai disana Deon tampak cuek pada Adelina setiap berbicara pada Adelina mukanya hanya biasa saja dan tidak menjawab pertanyaan dari Adelina selain yang berkaitan dengan masalah saat ini


"a...anu tuan panglima jadi apakah anda sudah mencari sang penyusup tersebut?" tanya Adelina


"iya sudah" jawab Deon biasa biasa saja bahkan tidak melihat kearah Adelina


"kurasa dia marah padaku deh, memangnya perkataan ku disurat seketerlaluan itu ya" pikir Adelina


Adelina hanya bisa pasrah saja dengan sikap Deon yang malah dingin padanya karena itu memang salahnya, Adelina mungkin bisa menahan sikap Deon yang dingin padanya tapi Adelina sudah ngak kuat lagi karena setiap Adelina dekat dengan Deon, Deon terus menjauh darinya seolah dia tidak suka berada didekat Adelina


"dasar pria menyebalkan, memangnya aku berbuat salah besar apa sampai kau bahkan terlihat jijik berada di dekatku" pikir Adelina yang mulai kesal

__ADS_1


Untuk membalas Deon, Adelina mencoba bersikap manja pada Deon dan mencoba untuk menggodanya


"tuan panglima..... kenapa anda Dian saja, apa anda sakit lagi dan butuh ciuman lagi dari saya" ucap Adelina yang mencoba menggoda Deon


"tidak terima kasih, tubuh saya baik baik saja" ucap Deon


"benarkah? lalu kenapa anda bersikap dingin pada saya" tanya Adelina yang mendekatkan tubuhnya pada Deon


Para prajurit yang berada disekitar situ menganggap tingkah Adelina sangat berani, bahkan tidak ada seorang pun yang mau menggoda tuan mereka jika ingin bagian tubuh mereka baik baik saja dan paling ringan hanya patah tulang saja


"nona Adelina mohon jaga martabat anda dihadapan banyak orang" jawab Deon yang menjauhkan Adelina darinya


"Andrea kau lanjutan pelatihan para prajurit hari ini, ada hal yang harus aku urus" ucap Deon pada Andrea


"baik tuan panglima" kata Andrea

__ADS_1


lalu Deon pergi meninggalkan Adelina, Adelina masih saja kesal karena tidak dapat menggoda Deon bahkan dia sampai mempermalukan dirinya dihadapan banyak orang


"kau ini kenapa sih tiba-tiba bersikap seperti itu pada tuan panglima, apa kewarasan mu sudah hilang ya" ucap Andrea


"aku ini masih waras tahu, padahal aku berniat membalasnya yang bersikap cuek padaku" kata adelina


"owh... apa kau merasa tidak nyaman karena tuan panglima bersikap dingin padamu? kalau begitu kan kau sudah jatuh cinta padanya" ucap Andrea


Satu tinjuan kemudian melayang kearah kepala Andrea, bahkan para prajurit yang berada disekitar situ yang sedang berlatih merasa terkejut bahwa jendral prajurit dapat dipukul oleh adiknya sendiri


"aku ngak menyangka nona muda itu berani memukul tuan panglima" ucap salah satu prajurit


"memangnya kenapa? lagi pula dia itu adiknya, jadi dia pasti tidak akan pernah marah pada adiknya"


"tapi memangnya ada ya adik yang suka memukul kakaknya sendiri apalagi dia itu seorang wanita"

__ADS_1


Andrea langsung mengomeli Adelina yang lagi lagi memukul kepalanya tapi Adelina bersikap tidak peduli dan dia melakukan itu memang karena Andrea


"benar juga, kenapa aku berusaha menggoda tuan panglima tadi? jika memang aku tidak memiliki perasaan apapun padanya harusnya aku kan tidak peduli dia mau bersikap seperti apapun padaku dan tidak usah mempedulikannya" pikir Adelina


__ADS_2